Startup Robot XDOF Dikabarkan Raup Pendanaan Seri B, Valuasi Capai Rp 19,8 Triliun

Startup robot XDOF dikabarkan meraih pendanaan Seri B dengan valuasi mencapai Rp 19,8 triliun di tengah pertumbuhan pendapatan tahunan yang mendekati US$50 juta.
Penulis: Fajar
Sabtu, 05 September 2026 | 06:41:31 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Kabar ini mencuat di tengah pertumbuhan pendapatan tahunan XDOF yang disebut telah mendekati angka US$50 juta (sekitar Rp 825 miliar). Pertumbuhan yang agresif inilah yang mendorong para venture capitalist untuk mendekati perusahaan, meskipun XDOF sebenarnya tidak berencana menggalang dana baru secepat ini setelah pengumuman Seri A mereka pada Juni lalu.

Apa yang Dikerjakan XDOF?

Bagi pembaca yang baru mengenal istilah ini, XDOF bergerak di bidang yang sangat spesifik: membangun "rantai pasokan data" untuk industri robotika. Mereka menyediakan perangkat, jalur data, dan sistem anotasi yang dibutuhkan oleh laboratorium AI dan perusahaan robotika untuk melatih robot serbaguna (general-purpose robots).

Posisi ini kerap disebut oleh para investor sebagai "Scale AI untuk robotika fisik". Hal ini merujuk pada perusahaan pelabelan data yang menjadi tulang punggung ledakan AI saat ini. Masalahnya, berbeda dengan model bahasa besar (LLM) yang bisa "belajar" dari data internet, robot fisik tidak memiliki dataset dunia nyata yang setara. Di sinilah celah yang coba diisi XDOF.

Dari Penelitian Kampus ke Pendanaan Besar

Perusahaan ini didirikan pada 2024 oleh dua peneliti UC Berkeley, Philipp Wu (CEO) dan Fred Shentu (CTO). Awal mula XDOF berakar dari proyek bernama GELLO, sebuah sistem teleoperasi berbiaya rendah yang memungkinkan operator manusia mengendalikan lengan robot dari jarak jauh untuk menghasilkan data pelatihan.

Wu, saat masih menjadi mahasiswa PhD, mengaku kesulitan menemukan data berskala besar untuk penelitiannya. "Keterbatasan data inilah yang mendorong kami membangun solusi dari hulu," ujarnya kepada TechCrunch, Juni lalu. Riset mereka pun menghasilkan paper yang berpengaruh di bidang robotika dan menjadi fondasi berdirinya XDOF.

Bagaimana Cara XDOF Mengumpulkan Data?

Untuk menangkap data berkualitas, XDOF menggabungkan dua metode. Pertama, teleoperasi robot jarak jauh. Kedua, operator yang memakai sensor di tubuh mereka untuk merekam aktivitas sehari-hari, seperti melipat pakaian atau meratakan kardus.

Perusahaan berencana merekrut dan melatih tim kolektor data di seluruh dunia. Mereka akan bekerja sebagai teleoperator yang mengendalikan robot dari jarak jauh, serta operator egosentris yang memakai sensor tubuh untuk merekam data gerakan.

XDOF juga dikabarkan telah bermitra dengan AI Research Lab UC Berkeley untuk merilis ABC, sebuah koleksi data pelatihan robot yang diklaim sebagai yang terbesar dan berkualitas tinggi yang pernah ada.

Klien dan Kompetitor di Papan Atas

XDOF sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka telah bekerja sama dengan 20 pelanggan, termasuk beberapa laboratorium AI terdepan. Meski nama klien tidak disebutkan, posisi mereka di antara perusahaan frontier AI dan perusahaan robotika menunjukkan kebutuhan mendesak akan infrastruktur data semacam ini.

Di sisi lain, XDOF tidak sendirian. Beberapa startup lain juga mencoba mengumpulkan data dunia nyata untuk pelatihan robot, seperti Mecka AI. Platform data manusia yang selama ini fokus pada LLM, seperti Scale AI dan Micro1, juga mulai melebarkan sayap ke ranah ini.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah total dana yang dihimpun dan detail valuasi final masih belum bisa dikonfirmasi. Perwakilan XDOF dan 8VC belum memberikan tanggapan resmi. Syarat kesepakatan dikabarkan masih bisa berubah sebelum finalisasi.

Reporter: Fajar