QR Code BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, Pertamina Minta Data Jangan Disebar
INDRAGIRIONE.COM — PT Pertamina (Persero) mengimbau pemegang QR Code BBM Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina agar tidak menyebarkan barcode kepada pihak lain. Imbauan muncul setelah warga Kendari, Atika Harli, menemukan data QR Code miliknya dipakai orang lain saat mengisi bahan bakar di SPBU THR, Rabu (30/9) lalu. Pengguna MyPertamina disarankan rutin mereset barcode setelah pengisian agar data lama tidak bisa dipakai ulang.
PT Pertamina (Persero) mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pemegang QR Code BBM Subsidi Tepat di aplikasi MyPertamina. Masyarakat diminta tidak memberikan barcode kepada siapa pun, termasuk orang terdekat, untuk menutup celah penyalahgunaan oleh oknum pelangsir yang mengeruk keuntungan dari kuota bahan bakar bersubsidi.
Imbauan ini menyusul keluhan Atika Harli, warga Kendari, yang mendapati data QR Code miliknya telah dipakai pihak lain satu jam sebelum ia tiba di SPBU THR, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, Rabu (30/9). Video protesnya ramai di media sosial dan memicu pertanyaan soal seberapa longgar verifikasi di lapangan.
Respons Pertamina Patra Niaga Sulawesi
Pjs. Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya W, menegaskan penjagaan data digital kendaraan menjadi tanggung jawab pemiliknya. Menurut dia, data yang bocor bisa dimanfaatkan oknum untuk membeli BBM subsidi berulang kali.
"Pertamina mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan barcode subsidi tepat kepada siapapun agar barcode tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Okky, Kamis (1/10/2026).
Okky menyarankan pengguna MyPertamina mereset dan memperbarui QR Code setelah mengisi bahan bakar di SPBU. Langkah itu memastikan barcode lama yang terlanjur tersebar tidak bisa dipakai kembali.
"Nanti akan muncul barcode yang baru yang dapat digunakan kembali untuk pembelian BBM Subsidi Tepat," ucapnya.
Operator SPBU Diminta Verifikasi Pelat Nomor
Secara prosedur operasional standar, operator SPBU tetap melayani pengisian bila visual barcode yang dipindai cocok dengan data di sistem Pertamina. Karena itu, kesadaran pemilik kendaraan mengamankan data pribadi disebut menjadi benteng utama pencegahan.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kendari bergerak cepat dengan inspeksi mendadak ke SPBU THR. Kasat Pol PP Kota Kendari, Dasril Yamin, menyatakan pihaknya telah menegur keras manajemen dan seluruh operator agar lebih ketat memverifikasi kesesuaian pelat nomor kendaraan dengan data barcode.
"Kami turun menegur langsung pihak SPBU THR melalui manajer dan seluruh operator untuk tidak melayani pengisian BBM yang tidak sesuai pelat kendaraan dan barcode yang diberikan," tegas Dasril.
Pengawasan terhadap aktivitas pengisian BBM bersubsidi di sejumlah SPBU wilayah Kendari kini diperketat. Sidak menyusul temuan bahwa verifikasi pelat nomor di lapangan belum konsisten dijalankan.
Penyalahgunaan Bukan Kasus Tunggal
Penyalahgunaan barcode BBM subsidi tercatat terjadi di sejumlah daerah. Sebanyak 1.274 nomor polisi kendaraan di Bangka Belitung diblokir karena terindikasi melakukan pembelian berulang tidak wajar.
Kementerian ESDM juga menegaskan kabar kenaikan harga Pertalite menjadi Rp13.500 per liter pada 26 September 2026 adalah hoaks. Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026, sementara harga BBM nonsubsidi mengikuti harga minyak global (ICP).
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok BBM subsidi aman dan mengimbau warga mampu untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. Antrean solar di Sumatra dan Kalimantan disebut lebih karena persoalan distribusi dan pengawasan, bukan kekosongan stok.
Langkah Pengguna MyPertamina
Bagi pemegang QR Code Subsidi Tepat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan:
- Jangan pernah membagikan gambar atau tangkapan layar barcode kepada orang lain, termasuk di media sosial.
- Reset dan perbarui QR Code di aplikasi MyPertamina setelah selesai mengisi bahan bakar di SPBU.
- Pastikan operator memindai barcode yang sesuai dengan pelat nomor kendaraan Anda.
- Simpan aplikasi MyPertamina hanya di perangkat pribadi dan aktifkan pengunci layar.
- Laporkan ke petugas SPBU atau kanal resmi Pertamina bila menemukan data barcode dipakai orang lain.
Pertamina menegaskan verifikasi di SPBU mengacu pada kesesuaian visual barcode dengan data sistem. Pengguna yang menemukan penyalahgunaan dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi Pertamina Call Center 135 atau aplikasi MyPertamina.
Masyarakat juga diingatkan mewaspadai penawaran jasa pengurusan QR Code BBM subsidi oleh pihak tidak resmi. Pendaftaran dan pengelolaan barcode hanya dilakukan lewat aplikasi MyPertamina tanpa biaya tambahan.