InJourney Airports Latih Bahasa Inggris Karyawan dengan AI, Target layanan Global

Karyawan InJourney Airports mengikuti pelatihan bahasa Inggris berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan layanan penumpang internasional.
Penulis: Ragil
Selasa, 01 September 2026 | 10:03:01 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Lonjakan lalu lintas penumpang internasional menjadi alasan utama InJourney Airports memperkuat kompetensi sumber daya manusianya. Badan Pusat Statistik mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tumbuh 19,05 persen tahun lalu, sebuah sinyal bahwa standar pelayanan bandara harus naik kelas.

Lewat program bertajuk Multilanguage with AI-Powered Coaching, perusahaan menargetkan peningkatan kemampuan komunikasi karyawan, terutama mereka yang berada di garda terdepan pelayanan. Pelatihan ini bersifat wajib bagi unit Customer Handling Service di sembilan bandara kelolaan perusahaan.

Belajar di Sela Shift, Materi Disusun Sesuai Peran

Program ini dirancang pragmatis. Karyawan dapat mengakses materi pelatihan melalui ponsel pintar, sehingga proses belajar bisa dilakukan di sela pergantian shift atau saat perjalanan menuju tempat kerja tanpa mengganggu operasional bandara.

Learning and Development Group Head InJourney Airports, Hary Budi Waluyo, menegaskan bahwa kualitas interaksi karyawan menjadi penentu utama transformasi layanan. Menurutnya, infrastruktur dan teknologi saja tidak cukup tanpa didukung kemampuan komunikasi yang mumpuni dari setiap individu.

“Transformasi layanan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan teknologi, tetapi juga kualitas interaksi yang diberikan setiap karyawan kepada pelanggan. Kolaborasi ini secara langsung mendukung transformasi bisnis dan peningkatan kualitas layanan berstandar internasional yang menjadi misi strategis InJourney Airports,” kata Hary.

Teknologi AI speech recognition yang digunakan memungkinkan materi pelatihan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta. Untuk Customer Handling Officer, fokusnya pada simulasi situasi nyata: memberikan informasi ke penumpang asing, menangani keluhan, hingga melakukan service recovery. Sementara itu, karyawan di fungsi bisnis mendapat materi Professional Business Communication untuk kebutuhan komunikasi korporasi.

Manajemen Pantau Progres Karyawan secara Real-Time

ELSA Business, penyedia platform pelatihan, membekali program ini dengan teknologi AI Speech Analysis dan role-play berbasis skenario pekerjaan. Salah satu keunggulannya adalah analytics dashboard yang memungkinkan manajemen dan tim sumber daya manusia memantau perkembangan kompetensi karyawan secara berkala.

Data perkembangan ini menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi area yang masih perlu ditingkatkan, sekaligus mengukur efektivitas investasi pelatihan. Bagi InJourney Airports, ini bukan sekadar program pengembangan diri, melainkan bagian dari strategi talenta jangka panjang.

Vice President ELSA Business, Will Polese, menilai kemampuan komunikasi adalah faktor krusial dalam industri penerbangan. Setiap interaksi antara petugas dan penumpang, kata dia, berkontribusi langsung terhadap reputasi perusahaan di mata dunia.

“Di industri aviasi, setiap interaksi berkontribusi terhadap pengalaman pelanggan dan reputasi perusahaan. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar keterampilan individu, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas layanan InJourney Airports di mata dunia,” ujar Will.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya InJourney Airports memperkuat posisi bandara Indonesia di kancah global. Dengan standar layanan yang selaras dengan praktik internasional, perusahaan berharap mampu meningkatkan daya saing di tengah kompetisi penerbangan regional yang semakin ketat.

Reporter: Ragil