Pencarian

Danantara Siap Ekspor Tunggal Batu Bara-CPO 2027, Uji Coba Mulai Oktober

Selasa, 25 Agustus 2026 • 10:01:31 WIB
Danantara Siap Ekspor Tunggal Batu Bara-CPO 2027, Uji Coba Mulai Oktober
PT Danantara Sumber Daya Indonesia menyiapkan platform digital terintegrasi untuk mengawal ekspor batu bara, CPO, dan ferro alloy mulai 2027.

INDRAGIRIONE.COM — PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tengah menyiapkan infrastruktur digital untuk mengawal proses ekspor yang akan menjadi monopoli BUMN tersebut. Direktur Keuangan dan Treasury PT DSI, Sinthya Roesly, mengungkapkan bahwa perusahaan telah membangun platform terintegrasi yang berfungsi sebagai pusat kendali data ekspor.

Platform ini dirancang untuk menggabungkan data dari berbagai instansi, mulai dari Direktorat Jenderal Bea Cukai, Lembaga National Single Window (LNSW), Mineral Online Monitoring System (MOMS), hingga Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga (SIMBARA).

"Platform tersebut sudah tersedia dan saat ini sedang dalam tahap pengujian," ujar Sinthya di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Uji Coba Sistem dan Portal Eksportir

Setelah tahap pengujian platform selesai, DSI akan mengembangkan portal khusus untuk para eksportir. Sistem ini nantinya berfungsi untuk menjaring data perusahaan eksportir serta memantau kontrak ekspor yang masih berjalan sebelum akhirnya diproses oleh DSI.

Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum DSI resmi memegang kendali penuh atas ekspor tiga komoditas utama tersebut. Dengan adanya sistem terpadu, diharapkan tidak ada celah kebocoran data maupun ketidaksesuaian antara kontrak dan realisasi ekspor.

Peran Strategis DSI dalam Holding Danantara

Kebijakan ini menempatkan DSI sebagai satu-satunya pintu keluar untuk komoditas batu bara, CPO, dan ferro alloy. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi domestik.

Melalui konsolidasi ini, pemerintah ingin menciptakan satu data tunggal yang akurat mengenai volume dan nilai ekspor. Hal ini dinilai krusial untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan memastikan praktik bisnis yang transparan di sektor sumber daya alam.

Bagi pelaku industri, perubahan ini menandakan adanya satu pintu koordinasi yang lebih jelas. Perusahaan yang selama ini mengurus ekspor secara mandiri, nantinya akan berinteraksi dengan DSI melalui portal yang tengah disiapkan tersebut.

Uji coba pada Oktober mendatang akan menjadi tolok ukur kesiapan sistem dan kesiapan para eksportir dalam beradaptasi dengan skema baru ini. Jika berjalan mulus, DSI akan menjadi aktor kunci dalam arus perdagangan komoditas Indonesia mulai 2027.

Sumber: inews.id

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks