Selain Menyimpan Berbagai Permasalahan, Ternyata Suku Duanu Mempunyai Makanan Khas

Selasa, 09 Februari 2021

Nelayan Suku Duanu Saat Mencari Ikan dengan Cara Tradisional

Indragirione.com, - Suku Duanu adalah salah satu suku yang yang berada di Kabupaten Indragiri Hilir, Suku Duanu merupakan kelompok migrasi pertama

yang memasuki wilayah Austronesia yang sering pula disebut dengan Melayu

Tua, Suku Duanu bisa dijumpai di pesisir sungai bela Kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir.

Suku Duanu mayoritas bertempat tinggal di pesisir sungai yang pekerjaan hari -harinya sebagai Nelayan, bagi suku Duanu Keberadaan tokeh-tokeh penampung ikan turut mengembangkan ekonomi serta meningkatan taraf hidupnya.

Suku duanu yang pekerjaannya sebagai nelayan seringkali berada dalam batas subsistensi. Kehidupan mereka banyak bergantung dengan alam. Ombak besar atau angin kencang merupakan kondisi klasik yang harus selalu dihadapi nelayan. Dalam menghadapi tantangan alam mereka tidak memiliki banyak alternatif dalam kalkulasi untung atau rugi. Namun secara ekonomis nelayan berusaha mengurangi kerugian agar kehidupan mereka tetap eksis.

Keberadaan Suku Duanu Hampir Punah

Keberadaan seni dan budaya dan kesenian Suku Duanu yang dimiliki sejak dahulu kala kini hampir punah,komunitas Melayu Tua/suku duanu memang masih ada di desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir. Namun keberadaan kebudayaannya mulai berangsur sepi. Padahal Suku ini ternyata kaya akan ragam budayanya dan cukup potensial untuk dikembangkan menjadi objek destinasi paket wisata.

Hasan mengatakan, bermacam - macam kesenian dari Suku Duanu ini, di antaranya kesenian Berdinding, Lukah Berjoget, Semah Laut dan beragam kesenian lainnya yang masih terdengar asing di telinga kita.

sebenarnya banyak sekali budaya yang dimilki suku Duanu, hanya saja selama ini terkesan tidak dikembangkan sehingga hanya diketahui oleh segelintir masyarakat suku Duanu saja dan tidak pernah terekspos ke dunia luar. Padahal banyak hal yang dapat menjadi salah satu desinasi wisata.

“Kalau dikembangkan dengan baik maka saya yakin akan dapat menarik wisatawan, apa lagi ditunjang dengan suasana pantai pesisir yang sangat menawan yang diberinama pantai mablu, terutama di sore hari saat air kering,''Ujar hasan.

Gelembung Ikan Men Jadi Penghasilan Keluarga Suku Duanu

Gelembung ikan merupakan organ apung yang kebanyakan dimiliki oleh ikan bertulang. Gelembung ikan berisi gas seperti oksigen yang memiliki tekanan yang berubah-ubah dan berfungsi sebagai organ hidrostatik, atau pemberat, yang memungkinkan ikan untuk mempertahankan kedalamannya tanpa mengambang ke atas atau tenggelam.

Gelembung ikan ini terletak di rongga tubuh ikan. Benda yang jika dikeringkan mirip kerupuk mentah, ukuranya tergantung ikannya, jika ikanya besar dapat dipastikan Gelembung Ikanya juga besar, gelembung ikan tersebut berwarna putih pucat. Gelembung ikan juga menjadi sumber kolagen, lem tahan air, hingga alat pemurni minuman beralkohol. Bahkan ada juga yang menyatakan bahwa gelembung ikan bisa diolah menjadi benang operasi yang biasa digunakan dokter.

Gelembung ikan ini tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tapi hingga ke mancanegara bahkan pasar terbesar adalah negeri Cina. Masyarakat Cina percaya bahwa mengkonsumsi gelembung ikan duri ini dapat meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh mereka. Umumnya gelembung ikan conggek ini diolah menjadi sup.

Harga gelembung ikan Duri ini lumayan tinggi, tokeh mengambil dari nelayan berkisaran harga mulai Rp.200.000, hingga 300.000 tergantung dari kualitas dan besarnya. Sekilas, sulit dipercaya bahwa benda ini seperti barang mewah yang harganya bisa ratusan ribu rupiah. Sebagai hasil tangkapan dengan nilai ekonomis yang tinggi, tidak heran jika para nelayan terus-menerus melakukan penangkapan ikan duri khususnya di perairan Sungai Bela dengan cara tradisional.

Para nelayan suku duanu di Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra, mengumpulkan gelembung ikan Duri dikarenakan harganya yang sangat tinggi dibanding dagingnya, masyarakat suku duanu biasanya setelah mengambil Gelembung ikanya, kemudian ikan tersebut dijadikan ikan asin dengan harga jual ke tokeh Rp. 35.000 per kg.

"Untuk menambah pendapatan keluarga , kami mengumpulkan Gelembung - Gelembung Ikan Duri untuk dijual ke pengepul/tokeh, yang nantinya Gelembung ikan Duri tersebut dijual oleh tokeh ke Cina,"Ujar Asan.

Hasil Penangkapan Ikan Suku Duanu Berkurang Akibat Banyaknya Troll Menggunakan Jaring Pukat Harimau

Memang, hasil tangkapan ikan saat ini tidak banyak seperti dulu, sehingga Gelembung - gelembung ikan pun saat ini susah mengumpulkan.

saat ini keberadaan kapal - kapal troll sudah sangat meresahkan nelayan tradisional suku duanu. Pasalnya saat ini lebih dari puluhan kapal trawl beroperasi di perairan sungai bela kecamatan Kuindra Kabupaten Indragiri Hilir

“Jika terus dibiarkan tidak ada tindakan dari pihak terkait, maka tidak tahu nasib kami kedepannya, apakah masih bisa hidup dari hasil nelayan, karena pendapatan kami terus menurun,”katanya. asan seorang nelayan.

Masyarakat Suku Duanu Berharap Kepada Pemerintah Terkait Terancamnya Ekonomi Keluarga

Masyarakat suku duanu berharap kepada pemerintah kabupaten Indragiri Hilir untuk bisa mengatur pola - pola pencari ikan di Desa Sungai bela tersebut, sangat dikawatirkan masyarakat suku duanu yang berada di desa sungai Bela tersebut tidak bisa lagi menemui ikan di laut akibat kapal troll.

Mereka pun meminta pihak Dinas Perikanan dan Kelautan menindak kapal nelayan yang kedapatan menggunakan alat tangkap yang bisa merusak ekosistem bawah sungai tersebut.

“Jika kegiatan kapal yang menangkap ikan menggunakan troll tersebut terus dibiarkan akan merugikan kita nelayan kecil. Selain itu, pemanfaatan troll tersebut dapat merusak ekosistem di dasar sungai,” ungkap asan

Selain Menyimpan Berbagai Permasalahan Ternyata Suku Duanu Mempunya Makanan Khas

Masyarakat suku duanu Desa sei bela memiliki ragam khas kuliner berupa tumis beteku Ikin (perut ikan) gulai asam pedas ikan Sembilang, ini adalah sajian menu yang biasa dihidangkan oleh masyarakat suku duanu jika ada tamu yang datang. Dan ini merupakan kuliner yang akan dihidangkan pada saat tamu berkunjung ke pantai terumbu mabloe,. Agar wisatawan selalu teringat,''ujar Kepala Desa Sungai Bela Agusman

Tumis Beteku Ikin