Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir 2026, 2027 Masih Dihitung

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026.
Penulis: Sutomo
Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:21:01 WIB

INDRAGIRIONE.COM — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026, meski harga minyak mentah dunia melonjak ke kisaran US$92 per barel. Pernyataan itu disampaikan setelah Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Namun, kepastian harga BBM subsidi untuk 2027 belum final karena pemerintah masih menghitung dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026. Jaminan itu muncul di tengah tekanan anggaran akibat melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) kini berada di kisaran US$92 per barel. Angka itu jauh di atas asumsi harga minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sekitar US$70 per barel.

Besaran Tekanan Anggaran

Selisih antara harga ICP dan asumsi APBN membuat pemerintah harus menghitung potensi tambahan belanja subsidi energi. Bahlil menyebut kenaikan ICP global berpeluang menambah top up atau tambahan anggaran subsidi.

Meski begitu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menahan harga BBM bersubsidi. Jaminan tersebut berlaku untuk periode hingga akhir 2026, bukan untuk tahun berikutnya.

"Yang sekarang kita lagi memperhitungkan adalah harga ICP global yang naik terus. Karena begitu harga ICP global naik terus, kemungkinan besar akan menambah top up subsidi, tetapi pemerintah berkomitmen untuk tidak ada kenaikan BBM subsidi, tidak ada kenaikan," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Siapa yang Terdampak Isu Kenaikan Harga

Isu kenaikan harga BBM subsidi pada 2027 menyasar kelompok pengguna bahan bakar bersubsidi, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang selama ini mengandalkan jenis BBM berkompensasi pemerintah. Bahan artikel tidak merinci jenis BBM mana yang dimaksud maupun kriteria penggunanya.

Pemerintah juga belum memutuskan skema harga untuk 2027. Kepastian itu bergantung pada hasil perhitungan dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran negara.

Mengapa Harga Minyak Dunia Jadi Penentu

Harga ICP yang bertahan di atas asumsi APBN memaksa pemerintah memilih antara menambah subsidi atau menyesuaikan harga. Setiap kenaikan ICP memperbesar kebutuhan anggaran kompensasi energi.

Di sisi lain, pemerintah membahas langkah memperkuat ketahanan energi dalam sidang kabinet yang sama. Pembahasan itu berjalan beriringan dengan evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jadwal dan Kepastian Harga 2027

Bahan artikel tidak menyebut jadwal resmi pengumuman harga BBM subsidi 2027, besaran subsidi per liter, maupun mekanisme penyalurannya. Informasi resmi hanya menyebut komitmen tidak ada kenaikan sampai akhir 2026.

Masyarakat yang ingin memantau perkembangan kebijakan ini dapat mengikuti kanal resmi Kementerian ESDM. Hingga kini belum ada keputusan final soal harga BBM bersubsidi untuk 2027.

Waspadai Informasi Palsu

Isu kenaikan harga BBM kerap memicu beredarnya informasi keliru di media sosial, termasuk nominal dan tanggal yang tidak pernah diumumkan pemerintah. Pembaca disarankan merujuk hanya pada pernyataan resmi kementerian atau siaran pers Istana.

Kementerian ESDM membuka kanal pengaduan resmi bagi masyarakat yang menemukan informasi menyesatkan atau praktik pungutan liar terkait penyaluran BBM bersubsidi. Laporkan melalui kanal resmi tersebut, bukan melalui perantara tidak jelas.

Reporter: Sutomo