Pencarian

Venezuela Negosiasi Restrukturisasi Utang Rp 3.560 T dengan AS di Sidang PBB

Selasa, 22 September 2026 • 06:21:01 WIB
Venezuela Negosiasi Restrukturisasi Utang Rp 3.560 T dengan AS di Sidang PBB
Delegasi Venezuela yang dipimpin Presiden Sementara Delcy Rodriguez tiba di New York untuk perundingan restrukturisasi utang dan kerja sama energi di sela Sidang Majelis Umum PBB.

INDRAGIRIONE.COM — Delegasi Venezuela yang dipimpin Presiden Sementara Delcy Rodriguez memulai perundingan restrukturisasi utang dan kerja sama energi dengan Amerika Serikat di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York. Nilai utang negara dan PDVSA yang hendak dinegosiasikan diperkirakan menembus US$ 150 miliar hingga US$ 200 miliar (sekitar Rp 2.670 triliun sampai Rp 3.560 triliun). Pertemuan puncak antara Rodriguez dan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berlangsung Selasa di sela resepsi kenegaraan.

Delcy Rodriguez tiba di New York pada Senin pagi waktu setempat dan langsung disambut diplomat tinggi AS untuk Venezuela, John Barrett. Lawatan ini menjadi kunjungan perdananya ke Amerika Serikat sejak menjabat sebagai presiden sementara pada Januari, di bawah pengawasan ketat Washington menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan AS.

Agenda hari pertama Rodriguez diisi pertemuan terpisah dengan Presiden Inter-American Development Bank (IDB) Ilan Goldfajn, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, serta Presiden Bank Dunia Ajay Banga.

"Kunjungannya akan sangat berfokus pada restrukturisasi utang, dana, dan pembayaran," ujar salah satu sumber yang mengetahui jalannya diskusi, dikutip dari Reuters.

Beban Utang Venezuela dan PDVSA Capai Rp 3.560 Triliun

Venezuela pada Mei lalu mengumumkan rencana merestrukturisasi utang negara sekaligus utang perusahaan minyak negara PDVSA. Para analis memperkirakan total kewajiban itu berada di kisaran US$ 150 miliar hingga US$ 200 miliar.

Sebulan sebelumnya, para penasihat hukum dan keuangan telah membentuk komite untuk mengoordinasikan partisipasi kreditur dan mengamankan perwakilan mereka dalam negosiasi dengan Caracas. Pembentukan komite ini menjadi sinyal bahwa proses restrukturisasi akan melibatkan banyak pihak kreditur internasional.

IDB Siapkan Rencana Keterlibatan Dua Tahun

Presiden IDB Ilan Goldfajn memastikan lembaganya tengah menyusun rencana keterlibatan dua tahun untuk Venezuela yang berfokus pada sektor listrik dan perlindungan sosial.

"Upaya ini mencakup misi untuk memeriksa kerangka makroekonomi dan data negara, serta untuk memperkirakan kebutuhan investasi di berbagai sektor," tutur Goldfajn.

"Kami juga berupaya menyelaraskan berbagai langkah pemulihan secara komprehensif."

Dorong Transisi Demokrasi dan Pemulihan Pascagempa

Di jalur diplomasi, Menteri Luar Negeri Venezuela Felix Plasencia mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat Inggris, termasuk Menteri Inggris untuk Amerika Chris Elmore.

"Kami membahas kemajuan menuju transisi demokrasi dan hak asasi manusia, serta pemulihan dan rekonstruksi menyusul gempa bumi tahun ini," papar Elmore.

Seluruh menteri dan pejabat tinggi Venezuela telah memajukan negosiasi selama berbulan-bulan sebelum perjalanan Rodriguez ke New York. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, mengonfirmasi pertemuan Trump dan Rodriguez dijadwalkan berlangsung Selasa di sela resepsi yang diselenggarakan Presiden AS. Kementerian Luar Negeri dan Informasi Venezuela belum memberikan komentar resmi.

Konsulat dan Kantor Misi PBB Venezuela Dibuka Kembali

Beberapa gedung milik Venezuela di New York yang telah ditutup bertahun-tahun, termasuk konsulat dan kantor misi PBB, baru-baru ini direnovasi dan dibuka kembali. Pertemuan Rodriguez dengan pejabat IDB yang turut dihadiri Menteri Minyak Paula Henao bahkan digelar di gedung misi PBB tersebut.

MoU Energi dan Tambang Emas Diteken dengan Perusahaan AS

Normalisasi ekonomi juga terlihat di sektor energi. Awal bulan ini, Menteri Minyak Paula Henao, Menteri Pertambangan Hector Silva, dan pejabat tinggi PDVSA berpartisipasi dalam konferensi energi G20 di Houston.

Dalam forum itu, Venezuela menandatangani nota kesepahaman dengan produsen minyak AS Continental Resources untuk area di Sabuk Orinoco. Kontrak terpisah juga diteken untuk memberikan hak operasional dan ekspor tambang emas kepada perusahaan investasi AS Heeney Capital.

Perjanjian awal dengan raksasa energi AS ExxonMobil sedang dinegosiasikan dan berpotensi membuka jalan bagi kembalinya perusahaan tersebut ke ladang minyak Venezuela. Bagi kreditur dan investor energi, rangkaian kesepakatan ini menjadi indikator seberapa cepat Venezuela bisa memulihkan akses ke pasar modal internasional.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks