TMMD 129 Bojonegoro Gelar Pelatihan Kewirausahaan, Dorong Lahirnya UMKM Baru di Kedungadem

Jumat, 24 Juli 2026

BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, terus menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur desa, program TMMD juga menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan lewat kegiatan Sosialisasi Pelatihan Keterampilan dan Kewirausahaan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Pasca Program Jatim Puspa.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Balai Desa Kesongo ini dalam rangka menunjang program TMMD ke- 129, Kamis (23/7/2026).

Adapun sosialisasi dan pelatihan ini diikuti para penerima manfaat Program Jatim Puspa dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Kedungadem.

Mereka mendapatkan bekal keterampilan mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus pengetahuan tentang pengembangan usaha agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga.

Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMD Kabupaten Bojonegoro, M. Agus Alim, SE, menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan Program Jatim Puspa yang berorientasi pada pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, bantuan yang telah diberikan pemerintah harus diikuti dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar usaha yang dirintis dapat berkembang dan tidak berhenti di tengah jalan.

"Pelatihan ini bertujuan memberdayakan perempuan-perempuan hebat di wilayah Kecamatan Kedungadem. Kami ingin memberikan pengetahuan, keterampilan, sekaligus semangat berwirausaha agar usaha yang sudah berjalan semakin berkembang," ujarnya.

Agus menjelaskan, Dinas PMD Kabupaten Bojonegoro tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan penerima manfaat memiliki kemampuan mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan berbagai peluang usaha baru yang dapat dikembangkan sesuai potensi desa masing-masing.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh bisa menjadi motivasi untuk mengembangkan usaha maupun membuka usaha baru, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," tambahnya.

Dalam pelatihan kali ini, peserta diajak memanfaatkan hasil pertanian lokal yang melimpah menjadi produk olahan dengan nilai tambah.

Pemilik Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan SSwaday (P4S) Gading, Kristianingsih atau yang akrab disapa Kristin Gading, menjadi narasumber sekaligus instruktur pelatihan.

Ia mengajarkan peserta membuat donat berbahan dasar waluh (labu kuning) serta nagasari berbahan pisang, dua komoditas yang mudah ditemukan di wilayah Kesongo.

Kristin mengatakan pemanfaatan bahan baku lokal menjadi strategi efektif untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.

"Harapannya, peserta mampu memanfaatkan hasil pertanian lokal yang melimpah. Saat panen raya harga sering turun, sehingga melalui produk olahan ini nilainya bisa meningkat dan pendapatan keluarga juga bertambah," jelasnya.

Dia mengaku terkesan, dengan semangat para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, Desa Kesongo memiliki potensi pertanian yang besar sehingga sangat memungkinkan lahirnya UMKM baru berbasis pangan lokal.

"Peserta sangat antusias. Saya berharap masyarakat terus memanfaatkan potensi pangan lokal sehingga petani semakin sejahtera dan UMKM desa semakin berkembang," tuturnya.

Ditempat yang sama, Camat Kedungadem, Sahlan, menegaskan, kegiatan TMMD merupakan program pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, bukan hanya pembangunan fisik semata.

Dirinya menyebut, keterlibatan seluruh elemen desa menjadi kunci keberhasilan TMMD dalam menciptakan desa yang maju dan mandiri.

"TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi juga membangun kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ekonomi masyarakat," katanya.

Sahlan mengungkapkan, kawasan di sekitar Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kesongo ke depan akan dikembangkan menjadi rest area yang diharapkan mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.

Keberadaan rest area tersebut dinilai membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, terutama kaum perempuan, untuk memasarkan aneka produk kuliner maupun hasil olahan pangan lokal.

Karena itu, ia mendorong peserta pelatihan agar terus meningkatkan kualitas produk, termasuk dari sisi kemasan dan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

"Kalau sudah menerima bantuan program Jatim Puspa, manfaatkan sebaik mungkin. Produk harus terus dikembangkan, termasuk kemasannya supaya menarik dan mudah dikenal konsumen," pesannya.

Sementara itu, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan, pelaksanaan TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan berbagai pihak, TMMD di Desa Kesongo diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, serta memiliki daya saing melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Dengan sinergi pembangunan fisik dan pemberdayaan ekonomi tersebut, TMMD ke-129 menjadi bukti bahwa membangun desa bukan hanya menghadirkan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga membuka peluang lahirnya wirausaha baru yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.