• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
AIT Lapor Balik Pelapor Dugaan Penipuan Setelah Terima SP2Lid Polres
Dibaca : 93 Kali
Ancam Peretasan Dan Tantang Duel, Oknum Pegawai BPR Tuah Karimun Resmi Dilaporkan Ke Polsek Tebing.
Dibaca : 237 Kali
Oknum Pegawai BPR Tuah Karimun Ancam Hack Media, Ketua IWO Karimun Rusdianto, Ini Bentuk Intimidasi Terhadap Kinerja Wartawan.
Dibaca : 297 Kali
Jalin Ukhuwah Islamiah, DPD Partai Golkar Karimun Gelar Halal Bihalal.
Dibaca : 190 Kali
Ridwan Resmi Jabat Kasi Pidum Kajari Karimun, Gantikan Jumieko Andra.
Dibaca : 315 Kali

  • Home
  • Riau
  • Inhil

Fadli Zon: Prabowo-Sandi Yakin 100 Persen Menang

Indragirione

Selasa, 05 Maret 2019 07:31:00 WIB
Cetak

Foto : 
Indragirione.com  – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membantah ada upaya mendelegitimasi KPU sebagai penyelenggara Pemilu lewat aksi Apel Siaga Umat Forum Umat Islam (FUI)
pada Jumat (1/2) pekan lalu.


Tudingan itu dilontarkan Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyusul aksi Apel Siaga Umat FUI yang juga dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN), Fadli Zon membantah tudingan itu dan menyebut aksi di KPU itu semata-mata supaya ada pembenahan data pemilih.


“Ini tidak sepenuhnya salah KPU. Data KPU kan dari Kemendagri, itu dari dukcapil, itu datanya banyak sampahnya juga saya kira,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menepis aksi tersebut dianggap upaya membangun opini tidak percaya terhadap KPU karena elektabilitas Prabowo-Sandi rendah.

“Prabowo-Sandi yakin 100 persen menang. Maksudnya 100 persen keyakinan kami ya, bukan menang 100 persen,” imbuh Fadli.

Fadli menegaskan, selama ini pihaknya hanya meminta KPU bekerja profesional. Namun selama ini, masih ada yang perlu dikoreksi.


Sebagai contoh permasalahan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Yang terbaru terjadi kesalahan input oleh KPU, sehingga membuat Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Tiongkok di Cianjur, Jawa Barat masuk dalam DPT.

“Kami ingin KPU nih bertindak profesional, jangan sampai ada kesan tidak dipercaya,”

“Salah satu masalah itu di data. Coba lihat masa ada WNA masuk di DPT. Ini menurut saya skandal besar,” jelasnya.

Kejadian semacam ini, lanjut Fadli, bisa membuat kepercayaan publik terhadap KPU berkurang dan memicu perdebatan atas hasil pemilu karena dianggap telah terjadi kecurangan.

“Masih ada waktu. (KPU) Jangan enggan mengecek masukan-masukan yang baik, seperti misal nama ganda atau nama bermasalah,” pungkasnya.

Pernyataan Amien Rais Berbahaya

Sekretaris Jenderal Partai Demorasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut pernyataan pernyataan petinggi Amien Rais berbahya.

Apa yang disampaiknnya saat aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) beberapa waktu lalu, berupaya mendelegitimasi penyelenggara pemilihan umum (Pemilu).

“Bapak Amien Rais melakukan upaya yang menurut saya sangat berbahaya disampaikan,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (4/3).

Hasto menerangkan, sejak dulu PDIP konsisten agar Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu diperbaiki dan penyelenggara Pemilu tetap netral.

Sebab, menurut Hasto, PDIP memilki pengalaman buruk di masa lalu.

Terutama pada Pemilu 2004 dan 2009, yang merupakan era ketika PAN terlibat dengan kekuasaan era Presiden SBY.


Dia menekankan, situasi yang sama seperti 2004 dan 2009 itu takkan bakal terjadi pada Pemilu 2019.

“Karena itulah justru ketika kita berada dalam kekuasaan pemerintahan kita tidak ingin menggunakan kekuasaan dengan cara-cara yang tidak benar,” katanya.

