Pencarian

Sosialisasi Moderasi Beragama di Inhil Perkuat Toleransi Masyarakat Heterogen

Senin, 28 September 2026 • 13:38:39 WIB
Sosialisasi Moderasi Beragama di Inhil Perkuat Toleransi Masyarakat Heterogen
Sosialisasi Moderasi Beragama di Inhil, merawat kerukunan dalam keberagaman.

Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Muammar Ghaddafi, resmi buka sosialisasi Moderasi Beragama, yang berlangsung pada Senin (28/9) pagi di Aula Kantor Kemenag Inhil.

Hadir dalam giat tersebut Unsur Forkopimda Inhil ; Kaban Kesbangpol ; Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh ; para Narasumber diantaranya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Riau, K.H ABD. Rahman Qaharuddin, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Inhil, Indra Sabarianto, dan Ketua FKUB Inhil, Nawawi ; serta pihak terkait lainnya.

Melalui Staf Ahli, Bupati Inhil menyampaikan terimakasih kepada FKUB Provinsi Riau yang mengagendakan sosialisasi di Inhil, hal yang tepat, dikarenakan masyarakat di kabupaten ini terdiri dari suku dan agama yang beragam.

“Suku Melayu, Banjar, Jawa, Bugis, Batak dan suku lainnya turut berkembang di Inhil, begitupula bermacam agama yang ada di sini, karena itulah Kabupaten Inhil diibaratkan sebagai miniatur Indonesia,” ungkap Muammar.

Sebagaimana tujuan Moderasi Beragama dalam merawat kerukunan, tentunya masyarakat Inhil yang heterogen diharapkan dapat terus menjaga semangat toleransi dan saling menghormati perbedaan.

“Alhamdulillah, selama ini kerukunan masyarakat Inhil dapat terjaga, berkat kerjasama pemuka agama, pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat yang senantiasa mengutamakan musyawarah, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara damai. Kerukunan ini yang harus diwariskan kepada generasi penerus,” imbuh Staf Ahli.

Menjaga kerukunan di tengah-tengah perbedaan masyarakat, dikatakan Ketua FKUB Provinsi Riau, K.H ABD. Rahman Qoharuddin, bisa dilakukan dengan meningkatkan pemahaman agar tidak mudah menyalahkan orang lain. 

“Ada pepatah Arab mengatakan An-nasu a'da'u ma jahalu artinya Manusia cenderung memusuhi apa yang dia tidak tahu. Dengan ketidaktahuan itu, kita jadi mudah menyalahkan orang yang berbeda dengan kita. Maka dengan duduk bersama seperti ini akan terurai ketidakpahaman tersebut,” ujar Ketua FKUB Provinsi Riau.
Melalui Sosialisasi ini, baik Pemkab Inhil maupun FKUB berharap, dapat mempererat kerja sama antar umat beragama dalam membangun Kabupaten Inhil yang maju, sejahtera dan damai.

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks