Serda Mardia Babinsa Koramil 03/Tempuling Bantu Petani Garap Sawah

Serda Mardia Babinsa Koramil 03/Tempuling Bantu Petani Garap Sawah

Selasa, 12 November 2019

Indragirione.com, - Setelah disibukan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Babinsa Koramil 03/Tempuling Serda Mardia kembali ke sawah untuk membantu petani menggarap lahannya, hal itu dilakukan demi tercapainya swasembada pangan di wilayah Kecamatan Kempas, Rabu (13/11/2019)

Serda Mardia, mengaku membantu mengerjakan pengolahan lahan milik Paidi yang tergabung dalam Kelompok Tani dengan luas lahan 1 hektare. Di sela waktu istirahat, Serda Mardia memberikan pencerahan kepada pemilik lahan, sesuai apa yang dipahami dari PPL.

"Persiapan lahan merupakan salah satu faktor terpenting yang perlu dilakukan dalam memulai usaha budi daya padi. Persiapan lahan yang baik, berpengaruh besar terhadap produktivitas tanaman. Banyak penelitian menunjukkan dengan melakukan persiapan lahan sebelum melakukan usaha budi daya bisa meningkatkan hasil panen hingga 30 persen," ujarnya.

Selain memperbaiki tanah, pembersihan juga bertujuan memperlancar arus air dan menekan jumlah biji gulma yang terbawa masuk ke petak sawah. Pengolahan tanah merupakan cara untuk memperbaiki kondisi fisik, kimia mau pun biologi tanah.

Hal ini, kata dia mutlak dilakukan para petani sebelum melakukan penanaman bibit. Karena dengan pengolahan tanah yang baik dan benar maka proses penanaman akan lebih mudah dan tentunya itu baik sekali untuk benih yang akan ditanam.

"Banyak manfaat pengolahan lahan, diantaranya memperbanyak atau memperbesar total volume rongga atau pori tanah. Dengan demikian maka aerasi tanah dan drainase lahan semakin baik, sehingga pasokan oksigen untuk metabolisme akar menjadi lebih lancar," tutur dia.

Mengaduk sisa tanaman secara merata ke dalam tanah sebagai sumber bahan organik dan unsur hara tanaman. Selain mengurangi resistensi tanah sehingga penetrasi akar dan pembesaran umbi menjadi lebih mudah dan mengurangi organ atau bagian jaringan gulma yang tersisa di dalam tanah.

Diharapkan ini dapat mengurangi potensi gangguannya terhadap pertumbuhan tanaman, berarti juga mengurangi biaya untuk pengendalian gulma selama periode budidaya tanaman.

Dalam kesempatan itu para babinsa dan pemilik lahan bersama melakukan pengolahan lahan yang sangat keras. Karena sudah lama tidak turun hujan, dan kebetulan lahan juga lama tidak diolah. (fs)