• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
Polisi Ingatkan Warga Karimun, Rayakan Final Piala Dunia Tanpa Vandalisme Dan Anarkisme.
Dibaca : 153 Kali
Terkait Isu Dugaan Terima Uang Gerenti Di Media Sosial, Petugas Pelabuhan Imigrasi Karimun" Tegaskan Itu Tidak Benar, Kami Tetap Berkomitmen Terhadap Integritas Dan Profesionalisme.
Dibaca : 347 Kali
Kolaborasi Global Eyeglass Ministry, GBI, Dan Pemkab Karimun, Gelar Bakti Sosial Pemeriksaan Mata Dan Kaca Mata Gratis.
Dibaca : 191 Kali
Hidup Di Bumi Berazam, Waka DPC PBB Karimun Maszan.p.Sianturi, Ajak Masyarakat Ciptakan Iklim Investasi Yang Kondusif
Dibaca : 525 Kali
Atlet Renang Karimun Sabet Empat Medali Di Popda X Kepri 2026.
Dibaca : 430 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Fadli Zon: Prabowo-Sandi Yakin 100 Persen Menang

Indragirione

Selasa, 05 Maret 2019 07:31:00 WIB
Cetak

Foto : 
Indragirione.com  – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah ada upaya mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara Pemilu lewat aksi Apel Siaga Umat Forum Umat Islam (FUI)
pada Jumat (1/2) pekan lalu.


Tudingan itu dilontarkan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyusul aksi Apel Siaga Umat FUI yang juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN), Fadli Zon membantah tudingan itu dan menyebut aksi di KPU itu semata-mata supaya ada pembenahan data pemilih.


“Ini tidak sepenuhnya salah KPU. Data KPU kan dari Kemendagri, itu dari dukcapil, itu datanya banyak sampahnya juga saya kira,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menepis aksi tersebut dianggap upaya membangun opini tidak percaya terhadap KPU karena elektabilitas Prabowo-Sandi rendah.

“Prabowo-Sandi yakin 100 persen menang. Maksudnya 100 persen keyakinan kami ya, bukan menang 100 persen,” imbuh Fadli.

Fadli menegaskan, selama ini pihaknya hanya meminta KPU bekerja profesional. Namun selama ini, masih ada yang perlu dikoreksi.


Sebagai contoh permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Yang terbaru terjadi kesalahan input oleh KPU, sehingga membuat Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Tiongkok di Cianjur, Jawa Barat masuk dalam DPT.

“Kami ingin KPU nih bertindak profesional, jangan sampai ada kesan tidak dipercaya,”

“Salah satu masalah itu di data. Coba lihat masa ada WNA masuk di DPT. Ini menurut saya skandal besar,” jelasnya.

Kejadian semacam ini, lanjut Fadli, bisa membuat kepercayaan publik terhadap KPU berkurang dan memicu perdebatan atas hasil pemilu karena dianggap telah terjadi kecurangan.

“Masih ada waktu. (KPU) Jangan enggan mengecek masukan-masukan yang baik, seperti misal nama ganda atau nama bermasalah,” pungkasnya.

Pernyataan Amien Rais Berbahaya

Sekretaris Jenderal Partai Demorasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut pernyataan pernyataan petinggi Amien Rais berbahya.

Apa yang disampaiknnya saat aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu, berupaya mendelegitimasi penyelenggara pemilihan umum (Pemilu).

“Bapak Amien Rais melakukan upaya yang menurut saya sangat berbahaya disampaikan,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (4/3).

Hasto menerangkan, sejak dulu PDIP konsisten agar Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu diperbaiki dan penyelenggara Pemilu tetap netral.

Sebab, menurut Hasto, PDIP memilki pengalaman buruk di masa lalu.

Terutama pada Pemilu 2004 dan 2009, yang merupakan era ketika PAN terlibat dengan kekuasaan era Presiden SBY.


Dia menekankan, situasi yang sama seperti 2004 dan 2009 itu takkan bakal terjadi pada Pemilu 2019.

“Karena itulah justru ketika kita berada dalam kekuasaan pemerintahan kita tidak ingin menggunakan kekuasaan dengan cara-cara yang tidak benar,” katanya.

Hasto memastikan ketika partainya merupakan partai penguasa, maka takkan mau menggunakan cara-cara kotor seperti di era Orde Baru yang dikritisinya.

Sebagai contoh, Orde Baru dikritik karena KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).



Maka PDIP memegang prinsip itu dengan tak membolehkan adanya nepotisme dalam pengelolaan daftar caleg-nya. Dibatasi maksimal hanya dua dari satu keluarga yang boleh menjadi caleg.

Itupun tak boleh dalam satu tingkatan di dapil yang sama.

“Ada yang mengaku tokoh reformasi, dulu getol bicara nepotisme, eh sekarang partainya empat anaknya itu menjadi caleg di partai tersebut,” kata Hasto.

sumber : pojok1




Berita Lainnya

  • +

Polisi Tembak Pelaku Pembunuhan di Kemayoran

Danrem 083/Baladhika Jaya Sambut Kunjungan Pimpinan Majelis Watta’lim Riyadlul Jannah

Dijepit Balitanya Pakai Kaca Mobil, Ibu Cantik Ini Tewas

Sosialisasi Masa Persiapan Pensiun MPP Kodim 0814 Jombang

Pembangunan Jembatan Beton Desa Seberang Sanglar TMMD ke-106 Kodim 0314/Inhil Sudah 25%

Mewakili KOPEK, Bupati Inhil Sampaikan Permasalahan Kelapa Kepada Kepala Staf Presiden RI

Bupati Inhil HM Wardan Hadiri Simulasi Pemungutan Suara Pemilu Tahun 2019

Timsesnya Kena OTT, Ketua DPD Gerindra Ngaku Beri 80 Amplop, Anggap Penangkapan Janggal

Pemprov Riau Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha 2024 dari Kemenhub RI

Studi Banding Persiapan Quran Center Riau, Gubri Kunjungi Maqari Quraniyah Madinatul Munawwarah

Pj Bupati Kampar Buka Secara Resmi Operasi Pasar di Desa Salo

Pidana Pemilu : Dinyatakan Bersalah, Wakil Ketua DPRD Divonis 2 Bulan







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
Gendong Sabu 5 Kg, Empat Warga Jambi Dituntut 18 Tahun dan Denda Rp 300 Juta
21 Juli 2026
Gandeng Pemko Pekanbaru, Plt Gubri Segera Tangani Persoalan Banjir di Jalan Sudirman
21 Juli 2026
Green Policing dan Sosialisasi Bahaya Narkoba Digelar di SMPN 02 Tembilahan
21 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Desa Bekawan Siap Dukung Swasembada Pangan
21 Juli 2026
Persiapan Peringatan Hari Anak Nasional 2026 Mulai Dibahas
21 Juli 2026
Pemkab Inhu Gelar Pembekalan Lomba Video Literasi, Dorong Generasi Jadi Kreator
21 Juli 2026
Grand Final Joged Mande Jadi Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Inhil
21 Juli 2026
Masyarakat Pelika Rohil Menjerit Harga TBS ditingkat Penampung Mencekik Petani Sawit
21 Juli 2026
Satgas TMMD 129 Bojonegoro Hadirkan Senyum di Wajah Pak Kasiman
21 Juli 2026
TMMD 129 Bojonegoro Latih Pemuda Kesongo Mahir Public Speaking dan Mandiri Berwira Usaha
21 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Katerina Susanti Sosialisasikan Peran Posyandu yang Makin Meluas Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat
Dibaca : 271 Kali
Sidang Praperadilan Tersangka Karhutla di PN Bengkalis, Digelar Dua Hari Sampai Subuh
Dibaca : 265 Kali
Dandim 0814/Jombang Sambut Kedatangan Tim Pusterad
Dibaca : 327 Kali
Pelajar Baru di SMPN 2 Mojowarno Dapat Pembekalan dari Babinsa
Dibaca : 212 Kali
Koptu Devy Bantu Giling Jagung Milik Petani Desa Marmoyo
Dibaca : 207 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media