<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://www.indragirione.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://www.indragirione.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Dugaan Kasus Penipuan Dan Penggelapan Rp 300 Juta,  Mengendap Di Polres Bengkalis, Tanpa Ada Kejelasan.</title><link>https://www.indragirione.com/2026/05/dugaan-kasus-penipuan-dan-penggelapan-rp-300-juta--mengendap-di-polres-bengkalis-tanpa-ada-kejelasan</link><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Bengkalis, Indragirione,com, Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan senilai *Rp300 juta* yang dilaporkan Muhammad Holik ke Polres Bengkalis diduga belum ditindaklanjuti. Laporan bernomor STLP/08/IV/RES.1.11/2026/Reskrim/Polres Bengkalis resmi diterima Jumat, *13 Maret 2026 pukul 15.19 WIB*, namun hingga Kamis, 29 Mei 2026 belum ada kejelasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;STPLP yang ditandatangani Brigadir Polisi Dua Ade Fransiskus atas nama Kasat Reskrim itu mencatat peristiwa terjadi Februari 2026. Artinya, perkara kerugian besar itu sudah mengendap *2,5 bulan* tanpa SP2HP ataupun pemanggilan saksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya konfirmasi Tim kepada penyidik yang menangani LP tersebut tidak mendapat respon. Pesan dan telepon masuk seolah diabaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Rugi Rp300 juta, LP sudah resmi sejak 13 Maret, tapi sampai sekarang nggak ada kabar. Saya ini korban 2 kali: ketipu, terus dilupain pas ngadu,&quot; ujar Muhammad Holik kepada redaksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi ini berpotensi melanggar Perkapolri No 6 Tahun 2019. Penyidik wajib kirim SP2HP ke pelapor tiap 30 hari sekali. Seharusnya pelapor sudah terima SP2HP 2x.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya konfirmasi Tim kepada Bripda Ade Fransiskus selaku penyidik yang bertanda tangan di STPLP sudah dilakukan via WhatsApp pada Kamis, 29 Mei 2026. Namun hingga berita ini ditayangkan, pesan centang dua &amp;nbsp;tersebut belum mendapat balasan,Tim membuka ruang hak jawab seluas&#45;luasnya kepada Polres Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Publik Bengkalis kini menunggu. Apakah Rp300 juta rakyat akan segera diproses, atau terus jadi arsip berdebu di meja penyidik.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/71913720960-img-20260529-wa0081.jpg"/><pubDate>Sat, 30 May 2026 01:02:05 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/05/dugaan-kasus-penipuan-dan-penggelapan-rp-300-juta--mengendap-di-polres-bengkalis-tanpa-ada-kejelasan</guid></item><item><title>Laporan Dugaan Penipuan Dan Penggelapan Rp 300 Juta Mengendap Di Polres Bengkalis Tanpa Ada Kejelasan.</title><link>https://www.indragirione.com/2026/05/laporan-dugaan-penipuan-dan-penggelapan-rp-300-juta-mengendap-di-polres-bengkalis-tanpa-ada-kejelasan</link><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Bengkalis,Indragirione.com, &amp;nbsp;Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan senilai *Rp300 juta* yang dilaporkan Muhammad Holik ke Polres Bengkalis diduga belum ditindaklanjuti. Laporan bernomor STLP/08/IV/RES.1.11/2026/Reskrim/Polres Bengkalis resmi diterima Jumat, *13 Maret 2026 pukul 15.19 WIB*, namun hingga Kamis, 29 Mei 2026 belum ada kejelasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;STPLP yang ditandatangani Brigadir Polisi Dua Ade Fransiskus atas nama Kasat Reskrim itu mencatat peristiwa terjadi Februari 2026. Artinya, perkara kerugian besar itu sudah mengendap *2,5 bulan* tanpa SP2HP ataupun pemanggilan saksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya konfirmasi redaksi kepada penyidik yang menangani LP tersebut tidak mendapat respon. Pesan dan telepon masuk seolah diabaikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Rugi Rp300 juta, LP sudah resmi sejak 13 Maret, tapi sampai sekarang nggak ada kabar. Saya ini korban 2 kali: ketipu, terus dilupain pas ngadu,&quot; ujar Muhammad Holik kepada redaksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi ini berpotensi melanggar Perkapolri No 6 Tahun 2019. Penyidik wajib kirim SP2HP ke pelapor tiap 30 hari sekali. Seharusnya pelapor sudah terima SP2HP 2x.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya konfirmasi redaksi kepada Bripda Ade Fransiskus selaku penyidik yang bertanda tangan di STPLP sudah dilakukan via WhatsApp pada Kamis, 29 Mei 2026. Namun hingga berita ini ditayangkan, pesan centang dua &amp;nbsp;tersebut belum mendapat balasan,Redaksi membuka ruang hak jawab seluas&#45;luasnya kepada Polres Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Publik Bengkalis kini menunggu. Apakah Rp300 juta rakyat akan segera diproses, atau terus jadi arsip berdebu di meja penyidik.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/22892293797-img-20260529-wa0081.jpg"/><pubDate>Fri, 29 May 2026 23:15:43 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/05/laporan-dugaan-penipuan-dan-penggelapan-rp-300-juta-mengendap-di-polres-bengkalis-tanpa-ada-kejelasan</guid></item><item><title>Tak Ada Data, Masyarakat Cegat PT Agrinas Pasang Plang di Desa Lubuk Besar</title><link>https://www.indragirione.com/2026/05/tak-ada-data-masyarakat-cegat-pt-agrinas-pasang-plang-di-desa-lubuk-besar</link><description>&lt;p&gt;Indragiri Hilir,&#45; Masyarakat Desa Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir mencegat pihak PT Agrinas Palma Nusantara yang hendak masuk melakukan pemetaan dan pemasangan patok lahan, Senin (18/5/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;PT Agrinas Palma Nusantara bersama PT Berkah Langgeng Alam Purnama selaku pemegang Kerjasama Operasi (KSO) dicegat di depan kantor desa oleh masyarakat yang sejak pukul 07:00 WIB telah berkumpul.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tujuan Agrinas bersama KSO di Desa Lubuk Besar tercantum dalam surat yakni menindaklanjuti tahapan Sosialisasi Pengelolaan Lahan Hasil Oprasi Satgas PKH yang telah dilaksanakan, maka akan melaksanakan Pemetaan dan Pemasangan Patok diareal Wilayah Lubuk Besar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Lubuk Besar, Tri Aprianto didampingi Kapolsek Kemuning Kompol M Simanungkalit dan Sekretaris Camat menyatakan masyarakat berkumpul karena adanya issu PT Agrinas akan masuk ke desa Lubuk Besar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami sampaikan agar masyarakat tidak terprovokasi dan melakukan tindakan anarkis, melihat masyarakat semakin ramai yang datang, bisa jadi keos,&quot; ungkapnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Desa Lubuk Besar juga memfasilitasi dialog antara PT Agrinas dan KSO nersama masyarakat Desa Lubuk Besar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hasilnya masyarakat meminta PT Agrinas dan KSO membawa data data lengkap berkaitan dengan tujuan masuknya ke Lubuk Besar, pihak Agrinas dan KSO tidak bisa menampilkan atau memperlihatkan data data yang berkaitan dengan pertanyaan masyarakat,&quot; jelas Tri Aprianto.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga tidak mengizinkan PT Agrinas Palma Nusantara memasang plang dan patok sebelum ada kejelasan tentang status lahan yang di klaim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Perwakilan PT Agrinas dan KSO menyampaikan, akan mempelajari tentang regulasi berkaitan dengan keputusan PT Agrinas Pusat. Maka, mereka memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan kegiatan pemasangan plang dan patok,&quot; tukas Kades Lubuk Besar.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/18009901170-screenshot_20260518_125811.jpg"/><pubDate>Mon, 18 May 2026 12:58:25 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/05/tak-ada-data-masyarakat-cegat-pt-agrinas-pasang-plang-di-desa-lubuk-besar</guid></item><item><title>LAM Sebut Ornamen Salah Posisi, Konsultan Perencana: Itu Bukan Motif Rebung!</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/lam-sebut-ornamen-salah-posisi-konsultan-perencana-itu-bukan-motif-rebung</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Persoalan ornamen Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru masih menjadi polemik. Pernyataan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis terkait ornamen yang diduga pucuk rebung di tugu tersebut justru bertolak belakang dengan keterangan Vitra Andready Romadhani, konsultan perencana proyek.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, ornamen yang dipasang di Tugu Tanjak tersebut bukan pucuk rebung, tapi batik vektor Melayu Riau yang biasa digunakan pada seni kaligrafi kontemporer dan batik Melayu Riau. Motif ini biasa digunakan pada desain grafis oleh desainer seperti pembuatan undangan, baliho dan lain&#45;lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Setau saya itu bukan motif rebung ya, tapi kalau kalian menyebutnya motif pucuk rebung ya terserah kalian aja,” jawab Andre via pesan &lt;i&gt;WhatsApp&lt;/i&gt;, Selasa (14/4/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun ketika diminta menjelaskan filosofi dan makna dalam kebudayaan Melayu jika motif batik vektor ditempatkan pada sebuah tanjak, Andre tidak menjawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebelumnya, Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis diketahui telah menurunkan tim investigasi untuk menyikapi kehebohan di masyarakat terkait ornamen di Tugu Tanjak, pada Senin (13/4/2026) siang. Dari hasil investigasi, tim LAMR berpendapat telah terjadi kesalahan atau pelanggaran kaidah, dalam hal penempatan ornamen atau ukiran pucuk rebung di tugu tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan itu berdasarkan hasil penilaian bersama tim investigasi yang terdiri dari Sekum DPH LAMR, Datuk Abdul Vattah, Sekum MKA, Datuk Darmansyah, dan para Timbalan Ketua Umum, yakni Datuk H Muchlizar dan Datuk Bukhari Rasyid, bersama Datuk Dodi Saputra, serta Datuk Ariansyah Putra. &amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Menurut kaidah, ukiran pucuk rebung, seharusnya menghadap ke atas karena ada filosofinya. Ukiran pucuk rebung melambangkan pertumbuhan, kekuatan, dan harapan untuk terus berkembang dalam kehidupan,” kata Datuk Abdul Vattah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal yang sama juga diutarakan Sekum MKA, Datuk Darmansyah. Ia menyebutkan bahwa memang telah terjadi kesalahan dalam penerapan pola ukiran pucuk rebung. Maka dari itu pihak LAM sangat menyayangkan tidak adanya koordinasi antara pemimpin proyek dengan pihak&#45;pihak yang mengerti tentang kaidah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semestinya, sebelum pekerjaan pembuatan Tugu Tanjak ini dilaksanakan, mereka berkonsultasi dulu dengan LAMR Kabupaten Bengkalis, agar segala sesuatunya berjalan sesuai ketentuan, kaidah dan alur patut. LAMR sangat terbuka, dan selalu bersedia memberikan masukan jika diminta, dan di LAMR banyak para tokoh yang mengerti tentang kaidah penggunaan ukiran Melayu,” kata Datuk Darmansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang disampaikan oleh Datuk Abdul Vattah dan Datuk Darmansyah, juga diaminkan oleh Timbalan Ketua Umum DPH, Datuk H Muchlizar dan Datuk Bukhari Rasyid. Mereka berpendapat bahwa penempatan ukiran Melayu, sebaiknya disesuaikan dengan alur patut yang sudah diajarkan oleh para pendahulu dan tokoh&#45;tokoh adat Melayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berkaitan dengan itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, Alwizar, yang kabarnya merupakan PPTK proyek ini, belum memberi keterangan. Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi masih gagal, baik via pesan &lt;i&gt;WhatsApp&lt;/i&gt; maupun melalui telepon seluler, karena nomornya tidak aktif. Saat didatangi ke kantor pun, dia pun disebut jarang masuk.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pak Awi (Alwizar) belum masuk pak,” kata security saat awak media menyambangi Kantor Disbudparpora Bengkalis pada Selasa (14/4/2026), sekira pukul 10.00 WIB. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/91454975739-x-tugu_tanjak_lamr_bengkalis.jpg"/><pubDate>Wed, 15 Apr 2026 16:17:53 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/lam-sebut-ornamen-salah-posisi-konsultan-perencana-itu-bukan-motif-rebung</guid></item><item><title>Operasi Wirawaspada, Imigrasi Bengkalis Perkuat Pengawasan Orang Asing</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/operasi-wirawaspada-imigrasi-bengkalis-perkuat-pengawasan-orang-asing</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Kantor Imigrasi Bengkalis terus memperkuat pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing di wilayah kerjanya dengan menggelar operasi Wirawaspada selama lima hari.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Operasi ini dimulai pada Selasa tanggal 7 dan berakhir Kamis 11 April 2026, dengan melakukan serangkaian pemantauan di sejumlah titik, mulai hotel, penginapan hingga perusahaan, di Pulau Bengkalis, Mandau, Pinggir dan Bukit Batu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama didatangi oleh Tim Pengawasan adalah Hotel Hallo di Jalan Hang Tuah Bengkalis pada Selasa siang sekira pukul 15.00 WIB. Dari hasil koordinasi dengan pihak hotel tidak ditemukan tamu warga negara asing yang menginap. Pihak hotel juga menyatakan komitmennya untuk melaporkan keberadaan orang asing secara online melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) serta ke Kantor Imigrasi Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengawasan kemudian dilanjutkan ke beberapa penginapan lain seperti Hotel Twin di Jalan Ahmad Yani dan Wisma Melati di masih dalam Kota Bengkalis, hasil pengecekan tidak ada orang asing yang menginap.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana pengelola hotel dan penginapan sebelumnya, pihak Twin dan Wisma Melati juga menyatakan kesiapannya bekerja sama dan melaporkan jika ada warga negara asing yang menginap di hotel dan penginapan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keesokan harinya, Rabu (8/4/2026), tim bergerak menuju Kecamatan Mandau dan Bathin Solapan. Rabu siang petugas melakukan pemeriksaan di Hotel Susuka. Hasilnya, juga tidak ditemukan adanya orang asing yang menginap. Kendati demikian, petugas Imigrasi tetap mengingatkan pihak hotel untuk segera melaporkan apabila ada tamu asing yang menginap.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Esoknya, Kamis (9/4/2026) pagi, sekira pukul 09.00 WIB, tim pengawasan mendatangi Klenteng Shin Wi King di Kecamatan Mandau. Namun, petugas tidak menemukan aktivitas maupun keberadaan warga negara asing di lokasi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim Pengawasan meminta agar pengelola klenteng berkoordinasi dengan pihak Imigrasi jika ada orang asing atau kegiatan ibadah yang melibatkan orang asing.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara hari berikutnya, Jumat (10/4/2026), sekitar pukul 13.00 WIB, tim mendatangi PT Bohai Drilling Service Indonesia di Kecamatan Bathin Solapan. Dalam pemeriksaan yang didampingi pihak perusahaan, ditemukan sebanyak 40 warga negara asing berkewarganegaraan China yang bekerja di lokasi tersebut. Setelah dilakukan verifikasi, seluruhnya diketahui memiliki dokumen keimigrasian dan izin tinggal yang masih berlaku.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kegiatan pengawasan orang asing dilanjutkan ke Kecamatan Bukit Batu. Di Bukit Batu Tim melakukan pengecekan di Wisma Haston. Di hotel ini tidak menemukan adanya tamu asing yang menginap. Pengelola Haston diimbau untuk aktif melaporkan melalui APOA apabila terdapat warga negara asing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Kantor Imigrasi Bengkalis melalui Seksi Humas mengatakan, pengawasan ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban administrasi keimigrasian serta memastikan seluruh aktivitas orang asing di wilayah tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pengawasan ini bagian dari tertib administrasi terhadap orang asing,” kata Humas Imigrasi Bengkalis Hendro. &lt;strong&gt;(Rilis)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/24446270306-whatsapp_image_2026-04-14_at_15.jpeg"/><pubDate>Tue, 14 Apr 2026 16:50:35 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/operasi-wirawaspada-imigrasi-bengkalis-perkuat-pengawasan-orang-asing</guid></item><item><title>Tinjau Tugu Tanjak Selatbaru, LAMR: Posisi Ornamen Pucuk Rebung Salah!</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/tinjau-tugu-tanjak-selatbaru-lamr-posisi-ornamen-pucuk-rebung-salah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis menurunkan tim investigasi dalam menyikapi polemik di tengah masyarakat Bengkalis tentang dugaan kesalahan penempatan ukiran “pucuk rebung” yang terbalik pada Tugu Tanjak di Selatbaru.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Bengkalis, Datuk Seri Syaukani Al Karim kepada media ini, Senin (13/4/2026) sore. Menurutnya, Tim LAMR, yang terdiri dari Sekum DPH LAMR, Datuk Abdul Vattah, Sekum MKA, Datuk Darmansyah, dan para Timbalan Ketua Umum, yang terdiri dari Datuk H Muchlizar dan Datuk Bukhari Rasyid, Datuk Dodi Saputra, Datuk Ariansyah Putra, pada Senin (13/4/2026) siang, telah meninjau proyek Tugu Tanjak yang berlokasi di Pantai Wisata Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pantauan tim investigasi, LAMR berpendapat, memang telah terjadi kesalahan atau pelanggaran kaidah dalam hal penempatan ornamen atau ukiran pucuk rebung. Sekum DPH LAMR, Datuk Abdul Vattah, mengatakan semestinya ukiran pucuk rebung itu menghadap ke atas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Menurut kaidah, ukiran pucuk rebung seharusnya menghadap ke atas karena ada filosofinya. Ukiran pucuk rebung melambangkan pertumbuhan, kekuatan, dan harapan untuk terus berkembang dalam kehidupan,” kata Datuk Abdul Vattah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menyambung Datuk Abdul Vattah, Sekum MKA, Datuk Darmansyah, menyebutkan bahwa memang telah terjadi kesalahan dalam penerapan pola ukiran pucuk rebung, dan hal ini terjadi karena kurangnya koordinasi antara pemimpin proyek dengan pihak&#45;pihak yang mengerti tentang kaidah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semestinya, sebelum pekerjaan pembuatan Tugu Tanjak ini dilaksanakan, mereka berkonsultasi dulu dengan LAMR Kabupaten Bengkalis, agar segala sesuatunya berjalan sesuai ketentuan, kaidah dan alur patut. LAMR sangat terbuka, dan selalu bersedia memberikan masukan jika diminta. Dan di LAMR banyak para tokoh yang mengerti tentang kaidah penggunaan ukiran Melayu,” kata Datuk Darmansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang disampaikan oleh Datuk Abdul Vattah dan Datuk Darmansyah, juga diaminkan oleh Timbalan Ketua Umum DPH, Datuk H Muchlizar dan Datuk Bukhari Rasyid. Mereka berpendapat bahwa penempatan ukiran Melayu, sebaiknya disesuaikan dengan alur patut yang sudah diajarkan oleh para pendahulu dan tokoh&#45;tokoh adat Melayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Bengkalis, Datuk Seri H Ilham Noer, ketika dihubungi secara terpisah , mengatakan bahwa, LAMR Kabupaten Bengkalis, akan segera menghubungi dinas terkait, untuk menyampaikan pandangan LAMR.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita akan segera menghubungi dinas terkait, dan akan memberikan saran, terhadap langkah&#45;langkah yang semestinya diambil. Jika terjadi kesalahan penempatan ukiran, maka kita akan menyarankan agar kesalahan tersebut diperbaiki,” kata Datuk Seri H Ilham Noer. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/18159115662-whatsapp_image_2026-04-13_at_17.jpeg"/><pubDate>Mon, 13 Apr 2026 21:51:13 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/tinjau-tugu-tanjak-selatbaru-lamr-posisi-ornamen-pucuk-rebung-salah</guid></item><item><title>Terkait Ornamen Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru, Tokoh Muda Bengkalis Meminta LAM Tegas</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/terkait-ornamen-tugu-tanjak-di-pantai-selatbaru-tokoh-muda-bengkalis-meminta-lam-tegas</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Sorotan terhadap ornamen Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru Bengkalis mulai menuai perbincangan. Banyak pihak mempertanyakan filosofi dan makna pucuk rebung mengarah ke bawah pada bagian karangan atau solek tanjak. Bahkan ada yang mulai menduga bahwa tugu dengan tapak, bengkong, simpul berwarna hitam, dan karangan dengan pucuk rebung berwarna kuning emas mengarah ke bawah, tidak sesuai jati diri anak Melayu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang yang mempertanyakan adalah Muhammad Fachrorozi. Menurut Tokoh Muda Bengkalis ini ornamen Pucuk Rebung pada karangan sebuah tanjak lazimnya mengarah ke atas, tapi pada Tugu Tanjak di Selatbaru justru sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi lelaki Melayu, ungkapnya, tanjak bukan hanya sekadar penutup kepala, tapi merupakan simbol kehormatan, marwah, martabat, dan jati diri. Yang dahulu dipakai oleh raja, panglima, dan pendekar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai anak keturunan Melayu Riau, Muhammad Fachrorozi yang akrab disapa Agam menekankan pentingnya menempatkan simbol Melayu pada posisi yang lazim, termasuk pada Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari historis tersebut, ia mendesak Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Bengkalis sebagai benteng kebudayaan bertindak tegas. Pasalnya, ornamen atau simbol dari nilai kebudayaan itu sendiri tidak tegak lurus dengan nilai filosofis yang telah menjadi panutan secara historis Melayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya tidak mempersoalkan pembangunan apa pun, tapi yang melambangkan nilai dan bentuk dari historis kebudayaan Melayu jangan sampai melenceng,” kata Agam kepada media ini, Minggu (11/4/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Melayu tidak hanya terjaga dengan simbol, tapi juga penuh rasa adab sebagai kekuatan pribadi yang luhur dari setiap keberlangsungan insan&#45;insan Melayu itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sesuatu yang tak lazim serta salah, wajib untuk tidak diterima. Karena berpotensi merusak nilai permanen sejarah bagi generasi Melayu,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, Agam juga mengingatkan LAM Kabupaten Bengkalis sebagai benteng dalam melestarikan kebudayaan Melayu. Tanggung jawab moral berada di pundak LAM sebagai pengayom pada wilayah yang dimaksud.