Pencarian

IHSG Ditutup di 6.071,13, Terkoreksi 7,95% Sepanjang September 2026

Kamis, 01 Oktober 2026 • 06:01:31 WIB
IHSG Ditutup di 6.071,13, Terkoreksi 7,95% Sepanjang September 2026
IHSG ditutup di level 6.071,13 pada perdagangan Rabu (30/9).

INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (30/9) di level 6.071,13, tertekan 7,95% sepanjang September 2026. Sepanjang tahun berjalan, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu sudah ambles 29,79% secara year to date (ytd). Tekanan jual investor asing, pelemahan rupiah, dan tingginya yield US Treasury masih membayangi pergerakan indeks ke depan.

Koreksi tajam sepanjang September 2026 menempatkan IHSG di posisi yang jauh dari harapan awal tahun. Level penutupan 6.071,13 pada perdagangan Rabu (30/9) mencerminkan tekanan yang belum juga mereda menjelang masuknya bulan Oktober.

Sejumlah faktor eksternal dan domestik masih membebani indeks. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, tingginya imbal hasil US Treasury, serta derasnya tekanan jual dari investor asing menjadi tiga pemberat utama yang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Tekanan Jual Asing dan Yield US Treasury Jadi Pemberat Utama

Investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih di pasar saham domestik. Kondisi ini diperparah oleh tingginya yield US Treasury yang membuat aset berdenominasi dolar AS lebih menarik dibandingkan instrumen di pasar berkembang, termasuk Indonesia.

Pelemahan rupiah turut memperkuat tekanan tersebut. Nilai tukar yang melemah membuat imbal hasil investasi di pasar saham Indonesia kurang kompetitif bagi investor global yang menghitung return dalam dolar AS.

Oktober Biasanya Lebih Ramah, tapi Tahun Ini Tidak Otomatis

Secara historis, Oktober sering menjadi bulan yang lebih bersahabat bagi pasar saham. Pola musiman ini kerap dijadikan acuan sebagian pelaku pasar untuk mengharapkan rebound setelah tekanan di bulan-bulan sebelumnya.

Namun, kondisi tahun ini tidak bisa serta-merta mengikuti pola tersebut. Selama tiga pemberat utama — rupiah, yield US Treasury, dan aksi jual asing — belum menunjukkan perbaikan signifikan, potensi rebound masih akan menghadapi hambatan besar.

Posisi YTD yang Sudah Ambles 29,79%

Koreksi 29,79% secara year to date menempatkan IHSG sebagai salah satu indeks dengan kinerja terburuk di kawasan. Angka ini juga mencerminkan besarnya kerugian yang dialami investor yang masuk sejak awal tahun.

Dengan posisi tersebut, pergerakan IHSG di bulan Oktober akan sangat bergantung pada perkembangan eksternal, terutama arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan pergerakan yield US Treasury. Tanpa perbaikan di sisi tersebut, tekanan jual asing diperkirakan masih akan berlanjut.

Yang Perlu Dicermati Investor di Bulan Oktober

Bagi investor, ada beberapa hal yang perlu dicermati. Pertama, arah pergerakan rupiah terhadap dolar AS yang akan sangat menentukan sentimen asing. Kedua, perkembangan yield US Treasury yang menjadi acuan global untuk alokasi aset.

Ketiga, seberapa besar tekanan jual asing yang masih tersisa di pasar. Ketiga faktor ini akan menjadi penentu utama apakah IHSG mampu memanfaatkan pola musiman Oktober atau justru melanjutkan tren koreksi yang sudah berjalan sejak awal tahun.

Sumber: insight.kontan.co.id

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks