Puting Beliung Disertai Hujan Menerjang Desa Api-api, Sejumlah Bangunan Rusak

Ahad, 07 Juni 2026

Sejumlah bangunan porak poranda akibat diterjang angin puting beliung di Parit Satu, Desa Api-api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (07/06/2026). (foto: Istimewa/Rudi Chan)

INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS - Angin kencang puting beliung yang disertai hujan menerjang Parit Satu, Desa Api-api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu (07/06/2026). Akibatnya, sejumlah bangunan yang ada di desa tersebut porak poranda. 

Angin kencang yang terjadi Minggu pagi sekira pukul 08.00 WIB itu membuat masyarakat di sekitar kawasan sontak ketakutan. Karena, selain material bangunan yang beterbangan ke udara, sejumlah  pohon juga tumbang di beberapa titik. 

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi salah satu sekolah yang konon adalah SMPN 1 Bandar Laksamana, rusak berat setelah diterjang angin. Kerusakan yang ditimbulkan menyisakan pemandangan memilukan. Fasilitas pendidikan yang tiap hari digunakan siswa untuk menimba ilmu kini tinggal puing.

Camat Bandar Laksamana, Rizki Afriandi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya , pemerintah kecamatan bersama instansi terkait sudah meninjau lokasi terdampak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran dan pihak terkait untuk fokus membantu membersihkan pohon-pohon yang tumbang akibat angin puting beliung,” ujar Rizki saat dikonfirmasi.

Pembersihan ini diutamakan, karena pohon tumbang tersebut sempat menghambat aktivitas transportasi warga di beberapa titik.

“Alhamdulillah, untuk lalu lintas jalan saat ini sudah berjalan sebagaimana mestinya setelah dilakukan penanganan terhadap pohon yang tumbang,” tambahnya.

Terkait kemungkinan adanya korban jiwa maupun korban luka, Rizki mengatakan pihaknya belum dapat memastikan, karena proses pemeriksaan masih berlangsung di tengah cuaca yang belum sepenuhnya membaik.

Hingga berita ini diterbitkan, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Bandar Laksamana. Pemerintah kecamatan bersama instansi terkait terus melakukan pendataan kerusakan dan pemantauan terhadap warga serta fasilitas yang terdampak bencana. (Rudi)