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“LAM harus tegas dalam memandang nilai yang dipandang penting bagi semangat Melayu,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diungkapkan Agam, akar historis utama pucuk rebung secara garis besar mengartikan sesuatu yang baik, penuh pengharapan, kuat, tegak lurus dan menjadi pribadi yang berguna. Serta bisa juga mengartikan hubungan pribadi yang lurus kepada Sang Pencipta dan juga alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jika ornamen Tugu Tanjak tersebut salah harus diperbaiki, jangan mencari dalil,” ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan instansi pemerintah yang memiliki kegiatan di bidang kebudayaan agar melakukan kajian mendalam dengan melibatkan lembaga yang kompeten sebelum melaksanakan program tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Vitra Andready Romadhani selaku konsultan perencana proyek Tugu Tanjak di Selatbaru ketika dikonfirmasi belum bersedia memberi penjelasan. Ia berjanji akan memberi penjelasan dengan didampingi kepala bidang terkait di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bengkalis, yang juga sebagai PPTK proyek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nanti kita jelaskan bersama PPTK, karena saya tidak bisa memberi penjelasan mendalam terkait hal ini tanpa dampingan dari PPTK,” jawab Vitra melalui pesan &lt;i&gt;WhatsApp&lt;/i&gt;. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/57427920337-whatsapp_image_2026-04-12_at_16.jpeg"/><pubDate>Sun, 12 Apr 2026 19:15:53 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/terkait-ornamen-tugu-tanjak-di-pantai-selatbaru-tokoh-muda-bengkalis-meminta-lam-tegas</guid></item><item><title>Listrik Sering Mati Mendadak di Bengkalis, Monyet dan Ular Jadi Momok PLN</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/listrik-sering-mati-mendadak-di-bengkalis-monyet-dan-ular-jadi-momok-pln</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Pelayanan listrik PT PLN di Pulau Bengkalis masih dikeluhkan masyarakat. Aliran listrik yang mengalir sering padam. Tak pelak, Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN Bengkalis, yang bertanggung jawab dalam operasional teknis, transaksi energi atau pelayanan pelanggan listrik di Pulau Bengkalis, menjadi sorotan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, saat ini terdapat 40 unit mesin pembangkit milik empat perusahaan yakni PT PLN, PT JBM, PT BGP dan PT Hutan Alam menjadi pemasok listrik di Pulau Bengkalis. 40 mesin diesel tersebut menghasilkan daya 29 Megawatt (MW). Sementara kebutuhan listrik di Pulau Bengkalis secara keseluruhan termasuk tambak udang, baru 23 MW. Artinya, terdapat surplus 6 MW.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun demikian, hal itu ternyata belum menjamin listrik di Pulau Bengkalis menyala 24 jam terus menerus. Justru sebaliknya, tidak ada hujan petir maupun badai, tiba&#45;tiba listrik mendadak mati. Anehnya, listrik tersebut padam pada jam&#45;jam tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tak ada hujan, tak ada angin tiba&#45;tiba listrik mati. Ini (padam) sudah berulang kali,” keluh Hendri warga Kota Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal ini, Andra, Team Leader K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) ULP PT PLN Bengkalis yang dijumpai pada Rabu (9/4/2026) lalu di kantornya mengatakan, selaku pihak yang bertanggungjawab dalam operasional teknis, transaksi energi, atau pelayanan pelanggan, tidak ada niat atau sengaja lakukan pemadaman.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, ada dua faktor matinya listrik di Bengkalis. Pertama saat pemeliharaan mesin, kedua akibat binatang liar. Apabila ada pemadaman saat pemeliharaan atau &lt;i&gt;overhaull&lt;/i&gt;, terlebih dahulu pihaknya akan menyampaikan informasi kepada pelanggan baik melalui media maupun media sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedangkan jika listrik mati mendadak, itu murni akibat gangguan binatang liar, bukan memprioritaskan kepada tambak udang yang selama ini jadi pembicaraan warga. Ditegaskan Andra, sampai saat ini gangguan binatang liar seperti monyet, lutung dan ular masih menjadi momok bagi PLN Bengkalis.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita ada perjanjian dengan pengusaha tambak udang, jika ada pemadaman, pertama&#45;tama yang kami padamkan mereka (tambak udang). Tapi, gangguan dari monyet, lutung dan ular tidak bisa kita prediksi,” tegas Andra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andra mengaku, selama dirinya bertugas di Bengkalis, ketiga jenis hewan tersebut paling dominan berinteraksi dengan jaringan listrik (memanjat tiang atau berjalan di kabel). Hal ini menyebabkan terjadinya korsleting, terutama pada pagi dan sore hari.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Delapan puluh persen gangguan listrik di Pulau Bengkalis akibat binatang liar,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia memaparkan, efek dari pemadaman berkala dan padam seketika akibat binatang liar justru berpengaruh pada penerimaan PLN dari segi tagihan. Karena tagihan dihitung berdasarkan besarnya pemakaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau listrik mati, kami yang rugi. Tentu tagihan berkurang dan otomatis pemasukan berkurang,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menimalisir gangguan binatang liar, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, seperti memasang seng duri di tiang, dan seng payung yang ujungnya digunting agar melambai diterpa angin untuk menakut&#45;nakuti monyet serta &lt;i&gt;protection sleeve&lt;/i&gt; atau pelindung kabel, sekaligus mencegah hubungan arus pendek &lt;i&gt;(short circuit)&lt;/i&gt; akibat hewan. Namun, semua usaha tersebut belum menjamin amannya kabel dari binatang liar yang kehadirannya sulit diprediksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita sudah berupaya melakukan berbagai terobosan agar listrik tidak terganggu dengan keberadaan hewan tersebut. Namun, hasilnya masih belum maksimal. Karena jaringan kabel dekat dengan hutan dan kebun,” ujarnya lagi. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/35301275176-whatsapp_image_2026-04-12_at_13.jpeg"/><pubDate>Sun, 12 Apr 2026 14:35:22 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/listrik-sering-mati-mendadak-di-bengkalis-monyet-dan-ular-jadi-momok-pln</guid></item><item><title>Heboh di Medsos, Ornamen Pucuk Rebung Tugu Tanjak di Pantai Selatbaru Disebut Terbalik</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/heboh-di-medsos-ornamen-pucuk-rebung-tugu-tanjak-di-pantai-selatbaru-disebut-terbalik</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Tugu Tanjak yang ada di Pantai Selatbaru, Kabupaten Bengkalis, menjadi sorotan. Proyek yang dibangun oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis ini terlihat janggal, karena ornamen tanjak yang ada di tugu itu disebut tak lazim. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut sejumlah masyarakat, ornamen pucuk rebung pada destar tanjak lazimnya mengarah ke atas, tapi di tugu tersebut ornamennya justru mengarah ke bawah. &amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tugu apa namanya tu, pucuk rebungnya harusnya ke atas ini kok ke bawah,” kata Hendri warga kota Bengkalis kepada media ini, Jumat (10/4/2026) siang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Posisi pucuk rebung ini juga menjadi perbincangan hangat masyarakat Bengkalis di media sosial. Banyak dari mereka yang menyayangkan proyek tersebut terkesan asal jadi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena ketidak hati&#45;hatian pengawas dan kontraktor dalam membangun, Tugu Tanjak yang seharusnya menjadi ikon objek Pantai Selatbaru, justru kini jadi cemoohan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika dikonfirmasi terkait hal ini, salah seorang pejabat di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bengkalis mengatakan bahwa urusan pariwisata berada di bawah kewenangan Alwizar selaku Kepala Bidang (Kabid).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalau masalah pariwisata itu domainnya pak Alwizar. Silahkan bapak konfirmasi sama beliau,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Alwizar yang coba dihubungi melalui telepon seluler, belum dapat tersambung, karena ponselnya tidak aktif. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/17826829822-x-tugu_tanjak---.jpg"/><pubDate>Fri, 10 Apr 2026 15:45:46 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/heboh-di-medsos-ornamen-pucuk-rebung-tugu-tanjak-di-pantai-selatbaru-disebut-terbalik</guid></item><item><title>Suasana Haru Iringi Pelepasan Jenazah Wakil Ketua PWI Bengkalis</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/suasana-haru-iringi-pelepasan-jenazah-wakil-ketua-pwi-bengkalis</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bengkalis, Yulistar Elevanto Simorangkir, yang dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026) di rumah duka, Jalan Bandes, Desa Wonosari Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan sejawat dan berbagai kalangan. Sejumlah papan ucapan belasungkawa tampak berjejer di halaman rumah duka, berasal dari Bupati Bengkalis, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, hingga unsur Forkopimda sebagai bentuk penghormatan terakhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir dalam prosesi tersebut ketua dan pengurus PWI Bengkalis serta rekan&#45;rekan seprofesi, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, didampingi Kasat Lantas AKP Shandra Amelia serta jajaran Humas Polres Bengkalis, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bengkalis bersama humas dan beberapa orang hakim juga turut hadir. Kehadiran mereka menjadi bukti kedekatan almarhum dengan berbagai institusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Kapolres Bengkalis menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian sosok insan pers yang dinilainya berdedikasi tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Walaupun hanya sekali bertatap muka dengan beliau saat berbuka puasa, saya melihat almarhum sebagai sosok jurnalis yang memiliki dedikasi tinggi. Semangatnya dalam menyampaikan informasi kegiatan Polres Bengkalis serta memperjuangkan kebenaran menjadi teladan bagi kita semua,” ungkap AKBP Fahrian Saleh Siregar di hadapan keluarga almarhum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menambahkan bahwa almarhum merupakan mitra strategis Polres Bengkalis dalam mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diketahui, Yulistar Elevanto Simorangkir menghembuskan napas terakhir pada Senin (6/4/2026) pukul 06.30 WIB di RSUD Kabupaten Bengkalis, dengan meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa tahun terakhir, almarhum diketahui mengidap penyakit komplikasi, namun selama ini tidak pernah mengeluhkan kondisinya kepada rekan&#45;rekan sejawat. Ia tetap beraktivitas seperti biasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Almarhum lahir di Bengkalis pada 11 Juli 1968 dan tutup usia pada usia 58 tahun. Selain dikenal sebagai jurnalis berdedikasi, almarhum juga memiliki latar belakang pendidikan sebagai Sarjana Teknik (Ir) di bidang perikanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Usai prosesi pelepasan, jenazah almarhum kemudian dikebumikan di pemakaman Gereja HKBP, Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Bengkalis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua PWI Bengkalis, Adi Putra, dalam sambutannya mengenang almarhum sebagai sosok yang baik, rendah hati, dan penuh dedikasi dalam dunia jurnalistik. Ia memaparkan, almarhum memulai karier jurnalistiknya sejak tahun 2005 dan bergabung dengan PWI Bengkalis pada tahun 2016.