
KOTA BARU RETEH, RIAU – Lambatnya pengerjaan rehabilitasi Jembatan Parit Tuanbrack di Kelurahan Kota Baru Reteh, Kecamatan Keritang, menuai keluhan keras dari masyarakat setempat. Jembatan yang berada di ruas jalan provinsi Riau penghubung Kemuning – Kota Baru Reteh tersebut hingga kini tak kunjung rampung, hingga mengganggu mobilitas harian dan perekonomian warga.
Masyarakat merasa sangat dirugikan atas kelambatan pembangunan infrastruktur vital ini. Akses transportasi, angkutan umum, hingga lalu lintas angkutan barang yang membawa hasil panen warga terhambat secara signifikan. Kondisi ini memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau bertaruh risiko melintasi jalur yang belum selesai secara maksimal.
Tokoh/perwakilan masyarakat Kota Baru Reteh, Mu’amar AR, menyampaikan kekecewaannya terkait kinerja pelaksana proyek yang dinilai jauh dari target tenggat waktu awal. Menurut kesepakatan dan janji awal di lapangan, pengerjaan rehabilitasi jembatan tersebut seharusnya dapat diselesaikan dalam kurun waktu 10 hari.
"Pekerjaan ini terkesan lamban dan tidak memperhitungkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Jalur ini adalah urat nadi kami, tempat melintasnya angkutan umum hingga mobil yang membawa hasil panen warga. Kalau terlambat seperti ini, masyarakat yang paling dirugikan. Seharusnya rehab ini selesai dalam 10 hari saja," tegas Mu’amar AR.
Masyarakat Kecamatan Keritang mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau serta pihak kontraktor, untuk segera turun tangan memacu percepatan pengerjaan jembatan tersebut. Peningkatan pengawasan dinilai sangat krusial agar akses utama warga dapat segera kembali normal tanpa mengorbankan kualitas bangunan.