Rupiah Menguat ke Rp17.717 per Dolar AS, Data Tenaga Kerja AS Jadi Katalis Baru

Petugas memperlihatkan pergerakan nilai tukar rupiah di salah satu bank di Jakarta, saat rupiah menguat ke level Rp17.717 per dolar AS.
Penulis: Fajar
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:32:01 WIB

Jakarta – Rupiah berhasil mempertahankan momentum positif di tengah tekanan global yang masih membayangi. Berdasarkan data pasar valuta asing, pasangan USD/IDR terpantau bergerak di kisaran Rp17.683,6 hingga Rp17.783,0, dengan level support terdekat berada di area Rp17.683,6.

Penguatan mata uang Garuda ini tidak berdiri sendiri. Mayoritas mata uang Asia kompak menguat pada perdagangan sebelumnya, dipimpin won Korea Selatan yang melesat sekitar 1,25 persen. Pelemahan indeks dolar AS secara luas menjadi katalis utama yang mendorong aliran modal kembali ke kawasan emerging market.

Data Ekonomi AS yang Lemah Membuka Ruang Sikap Dovish The Fed

Pelaku pasar mulai mengkalkulasi ulang arah kebijakan moneter AS. Serangkaian indikator ekonomi yang dirilis belakangan ini menunjukkan perlambatan, memicu spekulasi bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) tidak akan mengambil sikap terlalu agresif pada pertemuan mendatang.

Ekspektasi ini menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan mendorong investor untuk melepas posisi dolar. Dampaknya, mata uang negara berkembang termasuk Indonesia mendapat ruang apresiasi lebih besar.

Geopolitik Timur Tengah Masih Jadi Risiko yang Dibayangi

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda tetap menjadi faktor yang dipantau ketat pasar. Meski demikian, dampaknya terhadap pergerakan rupiah dalam beberapa hari terakhir relatif terbatas, menunjukkan bahwa sentimen eksternal saat ini lebih didominasi oleh ekspektasi kebijakan moneter.

Data Cadangan Devisa dan Indikator AS Jadi Penentu Arah ke Depan

Menjelang penutupan perdagangan pekan ini, pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa Indonesia serta indikator ekonomi AS lanjutan. Kombinasi sentimen domestik yang solid dan pelemahan dolar AS secara global membuat rupiah berpotensi bertahan di zona positif hingga akhir pekan, meski volatilitas tetap perlu diwaspadai.

Bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi aset di tengah fluktuasi mata uang fiat, penyimpanan dalam bentuk dolar AS kini dapat dilakukan melalui instrumen stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) yang nilainya dipatok 1:1 dengan dolar AS. Selain menawarkan likuiditas tinggi, platform seperti Pintu juga menyediakan fitur Earn untuk memperoleh keuntungan tambahan dari aset tersebut.

Investasi mengandung risiko. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan.

Reporter: Fajar