
Mahasiswa dan aparatur Desa Sungai Tengah berfoto bersama. (foto: mahasiswa Kukerta Unri)
INDRAGIRIONE.COM, SIAK - Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Riau (Unri) yang saat ini tengah melakukan kuliah kerja nyata (Kukerta) di Desa Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa tersebut.
Dengan kegiatan yang bertajuk “Optimalisasi Pelayanan Publik melalui Penyediaan Layanan Informasi di Kantor Desa serta Media Saran dan Kritik Digital Berbasis QR Code sebagai Sarana Evaluasi”, para mahasiswa berharap pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal dan dapat dengan mudah diakses.
"Ini sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Desa Sungai Tengah dalam memberikan pelayanan yang lebih informatif, mudah diakses, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," Suci Dwipayana Rahmadhani mahasiswi Kukerta kepada media ini, Minggu (26/7/2026).
Menurut Suci, salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memasang banner layanan informasi di Kantor Desa Sungai Tengah. Banner tersebut memuat berbagai informasi mengenai pelayanan administrasi yang dapat diurus oleh masyarakat, seperti pembuatan surat keterangan domisili, surat keterangan usaha, surat keterangan tidak mampu, surat pengantar KTP dan Kartu Keluarga (KK), surat pengantar nikah, surat keterangan kelahiran, surat keterangan kematian, legalisasi dokumen, serta berbagai layanan administrasi desa lainnya.
Selain itu, banner juga dilengkapi dengan informasi mengenai persyaratan dokumen yang harus dipersiapkan untuk setiap jenis pelayanan, sehingga masyarakat dapat mengetahui kebutuhan administrasi sebelum datang ke kantor desa.
Tidak hanya menyediakan informasi pelayanan secara langsung (offline), mahasiswa Kukerta juga menghadirkan layanan informasi secara digital (online). Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai persyaratan, prosedur, maupun jadwal pelayanan dapat menghubungi WhatsApp resmi Kantor Desa Sungai Tengah atau mengirimkan pertanyaan melalui email resmi desa.
Dengan adanya layanan ini masyarakat tidak perlu selalu datang ke kantor desa hanya untuk menanyakan informasi, sehingga pelayanan menjadi lebih praktis, cepat, dan efisien.
Sebagai bentuk peningkatan partisipasi masyarakat dalam evaluasi pelayanan publik, mahasiswa Kukerta juga membuat media saran dan kritik digital berbasis QR Code yang ditempatkan di area pelayanan Kantor Desa dan dapat dipindai menggunakan telepon genggam.
Setelah dipindai, masyarakat akan diarahkan ke formulir digital yang berisi beberapa pertanyaan mengenai pengalaman mereka selama menerima pelayanan.
"Melalui formulir tersebut, masyarakat dapat menyampaikan kritik, saran, maupun masukan secara mudah, cepat, dan kapan saja," pungkasnya. (Rudi)