Banyak Keluarga Kurang Mampu di Kecamatan Mandah Membutuhkan Uluran Tangan Dermawan

Selasa, 21 September 2021

Indragirione.com,  - Potret masyarakat kurang mampu di wilayah yang dikenal istilah hamparan kelapa dunia Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, sangat nyata. Hari ini potret masyarakat kurang mampu yang jauh kata layak itu berada di parit melitan desa igal kecamatan mandah.

Dua kediaman keluarga di parit melitan desa igal kecamatan mandah Kabupaten Inhil Provinsi Riau. Sangat jauh dari kata layak.

Pertama Khairum tinggal dengan kedua anaknya bernama Putra dan Alvin, Keseharian Khairum adalah kerja serabutan (Kerja kelapa, Nelayan dll) saat ini Khairum tinggal numpang di rumah warga. Namun musibah menerpa mereka beberapa waktu yang lalu rumah mereka terbakar saat khairum pergi bernelayan. Meninggalkan kedua putranya di rumah, Alhamdullah meski rumah terbakar kedua putranya selamat.

Meski sudah terbakar rumah tersebut di perbaiki kembali dengan bahan apadanya dan mereka masih menepati rumah tersebut. 

Kedua Kepala keluarga bernama Herman (kencong) dan istri bernama Hasnah, Kedua pasangan ini memiliki dua putri dan dua putra
Indra wati, Anisa wati, Rama dan Rangga.

Dari potret kehidupan mereka bisa diungkapkan dengan kata memperhatikan, Tinggal dengan 7 orang di dalam rumah berukuran 4.x 7 Meter berdinding setengah dengan kayu lapuk, Sudah bertahun Herman dan keluarga tinggal rumah tersebut.

Di rumah tersebut tak ada yang bisa kita lihat yang namanya lampu listrik, Gas LPG apa lagi barang mewah, Karena mereka mengunakan penerangan dengan lampu colok dan memasak memakai kayu.

Herman bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang sangat tidak menentu, Meski begitu dirinya tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Tak ada kata-kata mau makan ini itu, yang ada apa yang di dapat hari ini itulah yang di makan, Jika habis besok kerja dan beli makanan lagi sesuai dengan berapa uang yang dirinya dapatkan. 

"Saya harus terus bekerja keras membanting tulang mencari nafkah untuk keluarga, karena anak-anak saya masih menganggur dan kecil - kecil. Saya bekerja di laut" sambungnya.

Diakui Herman, untuk sehari-hari keluarganya hidup dalam kekurangan. Karena, tidak punya penghasilan tetap. Alhasil, dia juga mendapatkan belas kasihan warga kampung.

"Kalau buat kebutuhan sehari-hari saya, saya biasanya Menghutang dari warung, bayarnya nanti kalau udah saya udah mendapatkan hasil bernelayan saya. Ya, kalau ada yang mau membantu, saya akan sangat senang sekali," ucap Herman, matanya penuh harapan 21/09/2021.