INHU - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Indragiri Hulu (Inhu), Indrawansyah SE MSi, memimpin langsung Sosialisasi dan Pembentukan Desa Siaga "Satu Hati Bersama Atasi TB" (SAHABAT TB) di Gedung Serbaguna Desa Petala Bumi, Kecamatan Seberida, Senin (19/10/2026) pagi.

Sosialisasi itu turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Syaiful Bahri SSos, Camat Seberida Wisnu Subroto SSos, Kepala Desa Petala Bumi Sugiono, unsur Forkopimcam Seberida, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Inhu Yuniarni SST MSi, para kader desa sahabat TB, serta masyarakat setempat.

Agenda tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen penanggulangan Tuberkulosis (TBC) berbasis gotong royong di tingkat desa lewat inovasi yang diinisiasi Kabid P2P Dinkes Inhu, Yuniarni SST MSi.

Saat memaparkan materi dalam kegiatan itu, Yuniarni menjelaskan bahwa nama SAHABAT TB (Satu Hati Bersama Atasi TBC) dipilih karena penanggulangan TBC tidak dapat hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, tetapi memerlukan gerakan bersama dari seluruh sektor dan aparat desa.

"Melalui Satgas Sahabat ini, kita ingin mempercepat penemuan kasus secara aktif dan memperkuat pendampingan pasien TBC berbasis masyarakat. Tujuannya agar tidak ada pasien yang berjuang sendirian dan tidak ada lagi stigma negatif di tengah masyarakat. Pasien TBC harus dikawal pemberian obatnya dengan prinsip TOSS—Temukan Obat Sampai Sembuh," tegas Yuniarni di hadapan para peserta.

Menurutnya, sasaran utama inovasi ini ialah meningkatkan cakupan penemuan dan penanganan penderita TBC dari sekitar 44% menuju target 54 sampai 90%, selaras dengan komitmen Pemkab Inhu dalam pengendalian penyakit menular. Yuniarni juga berharap regulasi diperkuat, dukungan lintas sektor hadir, dan kepedulian sosial tumbuh sehingga penderita memperoleh dukungan penuh sampai sembuh total.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyematan pin dan rompi secara simbolis kepada para kader Desa Siaga Sahabat TB, serta penyerahan sertifikat bagi penderita TBC yang telah dinyatakan sehat dan sembuh.

Inovasi Satgas Desa Siaga Sahabat TB dirancang sebagai wujud sinergi aksi nyata antara masyarakat dan pemerintah desa. Lewat program ini, kader TBC yang dilatih di tingkat desa mengemban lima tugas utama, yaitu melakukan investigasi kontak, memberikan edukasi kepada masyarakat, mendampingi pengobatan pasien hingga tuntas, melacak kasus mangkir dengan berkoordinasi bersama Puskesmas, serta memastikan kontak serumah pasien TBC memperoleh Terapi Pencegahan TBC (TPT) sesuai pemeriksaan medis.

Bupati Inhu Ade Agus Hartanto SSos MSi, menegaskan bahwa aksi perubahan ini tidak mungkin ditangani oleh satu sektor semata. Menurutnya, dibutuhkan kolaborasi antarsektor yang melibatkan perangkat daerah, pemerintah desa, Puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat luas.

"Melalui Satgas Sahabat, kita berharap dapat menemukan lebih banyak kasus secara aktif dan mendampingi pasien TBC hingga sembuh total. Lingkungan yang lebih sehat, berkurangnya stigma sosial, serta memastikan tidak ada pasien yang berjuang sendirian adalah komitmen kita bersama," ujar Bupati dalam pesan dukungannya terhadap inovasi tersebut.

Dengan pembentukan Desa Siaga Sahabat TB ini, Pemkab Inhu optimis penanganan kasus TBC di daerah dapat dilakukan secara masif, terpadu, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Inhu yang lebih sehat dan produktif.

Reporter: ARLENDI SITUMORANG