
INDRAGIRIONE.COM,INHIL - Program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) di Desa Seberang Sanglar, Kecamatan Reteh, telah berhasil menginspirasi siswa SDN 006 Sanglar untuk memulai langkah pertama dalam kewirausahaan yang ramah lingkungan.
Ferdiansyah,Fahira,Indrasari,Elsa,Ainun, Hanza, dan Azizah memperkenalkan teknik "ecoprint" kepada 29 siswa kelas 6, di mana mereka diajarkan untuk pemberian warna pada totebag dengan pewarnaan alami menggunakan daun, bunga, dan akar tumbuhan.Melalui kegiatan yang diadakan pada Senin, 22 Juli 2024, sembilan mahasiswa Kukerta Unri yang terdiri dari Andre, Ervan.
Ketu Kelompok KKN Andre Sugandha Hutapea mengatakan," Teknik ecoprint ini tidak hanya mengajarkan keterampilan kreatif, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Anak-anak tersebut belajar langsung dari proses pemilihan bahan hingga teknik fiksasi agar hasil karya mereka tahan lama.
"Ecoprint sendiri adalah salah satu teknik pewarnaan yang menggunakan bahan-bahan alami diantaranya seperti daun, bunga, batang, hingga akar tumbuhan sehingga dalam penggunaannya tidak menghasilkan limbah berbahaya bagi lingkungan.
Dibawah bimbingan Bapak Hendra Taufik, S.T., M.Sc., Kukerta UNRI juga berhasil mencuri perhatian pada ajang MTQ ke-50 se-Kecamatan Reteh, di mana totebag hasil karya siswa dipamerkan dan mendapatkan banyak pujian dari pengunjung. Puncaknya, totebag-totebag ini dipamerkan di stand Desa Seberang Sanglar pada MTQ ke-50 se-Kecamatan Reteh. Pengunjung pun dibuat terkesima.
HJ. Siti Hafida, kepala sekolah SDN 006 Sanglar mengatakan, Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta Unri ini, Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan baru, tapi juga membuka wawasan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan potensi wirausaha sejak dini."
Sementara itu, Khamarudin Kepala Desa Seberang Sanglar, menyambut positif program ini, Awalnya saya kira ini hanya kegiatan pengisi waktu liburan, Namun setelah melihat antusiasme anak-anak dan kualitas produk yang dihasilkan, saya yakin ini bisa menjadi cikal bakal industri kreatif di desa kami. Kami berharap bisa mengembangkan potensi ini lebih lanjut setelah program Kukerta selesai."
"Kegiatan ini bukan sekadar workshop biasa. Ini adalah cikal bakal wirausahawan muda yang peduli lingkungan. Siapa sangka, dari Desa Seberang Sanglar, akan lahir 'eco-preneurs' masa depan.
"Bayangkan, anak-anak usia SD kini bisa mengubah daun dan bunga menjadi karya seni yang bisa di pakai" ujar Andre Sugandha Hutapea, Ketua Kukerta Reguler Unri, saat ditemui di lokasi kegiatan.
"Ecoprint ini seperti mencetak keindahan alam di atas kain. Setiap totebag yang dihasilkan punya motif yang berbeda, tergantung daun atau bunga yang digunakan" jelas Fahira Ismail, salah satu mahasiswa Kukerta Unri.
Bukan hanya teori, para siswa juga langsung praktik membuat totebag ecoprint. Mulai dari memilih bahan, menyusun komposisi, hingga proses "fiksasi" agar warna lebih tahan lama. Semangat dan antusiasme terpancar dari wajah-wajah mungil para siswa.
"Saya tidak menyangka bisa membuat tas sebagus ini dari daun-daunan," ucap Zahra, salah satu siswa, sambil memamerkan hasil karyanya. Dan siswa lainnya juga mengatakan, "Setelah ini kita coba buat di rumah yuk, dan kemudian mencoba menjualnya," ucap Irza.
Dengan kegiatan kreatif seperti ini, Kukerta Universitas Riau membuktikan bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari selembar kain dan beberapa helai daun.Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Unri tidak hanya memberikan kontribusi nyata pada komunitas, tetapi juga menanamkan semangat untuk menjadi 'eco-preneurs' atau wirausahawan yang peduli lingkungan di masa depan.Dengan kegiatan kreatif seperti ini, Kukerta Universitas Riau membuktikan bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal-hal kecil, bahkan dari selembar kain dan beberapa helai daun.