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama perjalanannya, ia aktif berkontribusi dan pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Kesejahteraan PWI Bengkalis masa bakti 2021&#45;2024. Hingga akhir hayatnya, almarhum mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Bengkalis masa bakti 2024&#45;2027.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Almarhum bukan hanya sahabat, tetapi juga sosok yang telah memberikan warna dalam perjalanan jurnalistik di Bengkalis. Kebaikan, ketulusan, dan pengabdiannya akan selalu kami kenang,” ujar Adi Putra.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ucapan duka juga disampaikan Ahmadi, pimpinan perusahaan &lt;i&gt;classnews.id&lt;/i&gt;, tempat almarhum bernaung sebagai wartawan. Ia mengaku sangat kehilangan dan tak menyangka kepergian sosok yang dikenal penuh semangat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selamat jalan, sahabat. Pengabdian dan kenanganmu akan selalu hidup di hati kami,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelepasan jenazah berlangsung khidmat dan penuh haru. Isak tangis keluarga dan sahabat mengiringi langkah terakhir almarhum menuju peristirahatan terakhirnya. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/64999181736-whatsapp_image_2026-04-08_at_15.jpeg"/><pubDate>Wed, 08 Apr 2026 16:39:00 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/suasana-haru-iringi-pelepasan-jenazah-wakil-ketua-pwi-bengkalis</guid></item><item><title>Pelayanan Poli RSUD Bengkalis Tutup, Belasan Pasien Terlantar</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/pelayanan-poli-rsud-bengkalis-tutup-belasan-pasien-terlantar</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Belasan pasien rujukan terlantar alias tidak bisa berobat maupun kontrol di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bengkalis karena pelayanan poli tutup, Sabtu (4/4/2026).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Para pasien yang ingin berobat pagi ini hanya diterima oleh sekuriti RSUD dengan penjelasan bahwa pelayanan rujukan hari ini, Sabtu ditutup karena libur. Mereka diminta untuk datang lagi pada Senin tanggal 6 April 2026.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Mendapati kondisi tersebut, sejumlah pasien tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Kepada media ini, salah seorang keluarga pasien mengaku tak mengetahui jika poli pelayanan RSUD Bengkalis tutup hari ini. Pasalnya di aplikasi pendaftaran JKN masih tertera status peserta dilayani, pada tanggal 04&#45;04&#45;2026 pukul 10:42.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Berdasarkan pendaftaran secara online tersebut pasien kemudian datang ke RSUD. Namun, alangkah kecewanya mereka sesampai di RSUD, karena poli pelayanan ternyata ditutup.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&quot;Saya betul&#45;betul kecewa saat membawa orangtua saya kontrol ke RSUD. Di pendaftaran aplikasi JKN dilayani hari ini Sabtu tanggal 4. Ternyata RSUD tutup. Padahal, orangtua saya datang dari Rupat,&quot; ujar salah seorang keluarga pasien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Direktur RSUD Bengkalis dr Azhari Effendi melalui Wadir Pelayanan dan Keperawatan Tino Suhendro ketika dikonfirmasi Sabtu siang, mengakui pelayanan poli tutup hari ini karena ada kebijakan libur nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Menurut Tino, hari ini yang diliburkan hanya pelayanan poli, dan itu sudah diumumkan melalui media sosial.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Hanya saja, pengumuman pihak manajemen tidak sinkron dengan jadwal pelayanan yang telah dibuat dokter poli RSUD melalui aplikasi JKN. Akibatnya, belasan pasien yang sudah mendaftar melalui aplikasi JKN harus &quot;gigit jari&quot; karena pelayanan poli tutup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Tino mengungkapkan, pada aplikasi di BPJS, jadwal kontrol yang muncul di aplikasi Mobile JKN merupakan jadwal yang telah dibuat sebelumnya oleh dokter poli atau fasilitas kesehatan saat pasien melakukan kontrol.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Ketika kemudian terdapat kebijakan libur atau penyesuaian pelayanan, jadwal yang sudah terlanjur tercatat di aplikasi bisa saja tetap muncul. Oleh karena itu, pasien dapat melakukan penjadwalan ulang atau kembali mendaftar pada hari pelayanan berikutnya, yaitu hari saat poliklinik kembali beroperasi normal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Munculnya persoalan ini, menurut Tino karena tidak semua masyarakat mempunyai medsos, sehingga di lapangan ada informasi yang tidak jelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&quot;Ini akan menjadi koreksi kami kedepannya,&quot; kata Tino melalui pesan &lt;i&gt;WhatsApp&lt;/i&gt; Kamis siang. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/14669781241-img-20260404-wa0012.jpg"/><pubDate>Sat, 04 Apr 2026 12:12:02 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/pelayanan-poli-rsud-bengkalis-tutup-belasan-pasien-terlantar</guid></item><item><title>Kebakaran Lahan di Teluk Lancar Meluas, Warga Minta Bantuan Alat Berat</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/kebakaran-lahan-di-teluk-lancar-meluas-warga-minta-bantuan-alat-berat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BANTAN&lt;/strong&gt; &#45; Kebakaran lahan di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis semakin meluas dan menghanguskan belasan hektar kebun warga. Memasuki hari ke&#45;7 kebakaran, masyarakat dibantu TNI, Polri, BNPB, Damkar, Masyarakat Peduli Bencana, dan elemen lainnya terus berjibaku memadamkan api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, sejauh ini belum nampak tanda&#45;tanda api bakal padam secara menyeluruh. Kondisi diperparah karena lokasi kebakaran merupakan tanah gambut yang sudah kering karena sudah lama tidak turun hujan. Bahkan saat ini api sudah mendekati perkampungan yang membuat warga semakin khawatir atas keselamatan keluarga dan rumah mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh karena itu, warga Teluk Lancar meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis menurunkan alat berat untuk membuat parit agar kebakaran tidak semakin luas. Salah seorang warga Desa Teluk Lancar, Aini, mengatakan masyarakat sangat berterimakasih kepada pihak&#45;pihak yang telah berjibaku membantu pemadaman, tetapi ia berharap juga kepada pemerintah untuk bisa menurunkan bantuan alat berat supaya kondisi di lapangan bisa diatasi secara maksimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Menurut saya, sebaiknya Pemda menurunkan alat berat membuat parit untuk mencegah meluasnya kebakaran,&quot; ujarnya kepada media ini, Kamis (02/04/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kapolsek Bantan Iptu Iskandar ketika dikonfirmasi mengakui pihaknya masih kesulitan memadamkan api. Iskandar yang saat ini tengah berada di Pekanbaru karena ada urusan di Polda mengakui jika api sudah mendekati perkampungan. Terkait teknis pemadaman, ia menyampaikan bahwa disamping memadamkan lahan kebun yang terbakar, tim yang saat ini tengah berada di lapangan terlebih dahulu memadamkan api yang mengarah ke perkampungan untuk mengantisipasi agar api tidak menjamah rumah warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita dahulukan pemadaman api yang mengarah ke perkampungan agar tidak menjalar ke rumah warga,&quot; kata Iskandar via sambungan telepon seluler pada Kamis pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Iptu Iskandar mengatakan belum mendapat informasi terkait adanya permintaan alat berat dari warga. Namun demikian, pihaknya sangat mendukung permintaan tersebut. Untuk itu, ia berharap hal ini disampaikan saat ada pertemuan atau saat sama&#45;sama memadamkan api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Jika ada permintaan, sampaikan saja, biar kita koordinasikan dengan instansi terkait,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dijelaskan Iskandar, tidak turunnya hujan di sekitar kawasan membuat pihaknya kesulitan memadamkan api. Karena musim panas yang cukup panjang areal yang sudah padam, tak lama kemudian muncul lagi titik api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Di desa lain turun hujan, disana (Teluk Lancar) tak ada hujan. Jadi di areal yang sudah padam, tiba&#45;tiba muncul lagi titik api,&quot; pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait permintaan masyarakat tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bengkalis Salman hingga berita ini diturunkan, belum bisa dihubungi. Pesan &lt;i&gt;WhatsApp&lt;/i&gt; yang dikirim belum dibaca, sementara saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, nomornya tidak aktif. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/2159728844-x-kebakaran_lahan_di_teluk_lancar----.jpg"/><pubDate>Thu, 02 Apr 2026 11:45:27 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/kebakaran-lahan-di-teluk-lancar-meluas-warga-minta-bantuan-alat-berat</guid></item><item><title>Mobil Wakil Ketua DPRD Bengkalis Kecelakaan di Jalan Pakning&#45;Dumai, Ini Keterangan Kasat Lantas!</title><link>https://www.indragirione.com/2026/04/mobil-wakil-ketua-dprd-bengkalis-kecelakaan-di-jalan-pakningdumai-ini-keterangan-kasat-lantas</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, BENGKALIS&lt;/strong&gt; &#45; Mobil Toyota Fortuner BM 9 D yang ditumpangi oleh Wakil Ketua DPRD Bengkalis Hendrik Firnanda Pangaribuan mengalami kecelakaan lalulintas di ruas Jalan Pakning&#45;Dumai, Desa Api&#45;Api, pada Selasa (31/3/2026) siang, sekira pukul 11.00 WIB. Mobil tersebut bertabrakan dengan Toyota Kijang Innova Reborn BM 1903 DY yang dikemudikan oleh Adika Nursal (24), namun tidak ada korban jiwa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini disampaikan Kepala Satuan Lalulintas Polres Bengkalis AKP Shandra Amalia melalui rilis yang diterima media ini, pada Selasa (31/3/2026) malam. Menurut Shandra Amalia, dalam kecelakaan tersebut Fortuner BM 9 D yang dikemudikan Marcellino Kyla Alfito (23) berpenumpang Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Hendrik Firnanda Pangaribuan (37) terguling masuk parit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AKP Shandra Amalia menjelaskan, tabrakan tersebut berawal ketika Kijang Innova Reborn BM 1903 DY yang dikemudikan Adika Nursal berpenumpang Jeremia Pakpahan dan Renol Parapat melaju dengan kecepatan sedang dari arah Dumai menuju arah Sungai Pakning, sedangkan Toyota Fortuner BM 9 D yang dikemudikan Marcellino melaju dari arah Pakning menuju Dumai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP), ungkap Shandra, pengemudi Innova Reborn diduga hilang kendali dan bergerak ke kanan jalan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan, melaju Toyota Fortuner BM 9 D yang dikemudikan Marcellino Kyla Alfito berpenumpang Hendrik Firnanda Pangaribuan. Karena jarak sudah dekat dan sulit untuk menghindar akhirnya terjadi tabrakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Karena jarak yang sudah dekat sehingga terjadilah lakalantas tersebut,&quot; kata Shandra Amalia melalui rilisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat dari kejadian tersebut pengemudi mobil Toyota Fortuner BM 9 D, Marcellino Kyla Alfito, mengalami luka lecet di tangan sebelah kanan, sedangkan Hendrik Firnanda mengalami nyeri di bagian pinggang. Sementara itu, supir Innova Reborn Adika Nursal luka ringan di bagian bibir dan memar di bagian dahi, sedangkan dua penumpang Innova, yakni Jeremia Pakpahan (23) dan Renol Parapat (42) tidak mengalami apa&#45;apa. Hanya saja, Innova Reborn diketahui mengalami rusak parah di bagian depan sebelah kanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kedua kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan dengan kerugian materil diperkirakan Rp 100 juta,&quot; ujarnya. