Danantara Suntik ADHI Rp 456 Miliar untuk Bereskan Proyek LRT City yang Mangkrak
INDRAGIRIONE.COM — Keputusan ini diumumkan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, di sela acara pembukaan Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Jakarta Utara, Kamis (27/8). Dony menegaskan, penyelesaian proyek ini menjadi prioritas karena menyangkut uang tabungan masyarakat yang membeli rumah pertama mereka.
"Saya membutuhkan penyelesaian itu Rp 456 miliar, itu akan kami lakukan, jelas ya," ucap Dony seusai acara.
Proyek yang Terbengkalai dan Keluhan Warga
Proyek LRT City yang dimaksud tersebar di tiga lokasi, yakni Tebet (Jakarta Selatan), Ciracas (Jakarta Timur), dan Cibubur (Depok, Jawa Barat). Mandeknya pembangunan di sejumlah titik tersebut membuat serah terima unit kepada konsumen terus tertunda, memicu keluhan dari para pembeli yang sudah menyetorkan uang.
Dony menyayangkan kondisi ini. Menurutnya, tidak ada alasan bagi konsumen untuk menanggung kerugian akibat persoalan internal pengembang. "Bayangkan orang menyisihkan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang untuk rumah pertama. Itu zalim namanya," tegasnya.
Kronologi dan Tindak Lanjut Adhi Karya
Sebelum pengumuman ini, Dony telah menggelar rapat tertutup bersama jajaran direksi Adhi Karya pada 11 Agustus 2026. Rapat tersebut membahas perkembangan proyek sekaligus menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat yang masuk ke Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN).
Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ADCP sejatinya mengakui tengah menghadapi persoalan likuiditas. Di sisi lain, model bisnis perusahaan yang berfokus pada pengembangan kawasan TOD mengharuskan ADCP menyediakan lahan di sekitar stasiun transportasi umum seperti Commuter Line, LRT, dan BRT, sekaligus membangun infrastruktur pendukungnya. Beban itulah yang membuat arus kas perusahaan tersendat.
Dony meminta Adhi Karya memperkuat komunikasi dengan penghuni dan memastikan pengelolaan kawasan berjalan bertanggung jawab. "Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan," ujarnya, mengutip akun Instagram resmi BP BUMN.
Jaminan Penyelesaian bagi Konsumen
Dengan adanya suntikan modal dari Danantara ini, diharapkan pembangunan fisik LRT City dapat segera rampung. BP BUMN dan Danantara menekankan bahwa pembangunan tidak hanya harus selesai secara fisik, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakat yang telah membeli unit.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir untuk mengawal proyek strategis yang sempat tersendat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pengembangan kawasan berbasis transportasi massal di Indonesia.