
TANAH MERAH – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman, SE., MT. turun langsung meninjau lokasi bencana abrasi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (20/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyerahkan bantuan kepada warga terdampak sekaligus memastikan langkah penanganan darurat dan upaya mitigasi bencana dapat segera dilakukan.
Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) V, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Bupati menyambangi warga yang terdampak abrasi di Jalan Nirwana, RT 003/RW 004, Kelurahan Kuala Enok.
Berdasarkan data pemerintah daerah, bencana abrasi yang terjadi beberapa waktu lalu mengakibatkan tujuh rumah rusak berat di Kelurahan Kuala Enok yang dihuni 25 jiwa dari delapan kepala keluarga. Sementara itu, di Desa Sungai Nyiur, abrasi menyebabkan enam rumah mengalami kerusakan berat yang dihuni 17 jiwa dari sembilan kepala keluarga, serta merusak lima fasilitas umum.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Inhil menyalurkan berbagai bantuan berupa uang tunai, makanan siap saji, perlengkapan rumah tangga, hingga dokumen administrasi kependudukan bagi warga terdampak. Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Kabupaten Inhil, Baznas, serta dukungan dari berbagai pihak.
Di hadapan masyarakat, Bupati Herman menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah yang dialami warga. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus hadir memberikan pendampingan dan penanganan bagi masyarakat terdampak.
"Bantuan yang kami serahkan hari ini merupakan bantuan darurat untuk meringankan beban masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan mengusulkan sejumlah wilayah yang rawan abrasi dan bencana lainnya kepada pemerintah pusat agar dapat ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana. Dengan demikian, langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan lebih dini dan lebih komprehensif," ujar Bupati.
Bupati Herman juga menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk terus berkoordinasi dalam penanganan pascabencana, mulai dari pendataan kerusakan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hingga penyusunan langkah-langkah mitigasi guna meminimalkan dampak bencana serupa di masa mendatang.