Pencarian

Mitra Stania Prima Raih Emas PROPER 2025 Lewat Tambang Timah Ramah Lingkungan

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 07:21:01 WIB
Mitra Stania Prima Raih Emas PROPER 2025 Lewat Tambang Timah Ramah Lingkungan
Pekerja beraktivitas di fasilitas pengolahan timah PT Mitra Stania Prima di Kawasan Industri Air Kantung, Bangka.

INDRAGIRIONE.COM — PT Mitra Stania Prima meraih peringkat emas pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan ini diraih setelah perusahaan tambang timah di Bangka itu mengonversi tungku peleburannya dari bahan bakar fosil ke listrik berbasis energi hijau. Langkah tersebut sekaligus menekan emisi karbon dan mengangkat pendapatan warga di sekitar wilayah operasional.

Penghargaan tersebut tidak lepas dari serangkaian transformasi teknologi yang dijalankan perusahaan. Komisaris PT MSP Harwendro Adityo Dewanto menjelaskan, perseroan memiliki dan mengoperasikan fasilitas pengolahan serta pemurnian timah dengan dua tungku listrik yang memanfaatkan energi hijau bersumber dari Renewable Energy Certificate (REC) PLN dan green electricity furnace.

Dari Tanur Pantul ke Tungku Listrik

Perubahan paling mendasar terjadi pada sistem peleburan. MSP mengonversi teknologi dari tanur pantul menjadi tanur listrik, mengganti fuel burner berbasis bahan bakar fosil dengan sistem elektrik, serta mengoptimalkan penggunaan overhead crane untuk mengurangi ketergantungan pada forklift berbahan bakar.

"Selain itu, perusahaan juga melakukan konversi teknologi dari tanur pantul menjadi tanur listrik, mengganti fuel burner berbasis bahan bakar fosil dengan sistem elektrik, serta mengoptimalkan penggunaan overhead crane untuk mengurangi ketergantungan pada forklift berbahan bakar," papar Harwendro.

Transformasi ini berdampak langsung pada kinerja lingkungan dan efisiensi operasional. Program ecoinovasi refinery fuel burner to electricity menjadi salah satu pencapaian yang ditorehkan perusahaan.

Di sisi energi, MSP mengintegrasikan penggunaan listrik REC dan bahan bakar biosolar B35 sebagai bagian dari strategi transisi menuju energi yang lebih bersih. Perusahaan juga telah melakukan langkah awal melalui skema carbon trading dengan pembelian 1.000 kg CO? eq yang terdaftar dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

Produk Timah Tembus Standar Global

Produk ingot timah bermerek MSP telah terdaftar di London Metal Exchange (LME). Pencantuman di bursa logam terkemuka dunia itu menjadi salah satu indikator standar kualitas global bagi produk perusahaan.

MSP merupakan salah satu unit bisnis di bawah ARSARI Tambang yang bergerak di sektor pertambangan, pengolahan, dan pemurnian bijih timah. Perusahaan berlokasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kelurahan Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. MSP beroperasi sebagai perusahaan pertambangan timah di Indonesia sejak 2013 di wilayah Mapur.

Limbah Kelapa Jadi Sumber Pendapatan Warga

Fokus MSP tidak berhenti pada aspek lingkungan. Melalui Program ARSARI, perusahaan menjalankan inovasi sosial berbasis ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah kelapa menjadi produk bernilai seperti biochar dan asap cair. Teknologi yang dipakai adalah retort berbasis pembakaran tertutup.

Program tersebut berhasil membentuk empat kelompok masyarakat dengan peningkatan pendapatan rata-rata berkisar Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per bulan. Dari sisi lingkungan, program ini berkontribusi terhadap penurunan emisi dari 115 ton menjadi 35 ton CO?eq serta mendukung rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 72 hektare.

Pada aspek sosial, MSP menjalankan Program TAMASYA yang berfokus pada pengembangan anak dan keluarga. Cakupannya meliputi pembinaan TPA, pelatihan pengasuh bersertifikasi, pemantauan tumbuh kembang anak, kelas parenting, serta kerja sama layanan kesehatan dengan puskesmas setempat.

Rangkaian inisiatif itu menunjukkan integrasi antara aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam operasional perusahaan. Bagi industri timah nasional, capaian peringkat emas PROPER 2025 menjadi penanda bahwa praktik pertambangan berkelanjutan bukan sekadar wacana, melainkan bisa dijalankan seiring target transisi ekonomi rendah karbon.

Sumber: dunia-energi.com

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks