• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Polisi Ingatkan Warga Karimun, Rayakan Final Piala Dunia Tanpa Vandalisme Dan Anarkisme.
Dibaca : 153 Kali
Terkait Isu Dugaan Terima Uang Gerenti Di Media Sosial, Petugas Pelabuhan Imigrasi Karimun" Tegaskan Itu Tidak Benar, Kami Tetap Berkomitmen Terhadap Integritas Dan Profesionalisme.
Dibaca : 345 Kali
Kolaborasi Global Eyeglass Ministry, GBI, Dan Pemkab Karimun, Gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Dan Kaca Mata Gratis.
Dibaca : 191 Kali
Hidup Di Bumi Berazam, Waka DPC PBB Karimun Maszan.p.Sianturi, Ajak Masyarakat Ciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif
Dibaca : 525 Kali
Atlet Renang Karimun Sabet Empat Medali Di Popda X Kepri 2026.
Dibaca : 430 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

PBNU Protes Kemdikbud Soal Buku Pelajaran SD yang Sebut NU `Organisasi Radikal`

Indragirione

Rabu, 06 Februari 2019 12:11:00 WIB
Cetak

Faisal Zaini
Indragirione.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Kemndikbud bertanggungjawab atas terbitnya buku pelajaran kelas V SD/MI yang menyebut organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama sebagai salah satu organisasi radikal.

Sekretaris jenderal PBNU, Helmy Faisal Zaini sangat menyayangkan diksi "Organisasi radikal" yang digunakan oleh Kemendikbud dalam buku tersebut, meskipun frasa yang dimaksud adalah organisasi radikal yang bersikap keras menentang penjajahan Belanda.

"Istilah masa awal radikal ini yang keliru dan tidak tepat. Jika ingin menggambarkan perjuangan kala itu, yang lebih tepat frasa yang digunakan adalah masa patriotisme, yakni masa-masa menentang dan melawan penjajah," tegas Helmy dalam keterangan tertulis, Rabu, 6 Februari 2019.

Istilah radikal yang digunakan di buku tersebut menurutnya bisa menimbulkan kesalahpahaman para peserta didik di sekolah terhadap Jamiyyah Nahdlatul Ulama. Potensi mudharat yang ditimbulkan pun sangat besar sehingga harus diambil langkah cepat untuk menyikapinya.

"Organisasi radikal belakangan ini identik dengan organisasi yang melawan dan merongrong pemerintah, melakukan tindakan-tindakan radikal, menyebarkan teror dan lain sebagainya. Pemahaman seperti ini akan berbahaya, terutama jika diajarkan kepada siswa-siswi," ujarnya.

Kemdikbud menurut Helmy juga kurang jeli dan tidak pas dalam membuat fase Pergerakan Nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan. "Penulis buku menyebut bahwa setelah mengalami fase pergerakan nasional pada tahun 1900-an, kemudian dilanjutkan dengan fase masa awal radikal yang terjadi pada tahun 1920-1926," terangnya.

Diketahui, buku yang menimbulkan polemik tersebut adalah buku pelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 kelas V SD/MI dengan judul `Peristiwa Dalam Kehidupan` (Tema 7) halaman 45 terbitan Kemendibud RI 2017.radarbangsa




Berita Lainnya

  • +

Upacara Apel Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan Berlangsung Khidmat

Kemanunggalan Tni Rakyat Tercermin Saat TMMD 106

Kadispenad: TMMD Untuk Percepatan dan Akselerasi Pembangunan di Daerah Terisolir

Kapten Inf Untung:”Generasi Muda Adalah Pemegang Tongkat Estafet Kepemimpinan

Habiskan Anggaran 34 Miliar, Bupati Rohil Resmikan Penggunaan Pembangunan Jalan di Pulau Halang

Kepala Dinas PU PR Meminta Rekanan Kontraktor Mengedepankan Kualitas dan Tepat Waktu Dalam Pengerjaan Kegiatan

Bappeda Kampar Gelar Sosialisasi Aplikasi SIPD-RI

Mengenal Stres, Efeknya dan Cara Mengelolanya

Tengku Zulkarnain Tolak Minta Maaf ke Jokowi

Divisum Tidak Ada Tanda Kekerasan, Istri Nelayan Yang Mengapung di Sungai Batang Tuaka Sebut Suaminya Mempunyai Riwayat Sakit Asma

Untuk Meningkatkan Kualitas MTQ, LPTQ Kabupaten Inhil Gelar Pelatihan Calon Majelis Hakim

Jokowi – Kiai Ma’ruf Dapat Dukungan dari Alumni Atmajaya







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Gandeng Pemko Pekanbaru, Plt Gubri Segera Tangani Persoalan Banjir di Jalan Sudirman
21 Juli 2026
Green Policing dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Digelar di SMPN 02 Tembilahan
21 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Siap Dukung Swasembada Pangan
21 Juli 2026
Persiapan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Mulai Dibahas
21 Juli 2026
Pemkab Inhu Gelar Pembekalan Lomba Video Literasi, Dorong Generasi Jadi Kreator
21 Juli 2026
Grand Final Joged Mande Jadi Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Inhil
21 Juli 2026
Masyarakat Pelika Rohil Menjerit Harga TBS ditingkat Penampung Mencekik Petani Sawit
21 Juli 2026
Satgas TMMD 129 Bojonegoro Hadirkan Senyum di Wajah Pak Kasiman
21 Juli 2026
TMMD 129 Bojonegoro Latih Pemuda Kesongo Mahir Public Speaking dan Mandiri Berwira Usaha
21 Juli 2026
TNI Kedungadem Menyapa Warga, Sosialisasikan Program TMMD 129 Bojonegoro
21 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Katerina Susanti Sosialisasikan Peran Posyandu yang Makin Meluas Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat
Dibaca : 271 Kali
Sidang Praperadilan Tersangka Karhutla di PN Bengkalis, Digelar Dua Hari Sampai Subuh
Dibaca : 264 Kali
Dandim 0814/Jombang Sambut Kedatangan Tim Pusterad
Dibaca : 326 Kali
Pelajar Baru di SMPN 2 Mojowarno Dapat Pembekalan dari Babinsa
Dibaca : 211 Kali
Koptu Devy Bantu Giling Jagung Milik Petani Desa Marmoyo
Dibaca : 207 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media