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/15363020151-whatsapp_image_2026-03-31_at_23.jpeg"/><pubDate>Wed, 01 Apr 2026 05:56:00 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/04/mobil-wakil-ketua-dprd-bengkalis-kecelakaan-di-jalan-pakningdumai-ini-keterangan-kasat-lantas</guid></item><item><title>Mafirion PKB Minta Komnas HAM Segera Menyimpulkan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus</title><link>https://www.indragirione.com/2026/03/mafirion-pkb-minta-komnas-ham-segera-menyimpulkan-kasus-penyiraman-aktivis-kontras-andrie-yunus</link><description>&lt;p&gt;Indragirione.com,&#45; Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) hingga kini belum menyimpulkan kasus penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang (KontraS), Andrie Yunus apakah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) atau tidak. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion menegaskan bahwa Komnas HAM harus segera membuat kesimpulan yang tegas dan tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lambannya Komnas HAM dalam membuat kesimpulan bisa membuat penegak hukum kehilangan rujukan kuat berbasis HAM selain itu kasus ini berisiko diposisikan sebagai tindak pidana biasa, bukan pelanggaran HAM serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal, Menurut Mafirion, tindakan penyiraman air keras bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan bentuk kekerasan yang secara langsung merampas hak dasar korban sebagai manusia. Dan kasus ini sangat kuat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Peristiwa ini jelas melanggar hak untuk hidup aman, hak bebas dari penyiksaan, serta hak atas perlindungan diri. Ini bukan sekadar kriminalitas, tetapi sudah masuk dalam kategori pelanggaran HAM,tegas Mafirion di Jakarta, Jumat (27/3/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai, ketidakjelasan sikap ini berpotensi melemahkan upaya penegakan keadilan dan perlindungan terhadap para pembela HAM di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Komnas HAM tidak boleh ragu untuk segera membuat kesimpulan dalam kasus Andrie Yunus. Ini penting, untuk memastikan negara hadir dan serius melindungi para aktivis HAM,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mafirion menjelaskan, apabila kasus ini tidak segera disimpulkan, maka akan menimbulkan sejumlah dampak serius seperti misalnya melemahkan posisi korban, karena penanganan hanya akan dilihat sebagai kasus kriminal biasa tanpa pendekatan perlindungan HAM yang komprehensif. Selain itu, mengaburkan motif dan aktor intelektual, sehingga potensi keterlibatan pihak tertentu, termasuk kemungkinan adanya aktor di balik layar, sulit diungkap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami juga kuatir jika tidak segera disimpulkan maka akan menciptakan efek takut (chilling effect) bagi aktivis dan pembela HAM lainnya, yang dapat menghambat kerja&#45;kerja advokasi. Kepercayaan publik terhadap negara, khususnya dalam komitmen penegakan HAM juga akan menurun,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, Mafirion menekankan bahwa penetapan suatu peristiwa &amp;nbsp;memiliki arti yang sangat penting dan strategis. “Penetapan ini bukan sekadar label, tetapi menjadi dasar hukum dan moral untuk memastikan penanganan yang lebih serius, menyeluruh, dan berkeadilan,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia merinci bahwa pentingnya penetapan untuk menjamin perlindungan maksimal bagi korban, termasuk pemulihan fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, penetapan pelanggaran HAM dapat mendorong pengungkapan kebenaran secara utuh, termasuk kemungkinan adanya dalang atau aktor intelektual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mafirion meminta Komnas HAM segera melakukan langkah proaktif dan berani dalam menyimpulkan kasus ini. “Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan. Ketegasan Komnas HAM sangat dibutuhkan agar keadilan tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dirasakan,” pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/30253815933-screenshot_20260327_171057.jpg"/><pubDate>Fri, 27 Mar 2026 17:11:16 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/03/mafirion-pkb-minta-komnas-ham-segera-menyimpulkan-kasus-penyiraman-aktivis-kontras-andrie-yunus</guid></item><item><title>Diduga Korsleting Listrik, 11 Ruko di Sungai Pakning Jadi Puing Dilalap Api</title><link>https://www.indragirione.com/2026/03/diduga-korsleting-listrik-11-ruko-di-sungai-pakning-jadi-puing-dilalap-api</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, SUNGAI PAKNING&lt;/strong&gt; &#45; Detik&#45;detik jelang sahur puasa Ramadan terakhir harusnya menjadi momen yang menyenangkan. Namun tidak demikian dengan masyarakat di Pasar Sungai Pakning Jalan Sudirman, Sungai Pakning. Di saat tengah menikmati makan sahur, Kamis (19/3/2026), tiba&#45;tiba mereka dikejutkan dengan teriakan kebakaran. Mereka pun berhamburan keluar rumah. Ada yang sekedar ingin melihat, ada juga yang langsung panik dan segera menyelamatkan harta benda asal api tak jauh dari tempat tinggalnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hanya dalam hitungan menit api sudah tidak terkendali. Sedikitnya, 11 rumah toko (ruko) tinggal puing&#45;puing dalam peristiwa itu. Dugaan sementara api diduga berasal dari korsleting listrik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi yang berhasil dirangkum, api pertama kali muncul sekitar pukul 04.00 WIB, diduga dari sebuah ruko kayu milik Ibu Kartini yang biasa digunakan berjualan lotek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pantauan media ini di lapangan, deretan bangunan yang terbakar membentang dari sisi kanan Masjid Raya Al Amin hingga sebelum Mushalla Muhammadiyah. Dua rumah ibadah itu nyaris ikut tersulut, namun beruntung hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian dan selamat dari amukan api.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang pemilik ruko yang terbakar, tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan bangunan tokonya rata dengan tanah. Ia mengaku baru saja menambah stok barang untuk persiapan lebaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Baru dua hari lalu saya belanja baju lebaran untuk dijual. Sekarang semua hangus. Saya enggak tahu mau mulai dari mana lagi,&quot; ujar pedagang tersebut dengan suara bergetar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal serupa disampaikan Apau, pemilik warung sembako yang juga ikut terbakar. Ia mengaku kerugian mencapai ratusan juta rupiah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tidak hanya ruko, isi rumah saya di belakang toko juga tidak sempat diselamatkan. Listrik mati, air mati, kami cuma bisa lihat api membesar,&quot; kata Apau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Apau, api menjalar begitu cepat karena sebagai besar material bangunan dari kayu. &quot;Angin juga cukup kencang, jadi api loncat&#45;loncat ke ruko lain,&quot; tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mendapat laporan, petugas dari tim Fire Fighting PT Pertamina Patra Niaga RU II Sungai Pakning menjadi pemadam utama dalam musibah tersebut, dibantu UPT Damkar Bukit Batu, dan UPT Damkar Siak Kecil. Mereka bersama warga bahu&#45;membahu menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung dramatis. Namun keterbatasan pasokan air dan sulitnya akses ke lokasi, api baru benar&#45;benar dapat dikendalikan pada pukul 08.00 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Bukit Batu Kompol Rohani Akbar langsung mengamankan lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna penyelidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Api pertama kali diketahui oleh personel kami, Aipda Rio Maradona, yang sedang berada di lokasi. Ia langsung berupaya memadamkan dengan alat seadanya sebelum tim tiba,&quot; jelas Kompol Rohani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Lurah Sungai Pakning, Farid yang juga terlihat di lokasi kebakaran mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warganya menjelang Idul Fitri yang tinggal dua hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, ia mengimbau warga agar selalu berhati&#45;hati dalam penggunaan alat elektronik yang berpotensi terjadinya korsleting listrik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini musibah yang sangat memilukan. Apalagi terjadi di bulan suci, saat warga sedang bersiap menyambut kemenangan (Idul Fitri). Saya mewakili pemerintah kelurahan turut berduka cita yang sedalam&#45;dalamnya. Semoga para korban diberikan ketabahan dan kekuatan,&quot; ujar Farid&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini diturunkan, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Dan saat ini puluhan kepala keluarga harus kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/9539100311-x-kebakaran_di_pakning.jpeg"/><pubDate>Thu, 19 Mar 2026 15:07:42 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/03/diduga-korsleting-listrik-11-ruko-di-sungai-pakning-jadi-puing-dilalap-api</guid></item><item><title>Gerak Cepat Polisi di Inhil Bantu Proses pemadaman Kebakaran di Kelurahan Concong Luar</title><link>https://www.indragirione.com/2026/03/gerak-cepat-polisi-di-inhil-bantu-proses-pemadaman-kebakaran-di-kelurahan-concong-luar</link><description>&lt;p&gt;Indragiri Hilir – Peristiwa kebakaran melanda sejumlah rumah, bangunan dan gudang di Jalan Datuk Laksamana dan Jalan Pendidikan, Kelurahan Concong Luar, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Selasa (03/03/2026) sekira pukul 07.20 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapoler Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, melalui Kapolsek Concong IPTU Anton Hilman, S.H., M.H. menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui oleh saksi Sdr. Aliang (55) dan Sdr. Mengong (53), yang melihat kepulan asap berasal dari atap gudang kosong milik Sdr. Apeng di Jalan Datuk Laksamana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melihat adanya asap dari atap gudang, saksi segera memanggil warga untuk membantu melakukan pemadaman serta menghubungi tim pemadam,” jelas Kapolsek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga bersama tim pemadam dari Damkar Kabupaten Indragiri Hilir serta tim pemadam PSMTI Kecamatan Concong langsung berupaya memadamkan api. Namun, karena keterbatasan alat pemadam dan sebagian besar bangunan di lokasi terbuat dari material kayu serta berdinding seng, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pendataan, kebakaran tersebut berdampak pada sejumlah rumah, bangunan dan fasilitas, di antaranya Mako Polsek Concong, Pos Batibung Koramil Kuindra, gudang milik Sdr. Apeng, serta rumah milik beberapa warga seperti Sdr. Jakung, Sdr. Sungkia, Sdr. Among, Sdr. Mengong, Sdri. So’i, Sdr. Yuheng, Sdr. Abung, Sdr. Jakseng, Sdr. Ayong, Sdr. Kung Haw, Sdri. Ayin, Sdr. Ahua, Sdr. Aciu, Sdr. Ati Goli, Sdr. Acuang, Sdr. Tau Lai, Sdr. Atong Yuceng, Sdr. Aliang Kincing dan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari area bangunan yang di dalamnya terdapat aktivitas pengeringan udang ebi menggunakan oven milik Sdr. Apeng. