Pertamina Patra Niaga Kembangkan 3 Program CSR Perempuan di Makassar hingga Lombok

Peserta program PUANMAKARI di Makassar mengikuti kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak.
Penulis: Yasir
Minggu, 27 September 2026 | 07:01:31 WIB

INDRAGIRIONE.COM — PT Pertamina Patra Niaga menjalankan tiga program tanggung jawab sosial yang menyasar kemandirian perempuan di Makassar, Pontianak, dan Lombok Tengah. Program PUANMAKARI, Posyandu Aster, dan Mina Tenun dibangun dari potensi lokal masing-masing daerah, bukan sekadar bantuan sosial.

PUANMAKARI di Makassar: Pendidikan hingga Pendampingan Hukum

Di Makassar, program PUANMAKARI (Perempuan Mandiri Anak Percaya Diri) berfungsi sebagai pusat pemberdayaan dan perlindungan perempuan serta anak. Kegiatannya mencakup kelas parenting, pendidikan anak, kelompok belajar perempuan, pelatihan kewirausahaan, hingga pendampingan hukum.

Sejauh ini, program tersebut telah menjangkau 57 anak, 18 perempuan, 14 warga fakir miskin, dan 11 lansia. Warga juga didorong mengembangkan usaha pengolahan hasil laut melalui Dapur Perlawanan, yang memberi nilai tambah pada komoditas yang selama ini dijual mentah.

Posyandu Aster di Pontianak: Omzet Rp2–Rp3,5 Juta per Bulan

Di Pontianak, Posyandu Aster tidak hanya melayani kesehatan. Posyandu ini juga menjadi ruang edukasi, kegiatan lingkungan, dan kewirausahaan sosial bagi warga sekitar.

Lewat CV Aster Kulina Prima, masyarakat — terutama perempuan — memperoleh peluang ekonomi dengan omzet sekitar Rp2 juta hingga Rp3,5 juta per bulan. Pendapatan itu dipakai menopang operasional posyandu sekaligus membuka usaha baru bagi warga yang terlibat.

Mengapa Pendekatan Ini Berbeda

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan pemberdayaan perempuan merupakan bagian penting dari upaya perusahaan membangun masyarakat yang mandiri dan tangguh.

"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai penggerak keluarga dan masyarakat. Karena itu, pemberdayaan perempuan perlu diwujudkan dengan membuka ruang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mengambil keputusan, dan membangun kemandirian ekonomi," ujar Kitty dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 September 2026.

Menurut Kitty, ketiga program tersebut menunjukkan pemberdayaan bisa dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Pendekatannya tidak seragam, karena kondisi ekonomi dan sosial tiap daerah berbeda.

"Kami ingin program CSR Pertamina Patra Niaga tidak berhenti pada bantuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang membuat masyarakat menjadi pelaku utama. Ketika perempuan memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mandiri, manfaatnya akan dirasakan oleh keluarga dan lingkungan di sekitarnya," tuturnya.

Penutup: Bagi Pertamina Patra Niaga, tiga program ini menjadi cara mengaitkan tanggung jawab sosial dengan potensi ekonomi lokal — dari hasil laut di Makassar, layanan kesehatan di Pontianak, hingga tenun di Lombok Tengah. Ukurannya bukan sekadar jumlah penerima manfaat, tetapi apakah warga bisa melanjutkan usaha dan layanan itu sendiri setelah pendampingan berakhir.

Reporter: Yasir