
INHU – Peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Kelayang kembali diungkap aparat kepolisian. Berbekal informasi masyarakat, personel Polsek Kelayang Polres Indragiri Hulu menggerebek sebuah rumah toko (ruko) di Desa Simpang Kota Medan dan mengamankan seorang pria terduga pengedar sabu, Rabu (15/7/2026) malam sekitar pukul 19.30 WIB.
Terduga pelaku yang diamankan berinisial SHP alias Putra. Dari tangan pelaku, polisi menyita belasan paket sabu beserta sejumlah barang bukti lain yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika.
Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran mengatakan, pengungkapan ini berawal dari keresahan masyarakat terhadap dugaan aktivitas transaksi narkotika di kawasan tersebut.
"Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Kelayang IPTU Rudi Syahputra, S.H., M.H. memerintahkan Kanit Reskrim bersama personel untuk melakukan penyelidikan. Setelah dipastikan kebenarannya, tim langsung bergerak ke lokasi," jelas Misran.
Saat digerebek, SHP alias Putra berada di dalam kamar ruko. Dalam interogasi awal, pelaku mengakui keterlibatannya dan menunjukkan lokasi penyimpanan barang haram tersebut.
Petugas menemukan 1 paket sabu kecil di bawah kasur. Penggeledahan berlanjut dan ditemukan 10 paket sabu lainnya di dalam kotak rokok yang disimpan dalam tas pakaian warna hijau-hitam motif kotak.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan 1 paket sabu berukuran besar yang disembunyikan di dalam kemasan botol permen karet merek Happydent, serta 1 unit timbangan elektrik di dalam tas pakaian warna krem motif kotak. Seluruh barang tersebut diakui milik pelaku.
Hasil tes urine terhadap pelaku dinyatakan positif Methamphetamine.
"Seluruh barang bukti beserta terduga pelaku telah diamankan di Polsek Kelayang dan selanjutnya dilimpahkan ke Satresnarkoba Polres Indragiri Hulu untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar Misran.
Polres Inhu mengapresiasi peran aktif masyarakat yang berani memberikan informasi. "Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi kunci menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba," tutupnya.