
INDRAGIRIONE.COM, PEKANBARU - Komisi I DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto, Selasa (31/3/2026), sekaligus membahas sejumlah isu strategis, terutama terkait infrastruktur jalan dan aspirasi masyarakat hasil reses.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana Hari Raya Idul Fitri ini menjadi momentum mempererat hubungan antara legislatif dan eksekutif, sekaligus ruang diskusi berbagai persoalan daerah.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Riau Nur Azmi Hasyim, didampingi Sekretaris Komisi I M. Amal Fathullah, serta anggota Komisi I lainnya, yakni Hardianto, Ayat Cahyadi, Andi Darma Taufik, Zulaikhah, dan Ade Firmansyah.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, salah satu isu utama yang dibahas adalah kondisi Jalan Jenderal Sudirman di Kota Pekanbaru yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Nur Azmi Hasyim mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali berkoordinasi dengan PT Pertamina Hulu Rokan terkait persoalan tersebut. Dari hasil pemetaan terbaru, diketahui bahwa permasalahan Jalan Sudirman memiliki karakteristik yang sama dengan sejumlah ruas jalan lainnya.
“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan secara instan, karena membutuhkan proses dan penanganan yang komprehensif,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Komisi I mendorong dilakukannya pemetaan bersama lintas pihak untuk mengidentifikasi titik-titik jalan yang terdampak secara langsung, sebagai dasar penanganan yang lebih terarah.
Selain itu, Sekretaris Komisi I M. Amal Fathullah turut menyoroti kondisi jalan rusak dan terjal di kawasan Bukit Keramat, tepatnya di akses pintu masuk tol. Ia menilai, meski telah menjadi kewenangan provinsi, penanganan di lapangan masih belum optimal.
“Jalan ini sangat penting sebagai akses penghubung dari Rokan Hulu menuju 13 Koto Kampar. Kondisinya yang curam dan rusak tentu membahayakan pengguna,” jelasnya.
Sementara itu, Andi Darma Taufik dari daerah pemilihan Indragiri Hilir menyampaikan aspirasi masyarakat terkait peningkatan infrastruktur jalan, khususnya akses menuju Pelalawan yang dinilai krusial dalam mendukung aktivitas ekonomi.
“Perbaikan infrastruktur jalan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah pesisir dan kawasan industri,” katanya.
Anggota Komisi I lainnya, Hardianto, juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Riau.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengakui bahwa pemerintah daerah saat ini tengah menghadapi tantangan, terutama dari sisi keterbatasan anggaran.
“Kita butuh dukungan semua pihak untuk menyelesaikan persoalan daerah, termasuk keterbatasan anggaran yang mencapai ratusan miliar rupiah,” ujarnya.
Menjelang akhir pertemuan, Komisi I turut menyampaikan aspirasi masyarakat terkait layanan penyeberangan Roro Dumai–Rupat yang dinilai masih perlu pembenahan, baik dari sisi armada, infrastruktur pendukung, maupun sistem pelayanan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat koordinasi antara DPRD dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong lahirnya solusi nyata atas berbagai persoalan masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur dan pelayanan publik di Provinsi Riau. (Galeri Foto)