Abrasi di Dua Titik Kuala Enok, BPBD Inhil Evakuasi Warga dan Siagakan Tim di Lokasi

Rabu, 17 Juni 2026

Bencana abrasi kembali terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir. Pada Selasa (16/6/2026), dua kejadian abrasi dilaporkan terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, mengakibatkan kerusakan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum.

Berdasarkan hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, kejadian pertama terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di kawasan Pasar Kuala Enok RT 001 RW 001, disusul kejadian kedua sekitar pukul 10.00 WIB di RT 001 RW 006 Jalan Kampung Jawa AEC, Kelurahan Kuala Enok.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, mengatakan abrasi dipicu oleh pengikisan tanah akibat hantaman ombak laut yang diperparah kondisi kontur tanah yang labil.

“Tim BPBD bersama unsur terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan kaji cepat, membantu evakuasi warga terdampak, menyalurkan bantuan bahan makanan pokok, serta melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian susulan,” ujar R. Arliansah.

Dari hasil pendataan sementara, abrasi menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum berupa vihara, jalan umum dan pelabuhan. Selain itu, tercatat sebanyak 13 kepala keluarga (KK) terdampak di dua lokasi kejadian.

Di lokasi RT 001 RW 006 Jalan Kampung Jawa AEC, terdapat tiga rumah yang masuk kategori terancam sehingga penghuni harus mengungsi. Sebanyak dua KK saat ini mengungsi ke rumah keluarga, sementara satu KK menempati rumah negara.

BPBD juga mencatat beberapa bangunan mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat. Estimasi nilai kerusakan sementara di dua lokasi mencapai sekitar Rp320 juta. Meski demikian, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban luka maupun korban jiwa.

R. Arliansah menegaskan, kondisi di lapangan masih berpotensi mengalami perubahan mengingat abrasi susulan masih mungkin terjadi akibat gelombang laut dan karakteristik tanah di kawasan tersebut.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir masih bersiaga di lokasi untuk melakukan pemantauan dan memastikan keselamatan masyarakat. Kami juga mengimbau warga yang berada di sekitar titik abrasi agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas,” tambahnya.

Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kabupaten Indragiri Hilir turut berkoordinasi bersama unsur TNI AL, Polri, pemerintah kecamatan serta perangkat kelurahan setempat.

Data dan perkembangan situasi akan terus diperbarui sesuai hasil pemantauan di lapangan.