Prabowo Kumpulkan Kabinet di Istana Bogor, Evaluasi Dua Tahun dan Program Asta Cita

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet di Istana Bogor, Jumat (16/10) malam.
Penulis: Yasir
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06:01:05 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Merah Putih di Istana Bogor, Jumat (16/10) malam, untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan dan memantau implementasi program Asta Cita. Rapat berlangsung di tengah sejumlah persoalan yang belum tuntas, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, antrean BBM di Bali, hingga mati lampu di Batam.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyebut pertemuan itu membahas capaian dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Ia menekankan pentingnya kebersamaan di internal kabinet sebagai modal menghadapi tantangan nasional.

"Bersyukur dua tahun ya, Presiden membangun kebersamaan," kata Maruarar usai rapat, seperti dikutip dari Antara.

Hubungan Luar Negeri Jadi Sorotan

Maruarar mengatakan hubungan yang dibangun Indonesia dengan sejumlah negara menjadi salah satu hal penting dalam pemerintahan Prabowo. Ia menyinggung hubungan RI dengan Amerika Serikat, Rusia, dan Cina yang dinilai terjalin baik.

"Persahabatan dengan Rusia berjalan baik, sesuai politik bebas aktif. Dengan Rusia, Amerika, Cina, maupun negara-negara Timur Tengah berjalan baik," katanya.

Sejumlah pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman serta Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah. Hadir pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, dan Wakil Menteri Pertahanan Yusuf Jauhari.

Fokus Rapat: Monitoring Program Asta Cita

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sebelumnya menyatakan pertemuan akan membahas implementasi program Asta Cita. Namun, Viva tidak menjelaskan detail isi pertemuan.

"Tentang monitoring dan pengendalian implementasi program-program Asta Cita di masing-masing kementerian, sesuai tugas pokok fungsinya," kata Viva kepada awak media, Jumat (16/10).

Rapat kabinet digelar saat sejumlah persoalan menuntut penanganan cepat. Kebakaran hutan dan lahan belum kunjung mereda, antrean bahan bakar minyak terjadi di Bali, dan pemadaman listrik melanda Batam.

Tekanan di Pasar Modal

Dari sisi pasar keuangan, lembaga pengelola indeks global MSCI tengah mempertimbangkan menurunkan status pasar modal Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Pertimbangan itu muncul imbas kekhawatiran yang terus berlanjut terkait kelayakan investasi (investability) dan tata kelola pasar saham di Indonesia.

Bagi investor, sinyal dari MSCI menjadi perhatian tersendiri karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar saham domestik. Status emerging market membuat Indonesia masuk dalam berbagai indeks acuan global yang diikuti fund manager internasional. Penurunan status berisiko mengurangi bobot Indonesia di portofolio mereka.

Pertemuan di Istana Bogor menjadi ajang konsolidasi kabinet di tengah tekanan eksternal dan domestik. Arah kebijakan yang diputuskan dalam rapat ini akan menentukan langkah pemerintah menghadapi sisa tahun berjalan, termasuk merespons kekhawatiran investor terhadap tata kelola pasar modal.

Reporter: Yasir