Hasto memastikan ketika partainya merupakan partai penguasa, maka takkan mau menggunakan cara-cara kotor seperti di era Orde Baru yang dikritisinya.

Sebagai contoh, Orde Baru dikritik karena KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).



Maka PDIP memegang prinsip itu dengan tak membolehkan adanya nepotisme dalam pengelolaan daftar caleg-nya. Dibatasi maksimal hanya dua dari satu keluarga yang boleh menjadi caleg.

Itupun tak boleh dalam satu tingkatan di dapil yang sama.

“Ada yang mengaku tokoh reformasi, dulu getol bicara nepotisme, eh sekarang partainya empat anaknya itu menjadi caleg di partai tersebut,” kata Hasto.

sumber : pojok1




Berita Lainnya

  • +

Divisum Tidak Ada Tanda Kekerasan, Istri Nelayan Yang Mengapung di Sungai Batang Tuaka Sebut Suaminya Mempunyai Riwayat Sakit Asma

Jadi Lokasi Rawan, Pedagang Pasar Diingatkan Disiplin Prokes

Kafilah Kabupaten Kampar Laksanakan Training Center

Peringatan HUT BUMD Tuah Sekata Ke-21 Tahun 2024, BUMD Diharapkan Dapat Bersinergi Membangun Negeri

Misnarni Syamsuar Menjahit Bendera Merah Putih untuk Mengenang Fatmawati Soekarno

Pekerjaan Tujuh Ruas Jalan di Inhil Minus Diatas 10%, Kontrak Berakhir Desember 2019

Ini Deretan 27 Item Kekayaan dan Perusahaan Prabowo Subianto, Fokus ke Poin 18-25

Kapolres Bengkalis Bersama Forkopimda Ikut Natal Bersama

Program JUMPE ROMANSA POLDA RIAU, Bentuk Kepedulian Polri Kepada Masyarakat

Anggota Satgas TMMD Kompak Menyiapkan Sarana Untuk Acara Penutupan

Syamsuar Dukung Penyusunan Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut

16 Kapal Penangkap Ikan Nelayan Terbakar







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
AIT Lapor Balik Pelapor Dugaan Penipuan Setelah Terima SP2Lid Polres
17 April 2026
Bukan Sekadar Urus Gizi, Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
17 April 2026
Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
17 April 2026
Terkait Tunda Bayar Proyek 2025, Inspektorat Menyebut Hasil Review Sudah di BPKAD
17 April 2026
Kades Lubuk Besar Hadiri Sosialisasi Pengolahan Kebun Kelapa Sawit
16 April 2026
Sebanyak 48,39 Ton Pangan Ilegal Dibakar di Tembilahan
16 April 2026
Pemkab Inhil Komitmen Dukung Upaya Penataan Kawasan Hutan
16 April 2026
Tepis Aduan Sepihak Oknum, Kades Sekayan Apresiasi Langkah Profesional Dinas PMD Terkait Pemberhentian Kadus Semaram.
16 April 2026
Ibu Ibu Antusias Ikuti Posyandu Balita Desa Sekayan
16 April 2026
Pemkab Inhil Respons Aksi Massa soal BBM, Tegaskan Solusi Humanis dan Subsidi Tepat Sasaran
16 April 2026

Trending

  • +Indeks
Tepis Aduan Sepihak Oknum, Kades Sekayan Apresiasi Langkah Profesional Dinas PMD Terkait Pemberhentian Kadus Semaram.
Dibaca : 338 Kali
Ketua IMO Rohil Minta Kejati & Polda Riau Usut Tuntas Kasus Kerjasama Investasi Mitra PT.SPRH
Dibaca : 576 Kali
Polsek Rengat Barat Ringkus Dua Tersangka Narkoba di Rumah Kontrakan
Dibaca : 205 Kali
Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pengedar Shabu Diamankan di Enok
Dibaca : 219 Kali
Proses Hukum SPPD Fiktif Dinsos Bengkalis Diduga Mangkrak, 16 Bulan Penyidikan Belum Ada Tersangka
Dibaca : 262 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media