
Karimun, Indragirione,com, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah secara resmi membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional yang digelar sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal,(10/8)
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, S.Sos., M.M., sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepala Desa Pongkar dan Kepala Desa Pangke, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, para narasumber, serta undangan dan peserta kegiatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut rombongan dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru, dan Malaka, yang terdiri atas pensiunan dosen Institut Pendidikan Guru Batu Pahat, para guru, pelaku usaha, karyawan swasta sektor perbankan, serta mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Sholawat Busyro. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Khairol Ihsan.
Laporan pelaksanaan kegiatan kemudian disampaikan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Ibu Puji Lisanti, S.E., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri tenun tradisional.
Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Ir. H. Ruffindy Alamsjah, M.App.Sc., menyampaikan sambutan terkait pentingnya pengembangan industri tenun tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor industri berbasis potensi dan kearifan lokal.
Dalam arahannya, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah menekankan pentingnya pelestarian tenun tradisional sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah. Pengembangan industri tenun juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang usaha, meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian lokal.
“Pelestarian tenun tradisional bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana budaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Bupati Karimun.
Menurutnya, pengembangan industri tenun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga adat, dunia pendidikan maupun mitra dari luar daerah dan luar negeri.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan pertukaran pengetahuan antara masyarakat Kabupaten Karimun dengan para peserta dari kawasan Johor dan Malaka, khususnya dalam pengembangan keterampilan, budaya dan usaha berbasis kerajinan tradisional.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan industri tenun tradisional di Kabupaten Karimun semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Usai sambutan dan arahan Bupati Karimun sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, narasumber, peserta, serta rombongan dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru dan Malaka.
Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri tenun tradisional dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karimun.