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak lima unit mesin pemadam beserta selang dari Damkar Kabupaten Indragiri Hilir, empat unit mesin dari PSMTI Kabupaten Inhil, serta tiga unit mesin dari PSMTI Kecamatan Concong dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah berjibaku selama hampir empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekira pukul 11.10 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian materil masih dalam pendataan dan belum dapat ditaksir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung turun ke lokasi begitu menerima informasi adanya kebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami mengerahkan personel Polres Inhil bersama Polsek Concong untuk membantu proses evakuasi warga, pengamanan lokasi, serta mendukung upaya pemadaman yang dilakukan oleh Damkar dan tim pemadam lainnya,” ujar AKBP Farouk Oktora.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Selain membantu pemadaman, personel juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, mengamankan barang&#45;barang milik warga yang masih dapat diselamatkan, serta memastikan situasi tetap kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait dugaan awal penyebab kebakaran yang berasal dari aktivitas pengeringan udang ebi menggunakan oven di salah satu gudang, Kapolres menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami turut prihatin atas musibah ini. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini fokus kami adalah membantu masyarakat yang terdampak serta memastikan kondisi keamanan tetap terjaga,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, mengingat sebagian besar bangunan di wilayah tersebut masih berbahan kayu yang mudah terbakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasi terakhir di lokasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif, sementara para korban untuk sementara mengungsi di rumah warga sekitar sambil menunggu pendataan kerugian selesai dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini para korban untuk sementara waktu mengungsi di rumah warga sekitar. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/97975847726-img-20260305-wa0002.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Mar 2026 09:56:50 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/03/gerak-cepat-polisi-di-inhil-bantu-proses-pemadaman-kebakaran-di-kelurahan-concong-luar</guid></item><item><title>Belasan Rumah Warga di Simpang Gaung Ludes Terbakar, Kerugian Capai 400 Juta</title><link>https://www.indragirione.com/2026/02/belasan-rumah-warga-di-simpang-gaung-ludes-terbakar-kerugian-capai-400-juta</link><description>&lt;p&gt;Gaung – Peristiwa kebakaran hebat menghanguskan 15 unit rumah warga di Jalan Merdeka, Dusun Pasar Lama RT 01 RW 01, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, pada Selasa (24/2/2026) sekira pukul 05.30 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebakaran tersebut mengakibatkan sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp400 juta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan penanganan dan peninjauan lokasi kebakaran dihadiri oleh Camat Gaung Fauziah, S.K.M., M.K.M, Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto, Danposramil Gaung Serma Tota Simbolon, personel Polsek Gaung, para korban pemilik rumah, tokoh masyarakat Desa Simpang Gaung serta RPK dari PT MSK dan PT BDL.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun pemilik rumah yang terbakar masing&#45;masing atas nama Juli Haryanti (40), Siti Maryam (80), Samian (45), Eti Sudaiti (42), Sopyan (55), Syahriman (58), Nurhayati (53), Abdul Azis (63), Anjas (65), Mak Toyo (74), Sasli (52), Andy Kurniawan (48), Hamidi (44), M. Noor Ahmad (56), dan Suhaidi (48).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, terdapat dua rumah yang terpaksa dirobohkan akibat terdampak kebakaran yakni milik Jamhari (47) dan Shahriman (58).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat Syahriman (58) yang hendak melaksanakan salat Subuh mendengar teriakan warga dari depan rumahnya. Saat keluar rumah, ia melihat kobaran api berasal dari rumah milik Anjas. Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari kayu, api dengan cepat menjalar dan membakar rumah&#45;rumah lainnya. Warga sekitar berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan enam unit mesin air merek robin. Sekira pukul 08.00 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek atau korsleting listrik pada bagian depan rumah milik Anjas. Saat ini, peristiwa kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Gaung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K, Melalui Kapolsek Gaung AKP Edi Dalianto menyampaikan bahwa pihak kepolisian bersama unsur terkait telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengamanan, pendataan korban serta membantu proses evakuasi dan penanganan pascakebakaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami turut prihatin atas musibah ini. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran. Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa,” ujar Kapolsek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasi di lokasi kejadian kini telah dalam keadaan aman dan kondusif, sementara warga yang terdampak untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/65893223343-img-20260224-wa0009.jpg"/><pubDate>Tue, 24 Feb 2026 19:29:03 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/02/belasan-rumah-warga-di-simpang-gaung-ludes-terbakar-kerugian-capai-400-juta</guid></item><item><title>Tanpa Dasar yang Jelas, Penerima SPK Ingin Kuasai Lahan Perkebunan Masyarakat Sekayan</title><link>https://www.indragirione.com/2026/02/tanpa-dasar-yang-jelas-penerima-spk-ingin-kuasai-lahan-perkebunan-masyarakat-sekayan</link><description>&lt;p&gt;​INDRAGIRI HILIR – Ketegangan pecah di Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Sejumlah kelompok yang mengklaim sebagai pemegang Surat Perintah Kerja (SPK) dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN) diduga berupaya menguasai lahan perkebunan milik masyarakat setempat tanpa dasar hukum yang kuat pada Selasa (10/2/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Aksi ini bermula ketika rombongan yang mengatasnamakan penerima mandat dari PT Agrinas Palma Nusantara mendatangi area perkebunan warga. Kehadiran mereka bertujuan untuk mengambil alih pengelolaan lahan, yang memicu reaksi keras dari penduduk Desa Sekayan yang telah lama menggantungkan hidup dari perkebunan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, terdapat tiga entitas yang muncul sebagai penerima SPK tersebut, yakni:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​CV Cahaya Putri Melayu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Kelompok Tani Sinar Usaha Maju&lt;/p&gt;&lt;p&gt;• ​Koperasi Produsen Antarti Sakti Maulana&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga Desa Sekayan secara tegas melakukan penghadangan dan menolak kehadiran ketiga kelompok tersebut. Masyarakat menilai bahwa klaim penguasaan lahan tersebut tidak memiliki landasan legalitas yang jelas dan dianggap sebagai bentuk intimidasi terhadap warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Salah seorang perwakilan warga mengatakan&quot;Kami terkejut tiba&#45;tiba ada kelompok yang membawa nama perusahaan dan koperasi datang mau mengambil alih lahan tanpa dasar dan legalitas yang kuat. Kami tidak tahu&#45;menahu soal SPK &amp;nbsp;itu&quot; ujar salah satu warga di lokasi kejadian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini diturunkan, masyarakat tetap berjaga&#45;jaga di area perkebunan untuk mengantisipasi adanya upaya paksa susulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;​Pihak PT Agrinas Palma Nusantara maupun perwakilan dari ketiga entitas penerima SPk tersebut belum memberikan pernyataan resmi terkait legalitas klaim mereka di atas lahan masyarakat Desa Sekayan. Ketidakjelasan legalitas ini menjadi pemicu utama kemarahan warga yang merasa ruang hidupnya dirampas secara sepihak.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/73613326202-img-20260210-wa0010.jpg"/><pubDate>Wed, 11 Feb 2026 21:50:46 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/02/tanpa-dasar-yang-jelas-penerima-spk-ingin-kuasai-lahan-perkebunan-masyarakat-sekayan</guid></item><item><title>Lantai Dua Tangsi Belanda di Siak Rubuh, Pengunjung Luka&#45;luka</title><link>https://www.indragirione.com/2026/01/lantai-dua-tangsi-belanda-di-siak-rubuh-pengunjung-lukaluka</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;INDRAGIRIONE.COM, SIAK&lt;/strong&gt; &#45; Sebanyak 10 dari 68 orang rombongan studi tour SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak Sri Indrapura mengalami luka&#45;luka karena terjatuh dari lantai dua objek wisata Tangsi Belanda, Jalan Pemuda Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau, Sabtu (31/1/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejadian Sabtu pagi sekitar pukul 9.45 WIB itu, mengakibatkan beberapa murid mengalami luka serius dibagian kepala, tangan dan kaki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi yang berhasil dirangkum menyebutkan, Sabtu pagi sekira pukul 07.30 WIB, rombongan studi tour Kelas 5 dan 6 SD IT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam berjumlah 13 orang guru dan 55 siswa melakukan studi tour ke Kota Siak Sri Indrapura. Studi tour kali melihat beberapa objek wisata peninggalan Kerajaan Siak dan VOC (Belanda). Salah satu Tangsi Belanda yang terletak di Jalan Pemuda, Kampung Benteng Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai di Tangsi Belanda sekira pukul 8.35 WIB, rombongan disambut oleh pemandu wisata bernama Safrizal warga Kampung Benteng Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti biasanya, para tamu diperkenalkan dengan sejarah berdirinya Tangsi (tempat menahan orang pribumi yang tidak disukai VOC) sembari diajak berkeliling Tangsi. Selain bercerita, Safrizal juga mengajak para tamu untuk melihat&#45;lihat ruang Tangsi baik lantai dasar maupun lantai dua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para pelajar dan majelis guru sangat bersemangat dan antusias dengar cerita Safrizal tentang Tangsi yang dibangun VOC tersebut. Apalagi, mereka juga diajak Safrizal untuk melihat kondisi lantai dua tangsi dengan ketinggian lebih kurang empat meter dari lantai dasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belasan murid dan guru pun naik ke lantai dua. Beberapa diantaranya memasuki salah satu ruangan di lantai dua yang terbuat dari kayu sudah tak lagi kokoh dan kuat menahan beban berat. Karena kelebihan beban membuat lantai tersebut runtuh ke lantai dasar. Guru dan murid yang sudah berada di ruangan tersebut ikut jatuh ke lantai dasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibatnya, mereka mengalami luka&#45;luka. Tangisan kesakitan dan rasa takut memenuhi ruang. Ada yang mengalami luka serius dan lecet. Bahkan ada siswa yang tak bisa berjalan karena trauma.