Honda Target Hemat $9,4 Miliar: Pemasok Dipaksa Pangkas Harga Komponen

Honda menargetkan penghematan biaya hingga 1,5 triliun yen dengan meminta pemasok memangkas harga komponen.
Penulis: Fajar
Kamis, 03 September 2026 | 07:02:31 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Pada musim semi 2026, Honda mengumpulkan pemasok-pemasok besarnya dan menyampaikan target pengurangan biaya per perusahaan. Setiap pemasok mendapat angka spesifik untuk dipangkas dari harga komponen yang mereka jual. Dokumen internal yang dilihat Reuters menunjukkan beban penghematan itu diserahkan langsung ke rantai pasok.

Keputusan ini bukan tanpa alasan. Honda tengah menghadapi tekanan besar dari produsen China yang mampu menjual kendaraan dengan harga lebih murah. Rencana penghematan 1,5 triliun yen hingga 2030 dimaksudkan agar struktur biaya Honda bisa lebih kompetitif melawan pemain asal China yang lebih terintegrasi secara vertikal.

Fokus Pemangkasan: Tiga Kategori Komponen

Penghematan tidak dilakukan merata ke semua suku cadang. Honda mengarahkan pemotongan harga pada tiga area utama:

- Komponen press dan forging (komponen tempa/cetak) - Komponen kelistrikan - Bagian yang berkaitan dengan software-defined vehicle (kendaraan yang dikendalikan perangkat lunak)

Pemasok tingkat pertama juga diminta meninjau ulang cara mereka memperoleh bahan baku. Mereka didorong memperbanyak penggunaan komponen standar dari pemasok tier-2 dan tier-3. Dengan kata lain, bukan hanya harga jual komponen yang harus turun, tapi seluruh rantai pasok di bawahnya ikut dirampingkan.

Target Ketat, Pemasok Sendiri Ragu

Seorang sumber menyebut target yang diberikan Honda begitu berat sampai tidak jelas apakah pemasok akan mampu merealisasikannya. Ini menandakan ada potensi negosiasi alot ke depan. Bagi pemasok yang sebagian besar menggantungkan pendapatan dari Honda, permintaan semacam ini bisa menekan margin mereka secara signifikan.

Untuk menekan biaya lebih jauh, Honda juga berencana mengambil lebih banyak komponen dari pemasok asal China. Ini langkah yang ironis: di satu sisi China adalah pesaing utama, di sisi lain rantai pasok China tetap yang paling murah saat ini.

Kenapa Honda Butuh Penghematan Sekarang

Honda baru saja mencatat kerugian tahunan pertama sejak menjadi perusahaan terbuka. Di sektor kendaraan listrik, situasinya lebih berat: Honda memperkirakan kerugian bisnis EV-nya bisa melewati angka $12 miliar.

Sebagian kerugian itu dipicu tarif impor dan pembatalan sejumlah model di Amerika Utara. Namun porsi besar lainnya berasal dari persaingan harga melawan produsen China. Mereka bisa memproduksi mobil listrik dengan biaya lebih rendah karena rantai pasok baterai, motor, dan perangkat lunak sebagian besar dikuasai sendiri.

Bagi konsumen yang mempertimbangkan membeli Honda, arah kebijakan ini belum berdampak langsung ke harga di Indonesia. Setidaknya untuk beberapa tahun ke depan. Namun jika penghematan berhasil, struktur biaya Honda secara global akan lebih ramping — dan itu bisa menjadi fondasi untuk harga jual yang lebih agresif di pasar Asia Tenggara.

Yang belum jelas: apakah pemasok besar global Honda akan menerima tekanan ini tanpa mengorbankan kualitas atau pasokan. Negosiasi harga yang terlalu kaku bisa berujung pada keterlambatan pengiriman komponen, dan pada akhirnya memengaruhi produksi. Publikasi internal Honda memang optimistis, tapi realitas rantai pasok sering berbicara lain.

Reporter: Fajar