Pelindo Pangkas 17 Anak Usaha, Target Rampung Akhir Desember 2026

PT Pelindo (Persero) memangkas entitas anak usaha dari 41 menjadi 24 perusahaan melalui program streamlining.
Penulis: Sutomo
Rabu, 30 September 2026 | 06:21:31 WIB

INDRAGIRIONE.COM — PT Pelindo (Persero) memangkas jumlah entitas anak usahanya dari 41 menjadi 24 perusahaan melalui program streamlining yang ditargetkan rampung hingga 31 Desember 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat model bisnis dan memperjelas peran setiap entitas dalam Pelindo Group. Dari 17 entitas yang masuk program penataan, 11 di antaranya telah menyelesaikan aksi korporasi.

Badan Pengelola BUMN meminta PT Pelindo (Persero) menata struktur korporasi melalui program streamlining. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyatakan transformasi Pelindo masih akan berlangsung panjang, dimulai dari penyederhanaan struktur entitas sebelum masuk ke penataan model bisnis.

"Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar," ujar Dony, mengutip dari Instagram resmi BP BUMN, Rabu (30/9/2026).

Dari 41 Entitas Jadi 24 Perusahaan

Dalam program streamlining 2026, Pelindo menargetkan pengurangan jumlah entitas dari 41 menjadi 24. Dari 17 entitas yang masuk program penataan, 11 entitas telah menyelesaikan aksi korporasi. Enam entitas lainnya ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026.

Penataan dilakukan melalui berbagai skema, antara lain merger, konsolidasi, divestasi, dan likuidasi. Langkah ini menyasar entitas yang dinilai tumpang tindih atau tidak lagi sejalan dengan fokus bisnis utama grup.

Model Parenting Berubah ke Active Management

Selain menyederhanakan jumlah entitas, Pelindo mengubah model parenting dari strategic holding menuju active management. Melalui model tersebut, Pelindo akan mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama.

Pembagian peran antara holding, regional, service line, dan entitas usaha pun dibuat lebih jelas. Tujuannya agar setiap unit memiliki batas tanggung jawab yang tegas dan tidak saling bertabrakan di lapangan.

Dony menilai transformasi tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui konsolidasi di bawah Danantara.

"Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan," tuturnya.

Dampak ke Layanan Pelabuhan

Penataan struktur ini menyentuh langsung operasional pelabuhan yang melayani bongkar muat barang dan penumpang di berbagai wilayah. Dengan entitas yang lebih ramping, Pelindo diharapkan bisa mempercepat pengambilan keputusan di tingkat regional dan service line.

Bagi pelaku usaha yang bergantung pada jasa kepelabuhanan, penyederhanaan entitas berpotensi memangkas jalur birokrasi internal. Namun dampak riilnya baru terlihat setelah seluruh proses aksi korporasi tuntas akhir tahun ini.

Penataan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengurangan jumlah entitas. Pelindo menargetkan pembentukan struktur dan model bisnis yang lebih sederhana, efektif, serta mampu memperkuat kinerja grup secara keseluruhan.

Langkah Pelindo sejalan dengan arahan pemerintah yang mendorong BUMN untuk fokus pada bisnis inti dan mengurangi tumpang tindih antar entitas. Keberhasilan program ini akan menjadi tolok ukur bagi BUMN lain yang menghadapi persoalan serupa.

Reporter: Sutomo