Garuda Setop Penerbangan di 3 Bandara Imbas Abu Krakatau

Maskapai menghentikan sementara penerbangan dari tiga bandara menyusul penutupan ruang udara akibat abu vulkanik Gunung Krakatau.
Penulis: Sutomo
Senin, 07 September 2026 | 06:21:01 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Manajemen maskapai mengonfirmasi bahwa penghentian jadwal terbang ini mengikuti keputusan otoritas penerbangan terkait keselamatan ruang udara.

"Penyesuaian tersebut menyusul perpanjangan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Husein Sastranegara, dan Bandara Radin Inten II oleh otoritas terkait," kata Corporate Communications Division Head Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Opsi Refund Penuh dan Reschedule Tiket

Menghadapi pembatalan massal ini, emiten penerbangan berkode saham GIAA ini menyiapkan skema mitigasi layanan bagi para pelanggan. Pemegang tiket pada periode terdampak dapat memilih kompensasi berupa perubahan jadwal (reschedule) tanpa biaya tambahan atau pengembalian dana utuh (full refund).

"Permohonan tersebut dapat diajukan hingga 14 September 2026," ujar Dicky.

Penumpang diimbau aktif memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi sebelum berangkat. Hal ini penting guna menghindari penumpukan di area terminal bandara yang operasionalnya masih dibekukan sementara.

Pemeriksaan Kelaikudaraan Armada Pesawat

Selain mengurus penanganan penumpang, tim teknis maskapai memeriksa armada yang terpapar rute abu vulkanik secara menyeluruh. Partikel abu vulkanik berisiko tinggi mengikis turbin mesin dan merusak sistem navigasi pesawat.

Garuda Indonesia memastikan proses inspeksi teknis ini mengacu pada standar keselamatan dan kelaikudaraan (airworthiness) ketat sebelum pesawat diizinkan kembali terbang komersial.

"Operasional penerbangan akan dilaksanakan kembali secara bertahap setelah bandara dinyatakan dapat beroperasi oleh otoritas terkait, seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi, dan kesiapan armada telah dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku," jelas Dicky.

Perseroan saat ini terus berkoordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, pengelola bandara, dan Kementerian Perhubungan. Pemulihan jadwal penerbangan akan diumumkan menyusul evaluasi sebaran abu vulkanik di koridor udara Jawa bagian barat dan Sumatera bagian selatan.

Reporter: Sutomo