Pencarian

IHSG Berisiko Lanjut Melemah ke 5.100, Asing Net Sell Rp 3,34 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 • 06:01:02 WIB
IHSG Berisiko Lanjut Melemah ke 5.100, Asing Net Sell Rp 3,34 Triliun
Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini dibayangi tekanan jual dan kekhawatiran capital outflow.

INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin (19/10/2026) dengan rentang pergerakan 5.100-5.200. Tekanan jual masih dibayangi kekhawatiran capital outflow dan ketidakpastian klasifikasi MSCI, setelah akhir pekan lalu IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185.

BRI Danareksa Sekuritas menilai volatilitas pasar berpotensi tetap tinggi seiring kekhawatiran investor terhadap risiko capital outflow dan ketidakpastian klasifikasi MSCI. Perhatian pasar juga tertuju pada langkah Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat transparansi, integritas, serta kredibilitas pasar modal.

"Selama belum ada kejelasan yang meredakan kekhawatiran tersebut, tekanan terhadap IHSG dan rupiah masih perlu diwaspadai," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Level Support 5.100 dan 4.954 Jadi Ujian Berikutnya

Secara teknikal, IHSG mengalami breakdown tajam dari pola head & shoulders setelah gagal bertahan di atas neckline psikologis 6.000. Indikator MACD menunjukkan momentum bearish yang menguat, dengan garis MACD berada di bawah signal line dan histogram negatif semakin melebar.

Pola tersebut menempatkan level support psikologis IHSG di 5.100, dengan support Fibonacci berikutnya di 4.954. Adapun 5.200 menjadi resistance awal yang perlu ditembus untuk meredakan tekanan jual.

"Selama belum mampu kembali ke atas area tersebut, risiko pelemahan lanjutan masih dominan," tulis riset tersebut.

Wall Street dan Harga Minyak Tambah Beban Sentimen Global

Laju IHSG juga akan dipengaruhi faktor global, terutama penurunan tajam pasar saham Wall Street akhir pekan lalu. Dow Jones jatuh 0,34%, Nasdaq melemah 2,14%, dan S&P500 turun 1,09%. Harga minyak dunia juga mengalami lompatan yang menambah tekanan pada sentimen risiko.

Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli tiga saham untuk mengarungi tekanan pasar. Saham MYOR direkomendasikan dengan target harga Rp 1.400-1.445, ACES dengan target Rp 336-348, dan INDF dengan target Rp 6.750-6.950.

Anjlok 11,57% Jadi Penurunan Terburuk Sejak Krisis 1998

Pada akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh 678,68 poin atau 11,57% menjadi 5.185. BEI bahkan sempat menerapkan trading halt selama 30 menit. Level tersebut menjadi yang terendah dan penurunan terbesar sejak krisis moneter 1998.

Pemodal asing berlomba keluar dari pasar saham Indonesia dengan torehan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 3,34 triliun. Net sell terbesar disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 2,32 triliun dan BBRI Rp 1,14 triliun.

Penurunan sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham:

  • Sektor material dasar anjlok 13,36%
  • Sektor kesehatan jatuh 13,16%
  • Sektor infrastruktur turun 13%
  • Sektor industri melemah 11,89%
  • Sektor energi turun 11,39%
  • Sektor konsumer primer melemah 11,12%
  • Sektor transportasi turun 10,91%
  • Sektor konsumer non primer anjlok 10,11%
  • Sektor properti melemah 9,63%
  • Sektor keuangan melemah 8,98%
  • Sektor teknologi turun 8,88%

Big Cap Kena ARB, Sejumlah Saham Justru Menguat

Penurunan tajam IHSG sejalan dengan kejatuhan mayoritas saham big cap hingga auto reject bawah (ARB), seperti BBCA, BBRI, BREN, BMRI, TPIA, ASII, TLKM, dan MORA. Saham ASII dan DCII tidak terkena ARB, sementara BYAN justru menguat.

Di tengah tekanan pasar, tiga saham berhasil mencatat auto reject atas (ARA). BSWD naik 25% menjadi Rp 5.625, ABDA melesat 24,93% menjadi Rp 4.710, dan TRUK naik 24,81% menjadi Rp 3.220. Saham PTSP juga melompat 20,72% menjadi Rp 2.010.

Bagi investor, rentang 5.100-5.200 menjadi area krusial yang menentukan arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan. Selama resistance 5.200 belum ditembus, strategi defensif dengan seleksi saham berfundamental kuat dinilai lebih prudent ketimbang mengejar rebound.

Sumber: investortrust.id

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks