Danantara Buka Suara soal Graha Merah Putih Disewa BGN: Sewa di Atas Harga Pasar
INDRAGIRIONE.COM — Keputusan Telkom menyewakan gedung ikoniknya di kawasan Gatot Subroto itu sempat memicu beragam pertanyaan publik. Apalagi, BGN merupakan institusi baru bentukan pemerintah yang selama ini identik dengan program makan bergizi gratis.
Dony Oskaria menegaskan, kekhawatiran soal potensi kerugian negara tidak berdasar. Sebab, Telkom adalah perusahaan terbuka yang sahamnya diperdagangkan di bursa. Seluruh transaksi material, termasuk sewa-menyewa aset, wajib mengikuti mekanisme pasar dan prinsip tata kelola yang ketat.
Sewa di Atas Harga Pasar
"Ini optimalisasi aset pasti sudah dilakukan, sudah dikaji tentu oleh Telkom. Semua transaksi itu tentu harus berdasarkan harga pasar," ujar Dony di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
Ia menambahkan, nilai sewa yang ditawarkan BGN justru lebih tinggi dari harga pasar. "Karena Telkom itu adalah perusahaan terbuka, tidak mungkin dilakukan sesuatu yang merugikan Telkom. Itu yang paling penting," tegasnya.
Dony juga meminta publik tidak memaknai negatif keputusan ini. Menurutnya, penyewaan aset adalah praktik bisnis yang wajar dan lazim dilakukan banyak korporasi, termasuk lembaga negara lain.
Tak Ada Karyawan yang Terlantar
Dony memastikan karyawan Telkom yang selama ini berkantor di Graha Merah Putih sudah disiapkan tempat kerja baru. "Enggak mungkin orang dipindahin. Masa mereka kerja di jalan. Ini pasti ada, gedungnya memang sudah dihitung," katanya.
Ia menekankan, kesehatan perusahaan dan kesejahteraan karyawan menjadi prioritas dalam setiap keputusan pengelolaan aset. "Kita harus melihat bahwa kita satu-kesatuan untuk membuat perusahaan-perusahaan kita semuanya dalam keadaan sehat," ucap Dony.
Gedung BUMN Bakal Disewakan Semua
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Danantara dalam menggenjot pendapatan non-operasional BUMN. Dony bahkan mengisyaratkan akan ada lebih banyak aset properti BUMN yang disewakan ke depan.
"Kita sudah cukup dengan foya-foya berlebihan. Ada gedung di sini, gedung di sana, semua kita sewakan," tegasnya.
Dengan skema ini, Danantara ingin memastikan setiap aset negara yang menganggur bisa menghasilkan nilai tambah. Gedung Graha Merah Putih menjadi contoh pertama dari rencana besar tersebut.