Jangan Salah! MBG Bukan Makan Siang, Tapi Makan Bergizi

Jumat, 23 Januari 2026

Desi, narasumber dari Persagi mengajukan pertanyaan kepada perwakilan peserta sosialisasi makan bergizi dan seimbang, Rabu (21/1/2026). (foto: Rudi Chan)

INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) Polres Bengkalis dan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPC-PERSAGI) Kabupaten Bengkalis mensosialisasikan tentang makan bergizi gratis (MBG) kepada pelajar SMAN 1 Bengkalis, Selasa (21/1/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah  SMAN 1 Nurhadi, Ketua dan pengurus DPC PERSAGI Rita Puspita dkk, Pengelola SPPG MBG Polres Bengkalis Wanni Afriani, Mitra SPPG MBG Polres Bengkalis Chandra dan Andi serta puluhan siswa.

Kepsek SMAN 1, Nurhadi dalam sambutannya mengingatkan para siswa yang sengaja dipilih untuk mengikuti sosialisasi tentang MBG agar serius mendengarkan apa yang disampaikan narasumber.

Bahkan Nurhadi mengimbau agar para siswa tidak segan dan malu untuk bertanya kepada narasumber agar pulang punya ilmu tentang asupan gizi yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan.

Untuk itu, baik Nurhadi maupun narasumber mengingatkan kepada siswa selaku penerima MBG agar memahami bahwa porsi MBG bukanlah untuk makan siang, tapi makan bergizi. 

"Ingat anak-anak MBG bukan makan siang. Kalau makan siang tak cukup, porsinya harus lebih banyak. Tapi, MBG makan bergizi, ya anak-anak," kata Nurhadi.

Sementara Desi narasumber dari PERSAGI menjelaskan bahwa PERSAGI merupakan organisasi profesi tunggal bagi ahli gizi di Indonesia. PERSAGI yang berdiri sejak 1957 lalu, berfungsi sebagai wadah pengembangan pengetahuan, keterampilan, etika, serta standar profesi Gizi nasional, independen, dan nirlaba, demi meningkatkan mutu gizi masyarakat.  PERSAGI, ungkapnya, berusaha mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui gizi optimal, seperti tema Hari Gizi Nasional 2026 "Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045" menunjukkan komitmennya pada kesehatan bangsa.

Saat ini, ungkap Desi, masih banyak anak sekolah yang stunting (mengalami gangguan pertumbuhan) dan anemia gizi (kekurangan zat besi). Bagi remaja putri anemia gizi akan berpengaruh saat hamil. Kemudian gizi salah atau tidak seimbang, dimana anak obesitas karena suka makanan siap saji, seperti mie, spaghetti, pizza dll.

"Makan bergizi tersebut seimbang. Cukup karbohidrat, protein dan buah-buahan. Sajian MBG adalah makan seimbang dan bergizi," kata Desi memuji program MBG presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Wanni Afriani selaku penanggungjawab dapur SPPG MBG Polres Bengkalis meminta kepada siswa untuk aktif memberi masukan maupun kritik terhadap sajian yang diberikan agar lebih baik lagi.

Salah satu yang keluhkan siswa beberapa waktu lalu, dimana ompreng (wadah tempat makanan) MBG berbahu deterjen akibat kurang bersih saat pencucian.

"Jika menemukan hal-hal yang kurang bagus silahkan adik-adik menyampaikan ke IG SPPG MBG milik kami, jangan melalui media sosial seperti Facebook milik adik-adik," Wanni Afriani yang mengaku tidak anti kritik.

Saat ini setiap hari dapur SPPG MBG Polres Bengkalis menyiapkan 3.045 porsi MBG untuk siswa, guru, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang telah ditentukan Badan Gizi Nasional.

"Kami setiap hari harus menyiapkan 3.045 porsi MBG untuk siswa, guru, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui dan balita," kata Wanni Afriani. (Rudi)