
Karimun, Indragirione,com, Keteguhan dan konsistensi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun dalam memagari eksistensi kekayaan khazanah lokal di tengah gempuran modernisasi digital membuahkan apresiasi tertinggi di panggung nasional.
Bertempat di Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin, 25 Mei 2026, jajaran otoritas Bumi Berazam resmi menerima anugerah prestisius bertajuk “Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2026”.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, kepada Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, sebagai bentuk pengakuan atas kesuksesan kepemimpinan Bupati Iskandarsyah dan Wabup Rocky dalam merawat keberlanjutan bahasa ibu.
Capaian monumental ini menempatkan Kabupaten Karimun ke dalam kelompok elit yang hanya beranggotakan 27 daerah pelopor se-Indonesia, terdiri atas 1 gubernur serta 26 bupati dan wali kota.
Tim penilai kementerian menegaskan keunggulan mutlak Karimun berada pada aspek strategi pelestarian yang tidak sekadar kosmetik atau seremonial belaka, melainkan telah diikat oleh payung hukum yang kuat.
Fondasi utama penilaian tersebut bertumpu pada terbitnya Surat Edaran Bupati Karimun Nomor: 100.34/DISDIKBUD/0853/2026 yang secara masif mewajibkan pengajaran Bahasa Melayu sebagai mata pelajaran Muatan Lokal (Mulok) di seluruh jenjang pendidikan formal, mulai dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Karimun.
Usai menerima trofi penghargaan yang didasarkan pada Surat Undangan Resmi Mendikdasmen RI Nomor: 10498/B/MDM/BS.00.02/2026 tersebut, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole memaparkan bahwa esensi merawat kebudayaan di wilayah perbatasan laut internasional memiliki korelasi linear dengan ketahanan kedaulatan NKRI.
Bahasa Melayu dipandang sebagai benteng pertahanan identitas yang tidak tergantikan dari penetrasi budaya asing. Pemkab Karimun berkomitmen penuh meruntuhkan stigma kuno agar Bahasa Melayu dapat dikemas secara menyenangkan dan kekinian bagi kalangan Generasi Z serta Generasi Alpha, sehingga ragam bahasa daerah ini tidak berakhir tragis sebagai arsip usang yang membisu di rak-rak perpustakaan.
Keberhasilan luar biasa ini ditopang oleh eksekusi matang Formula Tiga Pilar Kebudayaan Karimun. Skema tersebut meliputi Jalur Struktural dan Akademik lewat integrasi kurikulum sekolah, Jalur Sektoral dan Ekonomi melalui penyelenggaraan festival adat berkala serta percepatan pembangunan Kawasan Kampung Budaya berbasis pariwisata kreatif, hingga Jalur Komunal yang menerapkan prinsip kolaborasi pentahelix melibatkan Lembaga Adat Melayu (LAM), seniman, dan akademisi.
Pasca-penghargaan ini, Dinas Pendidikan diperintahkan mengawal totalitas implementasi modul ajar di lapangan, sementara Dinas Pariwisata diinstruksikan segera memasukkan Kampung Budaya ke kalender pelesir resmi daerah guna menarik kunjungan pelancong mancanegara.
Berbudaya Kampung Budaya Kepri Mendikdasmen Abdul Mu'ti Muatan Lokal Bahasa Melayu Penghargaan Kebudayaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah 2026 Wabup Rocky Marciano Bawole