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun korban dalam kejadian tersebut, Mira Agustina (37) guru, luka ringan. Sedangkan siswa&lt;br&gt;Sapira Zahwa (12) robek di bagian kepala, Rusdatun Nadia (11) luka robek di kening, Haiwa Ruwaida (11) pegal di pinggang kanan, Alifa Nada Wicaksono (11) bengkak telapak kaki kanan, Adelia Dwi Putri biru tangan kanan, Joana Putri nyeri kaki kiri, lecet di lutut, Aura (11) nyeri pinggang kiri dan kanan, Syifa (12) luka robek di bawah bibir dalam dan luar, Keisya Lutfi (12) luka robek di kepala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para korban kemudian dibawa ke RSUD Tengku Rafi&apos;an di Kota Siak Sri Indrapura. Sementara itu, Dinas terkait menutup sementara komplek Tangsi Belanda untuk pengunjung. &lt;strong&gt;(Rudi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/88143758504-img-20260131-wa0015.jpg"/><pubDate>Sat, 31 Jan 2026 16:37:38 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/01/lantai-dua-tangsi-belanda-di-siak-rubuh-pengunjung-lukaluka</guid></item><item><title>Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Desa Pancur Kecamatan Keritang</title><link>https://www.indragirione.com/2026/01/seorang-pria-ditemukan-tewas-di-kebun-sawit-desa-pancur-kecamatan-keritang</link><description>&lt;p&gt;Indragiri Hilir – Peristiwa dugaan tindak pidana pembunuhan terjadi di wilayah Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir. Seorang pria ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka akibat senjata tajam di pondok kebun kelapa sawit miliknya, Rabu (14/1/2026) siang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Korban diketahui bernama C. Adventus J. Hutasoit (47), lahir di Tiga Bolon pada 19 Desember 1978. Korban beragama Kristen, suku Batak, dan berdomisili di Jalan Suka Karya, Perum Karya Pesona Mandiri Blok T58 RT 002 RW 015, Desa Sialangmunggu, Kecamatan Tuah Madani, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu, 14 Januari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, dengan ditemukannya mayat korban oleh warga yang melintas di jalan depan pondok kebun kelapa sawit milik korban yang berlokasi di Parit H. Badawi, Dusun Plasma, Desa Pancur, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, yang langsung melaporkan temuan tersebut ke pihak kepolisian polsek keritang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah awal, antara lain memintai keterangan para saksi, melakukan Visum Et Repertum (VER) terhadap korban, mengamankan barang bukti di lokasi kejadian, membuat laporan polisi, melakukan pencarian terhadap pelaku, membuat surat penolakan otopsi dari pihak keluarga, serta menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring perkembangan perkara, Polsek Keritang bersama Satreskrim Polres Indragiri Hilir telah melakukan berbagai upaya lanjutan, di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan terhadap 10 orang saksi, gelar perkara, serta peningkatan status perkara ke tahap penyidikan. Penyidik juga telah menerbitkan administrasi penyidikan, melaksanakan pemeriksaan BAP saksi&#45;saksi, membuat sketsa gambar TKP, serta mengajukan permohonan olah TKP ke Bidlabfor Polda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, tim dari polres inhil yang di pimpinan oleh kasat reskrim juga berkordinasi dengan Subdit Jatanras Polda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Upaya pencarian petunjuk dan saksi tambahan terus dilakukan, dan setiap perkembangan perkara dilaporkan secara berjenjang kepada pimpinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyidikan dan pengejaran terhadap pelaku guna mengungkap secara tuntas kasus dugaan pembunuhan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K. melalui Kasat Reskrim menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di Desa Pancur, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Peristiwa ini menjadi perhatian serius kami. Polres Indragiri Hilir berkomitmen untuk mengungkap secara tuntas kasus dugaan pembunuhan yang menimpa korban C. Adventus J. Hutasoit. Saat ini perkara telah ditingkatkan ke tahap penyidikan dan seluruh langkah penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti yang sah,” tegasnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres menjelaskan bahwa sejak menerima laporan, jajaran Polsek Keritang bersama Satreskrim Polres Indragiri Hilir telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi&#45;saksi, pengamanan barang bukti, serta koordinasi dengan Bidlabfor dan Subdit Jatanras Polda Riau guna mendukung proses penyidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami telah memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta melakukan pendalaman melalui analisis forensik, Upaya pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan dan setiap perkembangan kami laporkan secara berjenjang kepada pimpinan,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian serta turut membantu dengan memberikan informasi apabila mengetahui hal&#45;hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut,” tuturnya&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/92991435848-img-20260118-wa0009.jpg"/><pubDate>Sun, 18 Jan 2026 20:57:31 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/01/seorang-pria-ditemukan-tewas-di-kebun-sawit-desa-pancur-kecamatan-keritang</guid></item><item><title>Sumpah Bertandatangan Gubernur Riau Abdul Wahid di Secarik Kertas</title><link>https://www.indragirione.com/2026/01/sumpah-bertandatangan-gubernur-riau-abdul-wahid-di-secarik-kertas</link><description>&lt;p&gt;Pekanbaru – Perpanjangan masa penahanan Gubernur Riau (berhalangan sementara), H. Abdul Wahid, M.Si., oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) memunculkan beragam spekulasi di ruang publik. Padahal, secara hukum acara, perpanjangan masa penahanan merupakan praktik yang lazim ketika proses penyidikan dan kelengkapan berkas perkara belum rampung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinamika tersebut turut menjadi pembahasan dalam pertemuan Alumni IAIN/UIN Suska Riau yang berlangsung pada Kamis (10/01/2026) di Wareh Arifin Ahmad, Pekanbaru. Dalam forum tersebut, Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) OTT PUPR, Rinaldi, S.Sos., S.H., menilai bahwa derasnya respons publik justru mencerminkan keyakinan sebagian masyarakat bahwa Gubernur Riau tersebut tidak sejalan dengan tuduhan yang disematkan kepadanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Beragamnya respons yang muncul adalah penanda bahwa publik tidak sepenuhnya percaya pada narasi bersalah yang dibangun secara sepihak. TPF, selain terus melakukan evaluasi atas perkembangan perkara, juga memandang perlu menyampaikan kepada publik alasan mendasar mengapa hingga hari ini kami tetap meyakini bahwa Gubernur Riau tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan,” ujar Rinaldi dalam keterangan persnya, Ahad (11/01/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rinaldi menegaskan, keyakinan TPF tersebut tidak dimaksudkan untuk mengintervensi proses hukum maupun mengubah status hukum yang telah ditetapkan KPK RI terhadap Abdul Wahid selaku Ketua DPW PKB Riau. Namun, sebagai tim yang sejak awal berkomitmen mencari fakta, TPF merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjelaskan dasar pijakan sikapnya kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sudah saatnya kami membuka kepada publik alasan utama mengapa kami tetap konsisten mengawal perkara ini. Keyakinan kami tidak berdiri di ruang kosong, apalagi sekadar sentimen personal. Kami memegang satu hal yang bagi kami sangat fundamental, yakni sumpah secara Islam yang ditandatangani langsung oleh Abdul Wahid, yang menyatakan bahwa dirinya tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dituduhkan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Rinaldi, sumpah tersebut telah diterima TPF sejak November 2025. Namun, TPF secara sadar memilih menunda penyampaiannya ke ruang publik hingga momentum dinilai tepat, agar masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai alasan keberpihakan moral TPF dalam mengawal perkara ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun isi sumpah yang dimaksud adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada masyarakat Riau yang kami cintai karena Allah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Billahi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tallahi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Saya meminta maaf dan keikhlasan atas segala kesalahan dan kejadian yang Bapak/Ibu lihat dan dengar dari media;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya, baik meminta fee maupun setoran kepada ASN, apalagi hingga mengancam mutasi apabila tidak diberikan;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Saya tidak pernah melakukan janji temu kepada siapa pun terkait serah terima uang yang dituduhkan akan ditujukan kepada saya;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya menguatkan apa yang disampaikan istri saya bahwa uang yang berada di rumah kami di Jakarta Selatan yang disita KPK merupakan tabungan untuk biaya kesehatan anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika saya berbohong atas sumpah ini, maka Allah Maha Adil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wamakaruu wa makarallah. Wallahu khairul maakirin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Tandatangan Abdul Wahid)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bagi kami, inilah landasan moral mengapa hingga hari ini TPF tetap bekerja, secara senyap dan tanpa pamrih, mengumpulkan fakta, informasi, rekaman, dokumen, serta berbagai kesaksian yang relevan. Sumpah atas nama Allah dari seorang muslim bukan perkara remeh dan tidak bisa diperlakukan sebagai sekadar strategi komunikasi,” ujar Rinaldi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, Rinaldi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Abdul Wahid, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta pihak&#45;pihak terkait apabila pengungkapan sumpah ini tidak dikehendaki. Namun, menurutnya, menyembunyikan sumpah tersebut justru merupakan beban moral yang tidak dapat terus dipikul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bagi kami, kebenaran, pengakuan, dan sumpah atas nama Allah adalah bentuk pertanggungjawaban tertinggi seorang manusia beriman. Kami tidak cukup kuat untuk terus mendiamkannya. Selebihnya, kami serahkan kepada hukum dan keadilan Allah bagi siapa pun yang mengetahui kebenaran namun memilih menyembunyikannya,” tandasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rinaldi menutup dengan menegaskan kembali komitmen awal pembentukan TPF, yakni bekerja secara independen, tidak digaji, tidak terikat kepentingan partai politik mana pun &#45; termasuk PKB &#45; serta berlandaskan pencarian kebenaran yang sebenar&#45;benarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan dalam siaran pers ini disampaikan semata&#45;mata sebagai bentuk penjelasan posisi dan ruang lingkup kerja Tim Pencari Fakta (TPF) OTT PUPR. Seluruh informasi yang disampaikan tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan hukum, pembelaan yuridis, maupun upaya mempengaruhi proses penyidikan, penuntutan, dan persidangan yang sepenuhnya berada dalam kewenangan aparat penegak hukum sesuai peraturan perundang&#45;undangan yang berlaku.