Tim Gabungan Penanganan Karlahut Sepakat Bersinergitas Cegah Karlahut 2020

Tim Gabungan Penanganan Karlahut Sepakat Bersinergitas Cegah Karlahut 2020

Rabu, 04 Desember 2019

Indragirione.com,-  Tim Gabungan Penanganan Karlahut Sepakat Bersinergitas Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) tahun 2020. Hal tersebut dibuktikan dengan kembali mengadakan kegiatan simulasi penanganan Karlahut yang diadakan di Parit Minang, Kecamatan Tempuling, Inhil, Riau, Rabu (4/12/2019).

Tim gabungan itu sendiri terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat sekitar.

H Syamsuddin Uti memberikan dukungan dan dorongan terhadap pernyataan yang disampaikan oleh pihak TNI-Polri yang siap berkerja dalam penanganan Karlahut.

"Simulasi yang kita gelar ini adalah untuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi musim kemarau yang  rawan terjadi Karlahut,” kata SU

Ia menekankan bahwa selain menggelar simulasi, juga penting dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya karlahut.

”Apabila terjadi karlahut banyak yang dirugikan bukan hanya perusahaan, tapi juga masyarakat dan negara. Selain itu juga simulasi formula ini kita adakan dalam menghadapai cuaca ekstrem El-Nino kedepannya,” Pungkasnya.

Dandim 0314/Inhil Letkol Inf Imir Faishal mengatakan, penanganan Karlahut bukan menjadi tanggung jawab salah satu orang, perusahaan ataupun Instansi, tetapi permasalahan Karlahut menjadi tanggung jawab bersama.

"Ketika kita berbicara mengenai tanggung jawab bersama, seluruh elemen terkait, baik Pemerintah Daerah, TNI-Polri, Satpol PP, BPBD, perusahaan dan masyarakat, semuanya harus dapat bersinergi dilapangan," ujar Dandim

Ia juga berharap simulasi pada hari ini dapat diimplementasikan pada saat terjadinya karlahut. "Ramainya tim pada hari ini harus juga terjadi dilapangan jika terjadi karlahut, jangan hanya ramai di simulasi tetapi implementasinya tidak terjadi sinergitas," tutur Dandim.

Kapolsek Inhil melaui Wakapolres Inhil Kompol R Firdaus SH dalam kegiatan tersebut menghimbau kepada para perusahaan yang belum membuat kanal agar segera membuat kanal, serta bagi perusahaan yang sudah memiliki kanal untuk membersihkan kanalnya masing masing.

"Kedepan, bersama Pemda serta TNI, kami akan terus menggalakan patroli dan sosialisasi dampak bahaya karlahut," ucapnya tegas.

Ia juga menyebutkan, jika sosialisasi dan patroli tidak memberikan efek, akan dilakukan penegakkan hukum secara tegas, berlaku untuk masyarakat dan perusahaan, sesuai undang-undang.

Laporan: Fajar Satria