
INDRAGIRIONE.COM, - Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) himbau pada masyarakat tentang bahaya boraks dan formalin bagi kesehatan dalam kegiatan penyuluhan Keamanan Pangan bagi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di Kabupaten Indragiri Hilir.
Kepala Dinas Kesehatan Inhil Rahmi Indrasuri, menjelaskan, Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia tetraborat yang berbentuk kristal lunak. Boraks bila dilarutkan dalam udara akan berubah menjadi natrium hidroksida dan asam borat.
"Boraks ini sering disalahgunakan antara lain sebagai pengawet pada makanan seperti bakso dan empek-empek serta perenyah pada kerupuk. Bahayanya yaitu dapat mengganggu susunan saraf pusat, ginjal,"Ujar Rahmi Indrasuri saat dikonfirmasi awak media, Senin (13/08/24).
Lanjut, Formalin adalah larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menyengat. Dalam larutan formalin terkandung sekitar 37% formaldehid dalam udara dan termasuk kelompok dengan rumus kimia HCHO.
"Formalin biasanya disalahgunakan sebagai pengawet makanan seperti tahu, mie basah, ikan asin, ikan segar dan ayam potong. Dan berdampak buruk bagi kesehatan jika tertelan, formalin dapat menyebabkan rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan, jika terhirup, uap formalin sangat berbahaya, dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker hidung, formalin juga dapat menyebabkan kelainan genetika pada manusia," paparnya.
Untuk itu ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli dan menggunakan produk untuk menghindari gangguan kesehatan akibat bahan berbahaya seperti boraks dan formalin.