INHU - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama Universitas Riau Indonesia (UNRIDA) di sela rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Acara berlangsung di Prof. Indrayani Hall, Kampus UNRIDA, Kabupaten Indragiri Hulu, 16 Oktober 2026 lalu.
Penandatanganan MoU itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Kerja sama ini menyasar peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau Dr. Nopriadi, SKM., M.Kes.; Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, S.Sos., M.Si.; Dewi Kumalasari Ansar, M.Pd., yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Riau; Suci Rahmiani Ade, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Indragiri Hulu; jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indragiri Hulu; perangkat daerah dari kedua wilayah; serta para undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UNRIDA Prof. Indrayani mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan atas dukungan serta kepercayaan Gubernur Kepulauan Riau kepada UNRIDA. Menurutnya, penandatanganan MoU ini diharapkan membuka jalan bagi terciptanya kolaborasi yang lebih luas guna memajukan pendidikan tinggi dan pembangunan SDM.
Ia menambahkan, UNRIDA terus mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik langsung di dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Pada Mei lalu, UNRIDA telah membawa sekitar 100 mahasiswa untuk melaksanakan praktik di industri berskala internasional.
Dalam waktu dekat, UNRIDA berencana kembali mengirim sekitar 200 mahasiswa untuk melaksanakan praktik DUDI di Kepulauan Riau, dengan penempatan di sejumlah perusahaan industri internasional yang tersebar di provinsi tersebut.
Dukungan terhadap perkembangan UNRIDA turut disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dr. Nopriadi, SKM., M.Kes. Ia menilai UNRIDA menunjukkan perkembangan positif sebagai perguruan tinggi yang relatif muda.
Menurut Nopriadi, UNRIDA telah memperoleh akreditasi institusi dengan predikat Baik Sekali. Sejumlah program studi di perguruan tinggi tersebut juga telah meraih predikat Baik Sekali dan Unggul.
Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi UNRIDA untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, memperkuat tata kelola akademik, serta memperluas kontribusinya dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto menyampaikan bahwa Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah strategis dengan perkembangan sektor industri yang pesat. Menurutnya, pengalaman Kepri dalam mengembangkan sektor industri dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Indragiri Hulu dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu untuk terus berinovasi, memperkuat potensi daerah, serta membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Bupati Ade Agus Hartanto juga menyampaikan bahwa kehadiran Gubernur Kepulauan Riau di Kabupaten Indragiri Hulu merupakan suatu kehormatan sekaligus momentum istimewa bagi pemerintah daerah dan masyarakat.
“Kehadiran Bapak di Inhu merupakan suatu kehormatan bagi kami sekaligus menjadi momen istimewa, karena rasanya ini pertama kalinya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberadaan perguruan tinggi di Indragiri Hulu memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa harus meninggalkan daerah. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses pendidikan tinggi secara lebih mudah, termasuk bagi mereka yang ingin tetap bekerja sambil meningkatkan kualifikasi akademik.
Selain menandatangani MoU, Gubernur Ansar Ahmad juga memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa baru UNRIDA. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan pentingnya pendidikan tinggi dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap penguasaan teknologi dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan dunia industri.
Ansar menegaskan bahwa inovasi dan kolaborasi merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan ekonomi. Menurutnya, kerja sama antardaerah dapat menjadi salah satu strategi untuk memperluas peluang pembangunan sekaligus melahirkan berbagai terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Salah satu inovasi di saat-saat turbulensi ekonomi adalah kerja sama antardaerah. Dan tentunya salah satunya kampus yang kita banggakan ini,” ungkap Ansar.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap UNRIDA dan optimistis perguruan tinggi tersebut memiliki prospek besar dalam mendukung kemajuan pendidikan serta pengembangan SDM. Ansar mengajak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu dan seluruh pihak terkait untuk terus memberikan dukungan agar UNRIDA dapat tumbuh dan berkembang menjadi perguruan tinggi yang berkualitas.
“Saya yakin kampus ini adalah kampus masa depan. Oleh karena itu, Ibu, Bapak, Pak Bupati, terus dukung kampus ini. Tidak ada sumber daya manusia yang handal tanpa perguruan tinggi,” tegasnya.
Penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan UNRIDA diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Sinergi tersebut tidak hanya memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan dunia akademik, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta pemanfaatan potensi industri untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik.
Melalui kerja sama ini, UNRIDA diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdampak, sekaligus berkontribusi dalam melahirkan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat regional, nasional, maupun internasional.