Pencarian

Saham Boy Thohir AADI, ADRO, ADMR Diprediksi Lanjut Naik hingga Akhir Tahun

Rabu, 07 Oktober 2026 • 06:21:32 WIB
Saham Boy Thohir AADI, ADRO, ADMR Diprediksi Lanjut Naik hingga Akhir Tahun
Saham AADI melonjak 73,48% secara year to date, melampaui kinerja saham konglomerasi lain.

INDRAGIRIONE.COM — Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melonjak 73,48% secara year to date, jauh mengalahkan saham konglomerasi lain yang justru anjlok. Penguatan AADI, ADRO, dan ADMR diprediksi berlanjut hingga akhir tahun ditopang fundamental emiten dan prospek komoditas energi.

Kinerja tiga saham terafiliasi Garibaldi Thohir atau Boy Thohir itu berbeda tajam dengan emiten konglomerasi lain. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melesat 44,20% sejak awal Januari, sementara PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi tipis 3,53%. Bandingkan dengan Grup Barito milik Prajogo Pangestu: PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok 54,13%, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) keok 69,59%, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) rontok 74,86%.

Fundamental Jadi Penopang, Bukan Sekadar Santa Rally

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry, menilai penguatan saham-saham Grup Adaro bukan semata efek Santa Rally di akhir tahun. Menurutnya, ada kombinasi tiga faktor yang bekerja bersamaan.

"Saya masih melihat prospek positif sampai akhir tahun, ditopang fundamental grup, harga komoditas dan ekspektasi capital flow ke saham energi," kata Elandry kepada Katadata, Selasa (6/10).

Dari sisi laba, AADI membukukan laba bersih US$ 473,76 juta atau setara Rp 8,47 triliun pada semester pertama tahun ini, naik 10,51% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 428,68 juta. Pendapatan AADI naik menjadi US$ 2,54 miliar dari US$ 2,39 miliar secara tahunan.

Pendorong utamanya adalah penjualan batu bara domestik yang meningkat 16,49% menjadi US$ 400,43 juta dari US$ 343,75 juta. Sebaliknya, penjualan batu bara ekspor turun sekitar 2,03% menjadi US$ 1,82 miliar dari US$ 1,86 miliar.

ADRO Cetak Lonjakan Laba 76,83%

ADRO mencatat pertumbuhan laba paling agresif di antara ketiganya. Laba bersih ADRO melesat 76,83% menjadi US$ 309,36 juta dari US$ 174,94 juta pada periode sebelumnya.

Lonjakan itu seiring kenaikan pendapatan perseroan menjadi US$ 999,24 juta dari US$ 857,69 juta. Penjualan hasil tambang ke pihak ketiga mencapai US$ 370,27 juta, melonjak 58,15% dari US$ 234,11 juta. Penjualan domestik menyumbang US$ 244,95 juta, sedangkan ekspor naik 40,42% menjadi US$ 125,32 juta.

ADRO juga membukukan pendapatan US$ 210,12 juta dari penjualan hasil tambang kepada pihak berelasi, terutama dari ekspor yang mencapai US$ 208,65 juta.

Target Harga dan Katalis Masing-Masing Emiten

Elandry memetakan katalis berbeda untuk ketiga saham tersebut. AADI dinilainya paling menarik dari sisi arus kas dan potensi dividen, dengan target harga Rp 14.000-Rp 15.000 per saham.

  • AADI — target Rp 14.000-Rp 15.000, ditopang arus kas kuat dan potensi dividen
  • ADRO — target Rp 3.000-Rp 3.300, katalis dari diversifikasi bisnis aluminium
  • ADMR — target Rp 1.900-Rp 2.100, mengandalkan batu bara metalurgi dan smelter aluminium, tetapi volatilitas lebih tinggi

Untuk ADMR, prospek pertumbuhannya bertumpu pada bisnis batu bara metalurgi dan smelter aluminium. Meski target harganya paling rendah, Elandry mengingatkan tingkat volatilitas saham ini lebih tinggi dibanding dua emiten lainnya.

Yang Perlu Dicermati Investor

Ketiga saham masih menyimpan ruang tumbuh, tetapi investor perlu mencermati beberapa hal. Pertama, penjualan ekspor batu bara AADI justru menurun, sehingga ketergantungan pada pasar domestik meningkat. Kedua, pendapatan ADRO dari pihak berelasi cukup besar, yang perlu dicermati dari sisi keberlanjutan.

Ketiga, pergerakan harga saham Grup Adaro sangat dipengaruhi sentimen harga komoditas energi dan arus modal asing ke sektor energi. Jika harga batu bara terkoreksi atau capital flow berbalik arah, penguatan yang sudah berjalan bisa terhenti.

Meski begitu, kombinasi laba bersih yang tumbuh double digit, ekspektasi dividen, dan diversifikasi bisnis ke aluminium menjadi modal utama ketiga emiten menghadapi sisa tahun ini.

Sumber: katadata.co.id

Follow www.indragirione.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks