Wi-Fi 7 Punya Masalah Kompatibilitas dengan Perangkat Lama, CableLabs Minta Vendor Cari Solusi

Router Wi-Fi 7 yang baru dibeli berpotensi membuat sejumlah perangkat lama gagal terhubung ke jaringan internet.
Penulis: Fajar
Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:29:02 WIB

Peningkatan keamanan yang diwajibkan pada Wi-Fi 7 ternyata membawa konsekuensi yang tidak terduga. CableLabs, lembaga riset yang banyak bekerja sama dengan operator kabel di Amerika Serikat, menemukan bahwa sejumlah perangkat lama justru gagal terhubung ke jaringan Wi-Fi 7 karena ketidakcocokan dalam penerapan protokol keamanan WPA3.

Persoalan ini bukan soal kecepatan, melainkan bagaimana router baru mengumumkan opsi keamanannya ke perangkat klien. Wi-Fi Alliance memang sudah mewajibkan WPA3 pada pita frekuensi 6 GHz yang digunakan Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7. Namun di lapangan, banyak perangkat lawas yang masih mengandalkan WPA2 atau bahkan standar yang lebih lama.

23 Miliar Perangkat Lawas Jadi Akar Masalah

CableLabs mencatat lebih dari 23 miliar perangkat Wi-Fi aktif digunakan di seluruh dunia, dan sebagian besar masih berbasis teknologi Wi-Fi 5 atau Wi-Fi 4. Kondisi ini paling terasa di lingkungan rumah tangga, di mana satu jaringan biasanya dipakai oleh beragam perangkat dengan umur dan spesifikasi berbeda.

Masalahnya, tidak semua perangkat lama membaca informasi keamanan dengan benar. Seharusnya mereka mengabaikan opsi keamanan yang tidak dikenal saat menyambung ke jaringan. Kenyataannya, sebagian perangkat justru salah mengartikan data tersebut dan akhirnya gagal terhubung sama sekali.

Akibatnya, konsumen yang baru saja membeli router Wi-Fi 7 bisa mendapati laptop atau TV lama mereka tidak bisa lagi mengakses internet. CableLabs menyebut situasi ini memicu kebingungan dan meningkatkan jumlah keluhan ke layanan pelanggan operator.

Mode Kompatibilitas Baru yang Belum Banyak Didukung

Wi-Fi Alliance sebenarnya sudah menyiapkan solusi bernama WPA3-Personal Compatibility Mode (PCM). Mode ini memindahkan informasi keamanan khusus Wi-Fi 7 ke elemen bernama Robust Security Network Override (RSNO). Dengan begitu, router tetap bisa mengiklankan WPA2-Personal melalui saluran lama, sementara perangkat yang lebih baru bisa bernegosiasi ke tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Hanya saja, solusi ini memunculkan syarat baru: perangkat klien harus mendukung mekanisme RSNO agar bisa beroperasi dalam mode Wi-Fi 7. Jika tidak, perangkat tersebut akan terbatas pada koneksi Wi-Fi 6 dengan WPA2-Personal, meskipun hardware-nya secara teknis mampu mendukung Wi-Fi 7.

Karena dukungan RSNO masih tergolong baru, banyak perangkat yang belum memilikinya. CableLabs pun mendesak para vendor chipset dan produsen access point untuk menjadikan kemampuan ini sebagai prioritas.

Mengapa Baru Terjadi Sekarang?

WPA3 sebenarnya bukan standar anyar — ia sudah didukung sejak generasi Wi-Fi 6. The Register menanyakan hal ini langsung ke CableLabs, dan jawabannya cukup gamblang: sebelumnya, ketika perangkat lawas bermasalah dengan WPA3, pengguna masih punya opsi untuk beralih ke jaringan WPA2 murni. Semua perangkat dari berbagai generasi masih bisa terhubung.

Kini opsi itu tidak lagi tersedia. Wi-Fi 7 mewajibkan WPA3, dan penetrasi router generasi terbaru di jaringan rumah terus meningkat. "Alternatif konfigurasi yang dulu dipakai sudah tidak memungkinkan, jadi solusi lain harus dikembangkan," demikian penjelasan CableLabs. Solusi yang dimaksud adalah WPA3-PCM dengan mekanisme RSN Override.

Pasar Baru Tumbuh, Wi-Fi 8 Sudah Mengintip

Persoalan ini muncul di tengah pertumbuhan Wi-Fi 7 yang masih dini. Estimasi terbaru menyebut teknologi ini baru menguasai sekitar 7,2 persen pasar Amerika Serikat. Namun para vendor seperti Broadcom sudah mulai menyiapkan chip untuk Wi-Fi 8, yang berarti masalah kompatibilitas lintas generasi kemungkinan besar akan terus berulang.

CableLabs juga meminta produsen perangkat murah dan perangkat smart home — yang biasanya mengandalkan chipset lama — untuk menguji produk mereka terhadap access point Wi-Fi 7 terbaru. Ini penting karena perangkat kelas tersebut justru yang paling sering menjadi korban masalah konektivitas ketika standar baru diluncurkan.

Reporter: Fajar