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TPF menghormati asas praduga tidak bersalah serta independensi Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dan lembaga peradilan. Setiap penilaian atas alat bukti, keterangan, maupun fakta hukum hanya dapat ditentukan melalui mekanisme hukum yang sah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/9982763394-img-20260112-wa0008.jpg"/><pubDate>Mon, 12 Jan 2026 10:33:11 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/01/sumpah-bertandatangan-gubernur-riau-abdul-wahid-di-secarik-kertas</guid></item><item><title>Kebakaran Kantor Bupati Indragiri Hilir Berasal dari Ruangan Kesra</title><link>https://www.indragirione.com/2026/01/kebakaran-kantor-bupati-indragiri-hilir-berasal-dari-ruangan-kesra</link><description>&lt;p&gt;Indragiri Hilir,&#45; Kebakaran Kantor Bupati Indragiri Hilir di Jalan Akasia No 1 Tembilahan, berasal dari ruangan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) lantai 1.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebakaran terjadi pada Selasa (6/2) sekitar pukul 22:11 WIB. Api dari dalam Kantor Bupati Indragiri Hilir tersebut langsung menimbulkan asap pekat membumbung tinggi. Informasi musibah ini juga menyebar cepat di media sosial hingga mengundang masyarakat Tembilahan ke lokasi kejadian.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Indragiri Hilir mengerahkan mobil damkar dan personel, dibantu Tim Relawan PSMTI, BPBD, TNI dan Polri untuk memadamkan api.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Api dapat dipadamkan pada pukul 23:30 WIB.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfops), Dhoan Dwi Anggara menyatakan api berasal dari ruangan Kesra.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Berdasarkan informasi petugas pemadam kebakaran, api berasal dari lantai 1 sisi kanan tepatnya di ruangan Kabag Kesra,&quot; ungkapnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dhoan mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk pengamanan lokasi kebakaran hingga besok hari.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita menjaga hal&#45;hal yang tidak diinginkan, lokasi di police line&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap, masyarakat atau pihak lain tidak berspekulasi liar dan mengakait kaitkan kebakaran ini dengan hal tertentu.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tadi Wakil Bupati Indragiri Hilir (Yuliantini,red) menyampaikan bahwa tidak menginginkan terjadinya musibah kebakaran. Dan kami juga berharap kawan kawan untuk tetap menjaga opini masyarakat, tidak dikaitkan hal ini ke mana&#45;mana, murni musibah,&quot; harapnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ditanya mengenai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berada di dalam kantor Bupati tidak difungsikan saat terjadi kebakaran, Dhoan menjelaskan tidak adanya petugas piket malam ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;APAR ada, tapi jam kantor petugas tidak ada berkegiatan di jam segini, tak ada di lokasi saat kebakaran,&quot; paparnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkait penyebab kebakaran, Pemerintah Kabupaten masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang, aparat Kepolisian Polres Indragiri Hilir.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Penyebab, kita tunggu saja apa hasil dari pemeriksaan aparat yang berwenang, sementara belum dapat saya informasikan,&quot; tutupnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, belum diketahui secara pasti adakah berkas atau dokumen penting milik Pemerintah Indragiri Hilir yang ikut terbakar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/48433179938-img-20260107-wa0000.jpg"/><pubDate>Wed, 07 Jan 2026 08:02:23 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/01/kebakaran-kantor-bupati-indragiri-hilir-berasal-dari-ruangan-kesra</guid></item><item><title>Breaking News, Kantor Bupati Indragiri Hilir Alami Kebakaran</title><link>https://www.indragirione.com/2026/01/breaking-news-kantor-bupati-indragiri-hilir-alami-kebakaran</link><description>&lt;p&gt;Indragiri Hilir,&#45; Kantor Bupati Indragiri Hilir, Provinsi Riau Jalan Akasia Tembilahan, mengalami kebakaran, Selasa (6/2) sekitar pukul 22:22 WIB.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Insiden ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap di bumbung atap Kantor berlantai 5 tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini Dinas Pemadam Kebakaran dibantu Tim PSMTI, BPBD, &amp;nbsp;TNI Polri tengah melakukan upaya pemadaman api.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Media ini masih melakukan pengumpulan data dan keterangan dari para pihak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat tampak berkerumun menyaksikan kebakaran tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/20966157438-img-20260106-wa0035.jpg"/><pubDate>Tue, 06 Jan 2026 22:58:30 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/01/breaking-news-kantor-bupati-indragiri-hilir-alami-kebakaran</guid></item><item><title>Arus Lalu Lintas Pekanbaru &#45; Jambi Kembali Normal, Polres Inhil Dirikan Posko Pantau Kebocoran Gas</title><link>https://www.indragirione.com/2026/01/arus-lalu-lintas-pekanbaru--jambi-kembali-normal-polres-inhil-dirikan-posko-pantau-kebocoran-gas</link><description>&lt;p&gt;Indragiri Hilir – Situasi arus lalu lintas di jalur strategis Pekanbaru–Jambi kini telah kembali normal pascakejadian kebocoran pipa gas. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., kepada masyarakat, Sabtu 3 Januari 2026&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hilir menjelaskan bahwa &amp;nbsp;arus lalu lintas dari arah Pekanbaru menuju Jambi maupun sebaliknya sudah dapat dilalui kendaraan dengan aman dan lancar. Meski demikian, api di lokasi kebocoran masih terlihat menyala, namun kondisinya telah mengecil dan berada pada jarak sekitar 200 meter dari badan jalan, sehingga tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali, kami bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri akan membangun posko pantau di lokasi kejadian. Posko ini berfungsi untuk pengawasan, pengendalian situasi, serta pengaturan arus lalu lintas apabila diperlukan,” ujar AKBP Farouk Oktora.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, mengingat aliran gas telah berhasil ditutup. Saat ini petugas hanya menunggu sisa gas yang masih ada di dalam pipa untuk terbakar hingga padam secara alami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai langkah antisipasi, tiga unit mobil pemadam kebakaran telah disiagakan di sekitar lokasi untuk mengendalikan situasi apabila terjadi hal&#45;hal yang tidak diinginkan. Selain itu, personel Satlantas dan Satsamapta Polres Indragiri Hilir, didukung TNI serta BPBD, terus bersiaga penuh guna memastikan keamanan masyarakat dan kelancaran lalu lintas di area kebocoran gas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polres Indragiri Hilir menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara intensif hingga kondisi benar&#45;benar dinyatakan aman dan terkendali sepenuhnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/77504812597-img-20260103-wa0008.jpg"/><pubDate>Sat, 03 Jan 2026 07:42:52 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/01/arus-lalu-lintas-pekanbaru--jambi-kembali-normal-polres-inhil-dirikan-posko-pantau-kebocoran-gas</guid></item><item><title>Kebocoran Pipa Gas PT TGI di Desa Batu Ampar, Polres Inhil Lakukan Pengamanan</title><link>https://www.indragirione.com/2026/01/kebocoran-pipa-gas-pt-tgi-di-desa-batu-ampar-polres-inhil-lakukan-pengamanan</link><description>&lt;p&gt;Indragiri Hilir – Telah terjadi kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, pada Jumat (1/1/2026) sekitar pukul 16.35 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 16.00 WIB, saat masyarakat setempat mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam milik PT TGI. Tidak lama kemudian, api terlihat menyembur ke udara dari lokasi pipa dan menyebabkan kebakaran, dengan ketinggian semburan api diperkirakan mencapai ±15 meter. Hingga laporan ini disampaikan, api masih terlihat menyala dan gas terus menyembur keluar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengetahui kejadian tersebut, Kapolsek Kemuning bersama personel Polsek Kemuning segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengamanan serta langkah&#45;langkah antisipasi. Personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian demi menghindari risiko bahaya akibat semburan api dan gas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K. menyampaikan bahwa personel kepolisian telah berada di lokasi kejadian dan masyarakat telah diimbau untuk sementara menghentikan aktivitas melintas, baik dari arah Jambi menuju Riau maupun sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Personel sudah berada di TKP. Masyarakat yang melintasi jalur menuju Jambi atau sebaliknya kami imbau untuk berhenti sementara. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan gas agar segera melakukan manajemen krisis dan pemutusan alur pipa,” ujar Kapolres.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Keterangan petugas yang berwenang bahwa &amp;nbsp;penyekatan arus gas telah du lakukan penutupan atau penyekatan, minimal &amp;nbsp; 3 (tiga) jam mudah mudahan Sudah padam. di mohon kepada masyarakat agar bersabar..&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil &amp;nbsp;Menghimbau Kepada Masyarakat yang melintas ke arah Jambi atau sebaliknya agar istirah dulu mengu situasi Kondusif&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, personel Polsek Kemuning melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur serta menyiapkan penutupan sementara arus kendaraan dari dua arah, baik dari Pekanbaru maupun Jambi, apabila situasi di lapangan mengharuskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan data sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun warga terdampak, mengingat jarak pipa gas dengan permukiman warga sekitar ±500 meter. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif, meskipun kondisi cuaca dilaporkan hujan lebat dan api masih menyala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polsek Kemuning terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Perkembangan lebih lanjut akan dilaporkan sesuai situasi di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil juga menyampaikan Bahwa arus lalu lintas pekanbaru ke jambi maupun sebaliknya sudah normal.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Api memang masih menyala namun sudah mengecil dan jarak api dengan jalan raya &amp;nbsp;sekitar 200 meter.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini kita akan bangun posko pantau dilokasi bersama pemerintah daerah, TNI POLRI untuk mengawasi dan melakukan pengaturan arus lalu lintas,&quot; tuturnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengimbau untuk warga agar tetap tenang, aliran gas sudah di tutup tinggal menunggu sisa gas yang ada terbakar sampai padam. Ada 3 unit pemadam kebakaran yang sudah di standbykan untuk mengantisipasi api.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini personil Satlantas, Samapta Polres dan TNI serta BPBD tetap disiagakan di lokasi kebocoran gas.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.indragirione.com/assets/berita/original/4701943138-screenshot_20260102_235314.jpg"/><pubDate>Fri, 02 Jan 2026 23:53:33 +0700</pubDate><guid>https://www.indragirione.com/2026/01/kebocoran-pipa-gas-pt-tgi-di-desa-batu-ampar-polres-inhil-lakukan-pengamanan</guid></item></channel></rss>