Pertamina Mulai Eksplorasi Sumur Tingkilan-001 di Kaltara, Incar Cadangan Migas Baru
INDRAGIRIONE.COM — PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) bersiap mengebor sumur eksplorasi Tingkilan-001 di Tanjung Selor, Kalimantan Utara, untuk memburu sumber daya migas baru di Wilayah Kerja Maratua. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menjaga keberlanjutan produksi migas dari Kalimantan dalam jangka panjang. Jika temuan komersial terwujud, eksplorasi ini berpotensi menambah cadangan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Persiapan pengeboran tidak hanya menyangkut aspek teknis. PHE LPB juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar kegiatan eksplorasi memenuhi ketentuan keselamatan, peraturan, dan perlindungan lingkungan.
"Kami senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat, dalam menjalankan proyek investasi hulu migas, termasuk proyek eksplorasi Tingkilan ini, sehingga dapat dijalankan dengan selamat, andal, patuh, dan berkelanjutan," kata Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Dony Indrawan.
Mengapa Sumur Tingkilan-001 Dibor
Sumur Tingkilan-001 menjadi salah satu proyek eksplorasi andalan PHE LPB untuk mengetahui potensi kandungan minyak dan gas pada Formasi Menumbar di Wilayah Kerja Maratua. Penentuan lokasi pengeboran tidak dilakukan sembarangan. Perusahaan mendasarkannya pada kajian geologi, data seismik, serta kemiripan karakteristik lapisan batuan dengan sejumlah sumur eksplorasi di wilayah sekitarnya.
Data seismik dipakai untuk memetakan struktur batuan di bawah permukaan bumi. Hasil pemetaan itu membantu perusahaan menentukan titik yang berpotensi mengandung minyak dan gas sebelum pengeboran dilakukan.
Kendati kajian awal menunjukkan potensi, kandungan migas di Sumur Tingkilan-001 masih harus dibuktikan lewat kegiatan eksplorasi. Pertamina belum mengumumkan perkiraan cadangan yang dapat diproduksi maupun jadwal pengeborannya.
Jaga Produksi Kalimantan untuk Puluhan Tahun
Dony menegaskan investasi eksplorasi merupakan bagian dari upaya PHI menemukan sumber daya baru untuk mempertahankan produksi migas dari Kalimantan dalam jangka panjang.
"Di PHI, kami berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, dan menjaga keberlanjutan produksi minyak bumi dan gas alam dari wilayah Kalimantan untuk puluhan tahun mendatang," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Pertamina akan bekerja sama dengan SKK Migas, pemerintah daerah, dan pihak terkait. Perusahaan menyatakan seluruh kegiatan eksplorasi mengikuti standar kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan atau Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Dampak ke Daerah dan Cadangan Nasional
Bagi warga Tanjung Selor dan sekitarnya, proyek eksplorasi ini membuka peluang ekonomi baru, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga belanja barang dan jasa di daerah. Pemerintah daerah juga berkepentingan memastikan kegiatan berjalan tanpa mengorbankan lingkungan.
Dari sisi nasional, temuan sumber daya baru di Wilayah Kerja Maratua akan membantu menopang produksi migas nasional yang terus menghadapi tantangan penurunan alamiah pada lapangan-lapangan tua. Pertamina berharap eksplorasi Tingkilan-001 menghasilkan temuan sumber daya migas baru yang mendukung produksi nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.
Eksplorasi Tingkilan-001 menegaskan arah Pertamina memperkuat portofolio hulu migas di Kalimantan. Namun hingga pengeboran rampung, potensi sesungguhnya masih menjadi tanda tanya — dan hasilnya akan menentukan seberapa besar sumbangan wilayah ini terhadap cadangan energi Indonesia ke depan.