Kualitas Udara di Pekanbaru Memburuk, 21 Puskesmas Siaga Layani Warga

Dedy Sambudi. (foto: pekanbaru.go.id)
Penulis: Indragirione
Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:57:00 WIB

INDRAGIRIONE.COM, PEKANBARU - Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat kualitas udara di Kota Pekanbaru semakin memburuk. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiagakan puskesmas dan rumah sakit untuk melayani warga yang terdampak.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat (PM2.5) di Pekanbaru pada Selasa (6/10/2026) sore berada pada kategori sangat tidak sehat.

Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan, sesuai arahan Wali Kota Agung Nugroho, seluruh puskesmas tetap siaga.

"Ada 21 puskesmas yang tersebar di 15 kecamatan yang kita siagakan sesuai arahan bapak wali kota," kata Dedy, Selasa malam.

Di puskesmas, Pemko Pekanbaru juga menyediakan obat-obatan untuk menangani penyakit yang berkaitan dengan dampak kabut asap.

"Jadi bagi warga yang alami gangguan kesehatan akibat kabut asap, segera ke puskesmas," pintanya.

Dedy menambahkan, Diskes Kota Pekanbaru juga berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit agar ikut siaga mengantisipasi lonjakan pasien akibat kabut asap.

"Untuk warga yang mengalami dampak serius, kita minta rumah sakit memberikan perhatian khusus," ucapnya.

Selain menyiagakan puskesmas dan rumah sakit, Diskes menyiapkan sekitar 200 ribu lembar masker. Stok masker tersebut siap dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

"Kita sudah merencanakan untuk turun membagi-bagikan masker kepada warga," ungkap Dedy.

Berdasarkan data Diskes Kota Pekanbaru, terhitung 25 Agustus hingga 6 Oktober 2026, tercatat sebanyak 10.225 warga terdampak kabut asap.

"Yang terbanyak ISPA. Kemudian ada juga pneumonia, konjungtivitis, iritasi kulit dan asma," papar Dedy.

Pada hari yang sama, berdasarkan laporan dari 31 puskesmas dan rumah sakit, tercatat 293 warga terpapar kabut asap. Rinciannya, penderita ISPA 267 orang, pneumonia 8 orang, konjungtivitis 3 orang, iritasi kulit 8 orang, dan asma 7 orang.

"Terdapat 5 pasien yang menjalani rawat inap. Anak-anak 2 orang, remaja 2 orang, dan dewasa 1 orang," tutupnya.***

Reporter: Indragirione