
INDRAGIRIONE.COM,INHIL - Imunisasi Anak merupakan sebuah program pemberian vaksin kepada anak untuk mencegah penularan penyakit berbahaya. Setiap anak yang baru dilahirkan wajib mendapatkan vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuhnya.
Pasalnya, di masa-masa awal kehidupan anak, sistem imun masih sangat rentan dan belum sekuat orang dewasa. Apalagi di masa-masa pandemi seperti sekarang, imunisasi tentu sangat penting untuk memperkuat daya tahan tubuh anak.
Kadinkes Inhil, Rahmi Indrasuri, menyampaikan, program imunisasi dasar anak sangat penting guna melindungi anak dari risiko penularan penyakit serius di masa mendatang.
"Jika Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, imunisasi dasar anak dilakukan sesuai usianya," Ujarnya, Jumat (5/7/24).
Berikut jadwal imunisasi dasar lengkap untuk bayi usia 0-9 bulan.
Bayi baru lahir (usia kurang dari 24 jam): imunisasi hepatitis B (HB-1) dan polio-0.
Usia 1 bulan: BCG.
Usia 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1, hepatitis 2, rotavirus, PCV.
Usia 3 bulan: DTP-HiB 2, polio 2, hepatitis.
Usia 4 bulan: DTP-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus.
Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1, rotavirus 3 (pentavalen).
Usia 9 bulan: Campak atau MR.
Pemberian imunisasi tepat jadwal penting dilakukan untuk memastikan efektivitas vaksin. Apabila imunisasi anak harus ditunda, sebaiknya jangan sampai melewati jadwal yang telah direkomendasikan. Terdapat pilihan imunisasi kejar atau catch-up immunization untuk mengejar atau melengkapi imunisasi yang tertunda.
Beragam Manfaat Imunisasi untuk Kesehatan Si Kecil
Supaya ayah dan ibu lebih memahami pentingnya imunisasi pada anak, berikut manfaat dari masing-masing vaksin yang dianjurkan untuk diberikan pada anak:
1. Vaksin Hepatitis B
Hepatitis B adalah penyakit yang menyerang organ hati akibat infeksi virus hepatitis B. Pada kasus yang kronis, hepatitis B bisa menyebabkan gagal hati, kanker, atau jaringan parut. Pemberian vaksin hepatitis B mampu mencegah penularan hepatitis B dan komplikasinya.
2. Vaksin DTP
Ini merupakan vaksin kombinasi yang bisa mencegah ketiga penyakit mematikan yaitu, difteri, tetanus, dan pertusis. Difteri adalah penyakit yang dapat membuat bayi kesulitan bernapas, lumpuh, dan mengalami gagal jantung.
Sedangkan, tetanus dapat menyebabkan kaku otot dan mulut mengunci. Sementara pertusis adalah batuk rejan yang dapat menimbulkan batuk sangat parah hingga tak bisa bernapas.
3. Vaksin BCG
Bacille Calmette-Guerin (BCG) merupakan vaksin yang mengandung bakteri Mycobacterium bovis yang sudah dilemahkan. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah serangan penyakit tuberkulosis (TB) yang terkadang juga bisa berkembang menjadi meningitis.
4. Vaksin Polio
Poliomyelitis atau polio merupakan penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen. Virus polio sangat menular, sehingga orang tua wajib untuk memberikan imunisasi polio pada anak.
5. Vaksin Hib
Infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dapat menyebabkan meningitis, infeksi telinga, paru-paru, darah sampai persendian. Vaksin ini wajib diberikan pada bayi dan anak-anak sampai usia 5 tahun.
6. Vaksin MR
Measles and Rubella atau campak dan rubella adalah dua penyakit yang sangat menular dan mematikan. Campak dapat menyebabkan demam tinggi dan ruam.