IHSG Diprediksi Konsolidasi di 6.120-6.240, INDY hingga INDF Jadi Rekomendasi Beli
INDRAGIRIONE.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melanjutkan pelemahan pada rentang 6.120-6.240 pada perdagangan hari ini. Tekanan datang dari sikap hawkish The Fed dalam FOMC Minutes September yang menjaga yield US Treasury dan dolar AS tetap tinggi. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham INDY, KAEF, dan INDF di tengah tekanan tersebut.
Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan perhatian investor akan tertuju pada FOMC Minutes September yang cenderung hawkish. Mayoritas anggota The Fed menilai kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan sebelum akhir 2026, dipicu inflasi yang masih naik dan aktivitas ekonomi yang tetap solid.
Meski begitu, The Fed menegaskan keputusan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi. Kondisi itu berpotensi menjaga yield UST dan dolar AS tetap tinggi, sehingga ruang penguatan aset emerging market seperti IHSG masih terbatas.
Tekanan Jual Meningkat, IHSG Masih di Bawah Resistance 6.240
Secara teknikal, pelemahan IHSG yang disertai volume perdagangan besar mengindikasikan meningkatnya tekanan jual. Indeks disebut membuka peluang memasuki fase konsolidasi.
"Secara teknikal, pelemahan IHSG yang disertai volume perdagangan besar mengindikasikan meningkatnya tekanan jual dan membuka peluang indeks memasuki fase konsolidasi. IHSG masih berada di bawah resistance 6.200 - 6.240 dan support berada di 6.100 - 6.120," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.
Sentimen eksternal juga datang dari Wall Street yang ditutup melemah semalam. Dow Jones turun 0,66%, S&P 500 melemah 0,22%, dan Nasdaq turun 0,22%.
Tiga Saham Rekomendasi Beli dan Satu Saham Jual
Di tengah tekanan indeks, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati:
- INDY - rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.790-2.870
- KAEF - rekomendasi beli dengan target harga Rp 460-480
- INDF - rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.000-7.170
- UANG - rekomendasi jual
IHSG Anjlok 0,75% ke 6.146, Sektor Energi Paling Tertekan
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup anjlok 46,21 poin atau 0,75% menjadi 6.146. Rentang pergerakan berada di 6.136-6.214 dengan nilai transaksi Rp 8,50 triliun.
Tekanan terbesar datang dari saham BYAN yang turun 6,69%, UANG turun 13,19%, UNTR melemah 2,50%, MORA turun 2,23%, dan DSSA melemah 3%.
Hampir seluruh sektor saham ikut melemah. Sektor energi turun 1,56%, material dasar turun 1,15%, industri turun 1,11%, dan konsumer primer turun 1,21%. Pelemahan juga melanda sektor properti 0,70%, teknologi 0,45%, infrastruktur 0,85%, transportasi 0,87%, konsumer non primer 0,37%, dan kesehatan 0,07%. Hanya sektor keuangan yang naik tipis 0,02%.
Saham Mini Catat Lonjakan, AKKU hingga INCI Melesat
Di tengah pelemahan mayoritas saham, sejumlah saham mini justru mencatatkan lompatan harga. AKKU menguat 33,96% menjadi Rp 71, ASMI naik 33,33% menjadi Rp 44, PGLI naik 24,53% menjadi Rp 396, MPXL menguat 20,61% menjadi Rp 316, dan INCI melesat 20,59% menjadi Rp 1.025.
Bagi investor, kombinasi tekanan eksternal dari kebijakan The Fed dan pelemahan teknikal IHSG menuntut kehati-hatian dalam mengambil posisi. Rekomendasi beli pada INDY, KAEF, dan INDF dapat menjadi acuan, namun tetap perlu memperhatikan level support 6.100-6.120 sebagai penanda risiko lanjutan.