Industri Event Dorong Pengukuran Dampak Ekonomi Lewat EEC di IVES 2026
INDRAGIRIONE.COM — Pelaku industri event Indonesia mulai diarahkan mengukur kontribusi ekonomi setiap acara secara terstruktur, bukan sekadar menghitung jumlah pengunjung dan pendapatan tiket. Pendekatan Experience/Event Economic Calculator (EEC) akan jadi pembahasan utama dalam Indonesia Event Management Summit (IVES) 2026. Pengukuran ini disebut menjadi dasar untuk menunjukkan kontribusi nyata sektor event terhadap perekonomian.
CEO Konect Aryo Febrian Moedanton menyatakan pendekatan EEC dirancang membantu pelaku industri menghitung dampak ekonomi sekaligus nilai pengalaman dari sebuah event. Hasil pengukuran itu, menurut dia, menjadi pijakan untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan acara.
"Melalui EEC, kami ingin membantu pelaku industri mengukur dampak ekonomi sekaligus nilai pengalaman yang dihasilkan sebuah event. Pengukuran ini menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan menunjukkan kontribusi nyata industri," ujar Aryo dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
Bukan Sekadar Jumlah Pengunjung dan Tiket
EEC mengukur nilai ekonomi acara secara menyeluruh, mencakup peluang usaha, perputaran aktivitas ekonomi, kolaborasi bisnis, hingga dampak ke masyarakat dan wilayah sekitar. Metode ini tidak berhenti pada jumlah pengunjung atau pendapatan tiket.
Perhitungannya juga memasukkan aktivitas sektor pendukung, seperti hiburan, akomodasi, transportasi, konsumsi, serta jasa produksi dan penyelenggaraan acara. Bagi pelaku bisnis, cakupan itu memperlihatkan bahwa nilai sebuah event menyebar ke rantai pasok di luar penyelenggara utama.
Tema "From Invisible to Indispensable"
IVES 2026 mengusung tema "From Invisible to Indispensable" dengan tagline "Make It Count". Tema itu menyoroti upaya membangun nilai industri event dalam jangka panjang, bukan hanya dari gelaran acara tunggal.
Head of Marketing & Promotion Musica Chandra Samhari menyinggung pengembangan karya atau kekayaan intelektual (intellectual property/IP) di industri musik. Menurut dia, IP butuh identitas kuat, strategi konsisten, dan kemampuan membangun hubungan dengan audiens agar tidak hanya populer sesaat.
Kesiapan Teknis Jadi Penentu Kualitas Acara
Ketua Presidium API Reza Pamungkas menekankan keberhasilan pertunjukan tidak cukup diukur dari tiket yang terjual habis. Kesiapan teknis, produksi, dan koordinasi tim menjadi faktor penting untuk memastikan kualitas acara sesuai janji yang disampaikan kepada penonton.
Dua sisi itu, pengukuran dampak ekonomi dan standar penyelenggaraan, menjadi satu paket yang ingin diangkat IVES 2026. Pelaku industri event mendapat kerangka untuk menghitung nilai acara sekaligus menjaga mutu produksi di lapangan.
Arti bagi Pelaku Bisnis dan Daerah
Bagi penyelenggara acara, EEC membuka jalan menunjukkan kontribusi sektor event ke perputaran ekonomi wilayah, termasuk ke usaha akomodasi, transportasi, dan konsumsi lokal. Data itu bisa dipakai untuk bernegosiasi dengan sponsor, mitra bisnis, maupun pemerintah daerah.
Bagi investor dan pelaku usaha di sektor pendukung, pendekatan ini memberi gambaran lebih jelas soal di mana nilai sebuah acara bermuara. Selama ini kontribusi industri event sering tidak terlihat dalam hitungan ekonomi karena tidak terukur secara terstruktur.
IVES 2026 akan menjadikan EEC sebagai salah satu agenda utama pembahasan. Aryo menyebut pengukuran yang rapi menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan menunjukkan kontribusi nyata industri event.