Hari Pertama TEI 2026 Kantongi MoU US$13,2 Miliar, Mendag Yakin Target US$17,5 Miliar Tercapai

Menteri Perdagangan Budi Santoso meninjau stan peserta pada hari pertama Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).
Penulis: Sutomo
Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:02:01 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 membukukan 168 kontrak dagang dan nota kesepahaman senilai US$13,2 miliar atau sekitar Rp236,64 triliun pada hari pertama pameran. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai capaian itu cukup untuk mengejar target total transaksi US$17,5 miliar (sekitar Rp313,77 triliun) hingga pameran berakhir 18 Oktober 2026. Pemerintah masih membidik tambahan transaksi dari sisa empat hari penyelenggaraan di ICE BSD, Tangerang.

Angka tersebut baru berasal dari MoU yang ditandatangani eksportir Indonesia dengan pembeli dari berbagai negara. Budi menyebut capaian itu belum mencakup seluruh potensi transaksi selama TEI ke-41 berlangsung pada 14-18 Oktober 2026.

"Target kita total transaksi selama lima hari ini US$17,5 miliar. Saya yakin pasti tercapai karena pada hari pertama pun sudah dapat transaksi yang cukup bagus," ujar Budi dalam acara TEI ke-41 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (15/10).

Realisasi 2025 Jadi Pembanding Berat

Target tahun ini sebenarnya lebih rendah dibandingkan capaian tahun lalu. Pada 2025, pemerintah menargetkan transaksi lebih dari US$16 miliar, tetapi realisasinya mencapai US$22,8 miliar.

Selisih itu membuat pemerintah masih mengejar peningkatan nilai perdagangan hingga hari terakhir pameran. Budi menjelaskan capaian MoU hari pertama belum menggambarkan keseluruhan transaksi yang berpotensi terjadi.

Permintaan Bahlil: Lampaui Target dan Pangkas Prosedur Ekspor

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya meminta nilai transaksi TEI 2026 melampaui target US$17,5 miliar.

Bahlil juga meminta pemerintah memangkas prosedur teknis yang menghambat ekspor agar produk Indonesia lebih mudah menembus pasar internasional.

Fasilitas Business Matching dan Gencaran UMKM

Pemerintah menyediakan fasilitas business matching untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli. Kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Meta Indonesia, guna membantu UMKM memasarkan produk melalui teknologi digital.

"Era sekarang adalah era digital. Bapak dan Ibu (pelaku UMKM) harus bisa memanfaatkan ini dengan baik. Sekarang eranya discovery commerce, sehingga produk Bapak dan Ibu bisa ditemukan konsumen," ujar Budi.

Budi juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memanfaatkan TEI untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan. Menurutnya, sejumlah pelaku UMKM yang mengikuti pameran telah memperoleh transaksi.

Pasar Domestik Lewat Kemitraan Ritel Modern

Selain membidik pasar ekspor, pemerintah mendorong UMKM memperluas pemasaran di dalam negeri. Salah satu jalurnya melalui pola kemitraan dengan ritel modern dan minimarket agar produk UMKM menjangkau lebih banyak konsumen.

"Kita mengejar pasar ekspor dan dalam negeri. Di dalam negeri, kita juga punya pola kemitraan dengan ritel modern, minimarket, atau bentuk kemitraan lainnya. Sehingga Bapak dan Ibu mempunyai kesempatan yang besar untuk masuk ke pasar domestik," ujar Budi.

Profil Peserta dan Calon Pembeli TEI 2026

Data Kementerian Perdagangan mencatat TEI 2026 diikuti 16.885 calon pembeli terdaftar. Sebanyak 8.092 di antaranya berasal dari luar negeri dan mewakili 134 negara.

Pameran tahun ini menargetkan partisipasi 1.873 peserta pameran dan 30 ribu pengunjung selama lima hari penyelenggaraan.

Reporter: Sutomo