• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Karimun
    • Karimun
  • Lifestyle
  • Fokus Inhil
  • Peristiwa
  • Riau
    • Meranti
    • Kuansing
    • Inhil
    • Inhu
    • Rohil
    • Rohul
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Siak
    • Pelalawan
    • Kampar
    • Pekanbaru
  • Parlemen
  • Politik
  • Hukrim
  • Ekonomi
  • Desa
  • More
    • Mitra TNI
    • Mitra Polri
    • Advertorial
    • Nasional
    • Dunia
    • Opini
    • Sosbud
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar
  • #Pilihan
  • #Terpopuler
  • #Advertorial
  • #Galeri
  • Indeks

Pilihan

  • +
DR. Firmansyah Resmi Nahkodai Ketua DPD PORDI Karimun Periode 2026 - 2030.
Dibaca : 129 Kali
Kadishub Karimun Tohap Mengklarifikasi Dan Bantahan Atas Dugaan Pemerasan Dalam Dugaan Jabatan.
Dibaca : 205 Kali
Kajari Karimun Selalu Mengedepankan Penegakan Hukum Humanis Melalui Penghentian Penuntutan Berbasis Keadilan Restoratif.
Dibaca : 149 Kali
Ketua DPD BAPAN Kepri Laporkan PT PLN ( Persero )Cabang Karimun Ke Kajari.
Dibaca : 337 Kali
Buka MTQ Ke XVIII Kecamatan Karimun 2026, Bupati Karimun Dorong Karakter Generasi Qur'ani.
Dibaca : 160 Kali

  • Home
  • Sosbud

Tuan Guru di Reteh: Syekh Abdurrahman Yakub

Indragirione.com

Kamis, 26 Agustus 2021 11:56:44 WIB
Cetak

INHIL,- Guru Syekh Abdurrahman Yakub  (1912-1970) merupakan Pendiri pesantren nurul wathan Kotabaru. Tuan Guru dilahirkan di Desa Sungai Bangkar, Reteh, Indragiri Hilir, pada tanggal 12 Oktober 1912 M/ 1 Dzulqaidah 1330 H. Sejak kecil Tuan Guru Reteh telah mendapat didikan agama dari sang ayah yang merupakan alumni institusi pendidikan Islam di Kedah, Malaysia.

Tuan Guru Retih bernama lengkap Syekh Abdurrahman bin Ya’qub. Namanya dan nama orang tuanya tersebut bukanlah nama asli sejak dilahirkan, tetapi merupakan pergantian nama ketika kembali dari tanah suci. Nama asli Abdurrahman adalah “Mansur”, sedangkan nama ayahnya adalah “Rajab”. Maka semestinya nama aslinya adalah Syekh Mansur bin Rajab, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Syekh Abdurrahman bin Ya’qub.

Ayahnya ini termasuk pemuka Agama dan tokoh masyarakat yang berhasil membuka lahan perkebunan kelapa yang dinamai dengan namanya sendiri “Parit Rajab”. Karena dari kalangan orang berada, ayahnya inilah mengantarkan sekeluarga ke tanah suci Mekah, sekaligus mengantarkan Tuan Guru muda untuk menuntut ilmu.

Sebelum ke Mekah, Tuan Guru Reteh sempat menimba ilmu di Teluk Dalam Sapat. Di tempat ini ia belajar kepada H. Zuhri dan H. Lahya. Dari dua orang gurunya ini ia belajar dasar-dasar Islam, seperti: al-Qur’an, tafsir, hadits, tauhid, fiqih, bahkan ilmu falak.

Setelah bekal keilmuannya cukup, maka tahun 1927 M/ 1345 H, ia bersama keluarganya berangkat ke tanah suci Mekah. Mekah ketika itu selain sebagai tujuan ibadah haji juga sebagai pusat pendidikan agama Islam.

Di Mekah Tuan Guru Reteh secara formal belajar di Madrasah al-Shaulatiyah. Madrasah ini didirikan oleh seorang wanita keturunan India. Ada banyak pelajar dan pengajar dari Nusantara mengabdikan ilmu di Madrasah ini.

Tuan Guru Reteh berhasil menyelesaikan pendidikan menengahnya di Madrasah al-Shaulatiyah dalam waktu tempuh 5 tahun.

Tuan Guru Reteh akhirnya memilih untuk menempuh pendidikan tinggi di Madrasah Dar al-Ulum al-Diniyah yang baru didirikan 1934. Di tempat ini, ia juga diberikan izin mengajar untuk Pendidikan Dasar.

Begitu pula di Masjidil Haram, ia diperkenankan untuk membuka halaqah. Jadi, waktu Tuan Guru Reteh dihabiskan untuk belajar sekaligus mengajar di Mekah kurang lebih 12 tahun.

Ada banyak sekali guru-guru dari Tuan Guru Reteh, antara lain: Syekh Muhammad Ali al-Maliki (w. 1368 H), Sayid Hasan Masysyath (w. 1399 H), Sayid Muhsin al-Musawa (w. 1354 H), Syekh Umar Hamdan (w 1368 H), Syekh Said al-Yamani (w. 1352 H), Syekh Zubair al-Malawi, Syekh Muhammad Zen Bawean (w. 1426 H), Syekh Said Tungkal (w. 1405 H), Syekh Utsman Tungkal, Syekh Idris Jambi, Syekh Abdul Hamid Amuntai (w. 1370 H), termasuk juga Syekh Muhammad Yasin al-Fadani (w. 1410 H).

Sedangkan teman-teman seperguruannya antara lain: Syekh Muhammad Zainuddin Abdul Majid (Pendiri Nahdlatul Wathan, Nusa Tenggara Barat) dan KH. Junaidi, Menteng Jakarta.

Di Mekah, Tuan Guru Reteh menikah dengan Rugayah binti H. Muhammad Said seorang gadis asal Merlung Jambi yang sejak kecil telah bermukim di Mekah, Pernikahan ini berlangsung pada tahun 1938 M/ 1356 H.

Selain menikah dengan Rugayah, Tuan Guru Reteh juga menikahi tiga wanita lainnya setelah kembali dari Mekah, yaitu Ni’am binti Saman menikah di Enok tahun 1941, Aisyah binti H. Abdul Qadir menikah di Sungai Undan tahun 1946, dan Qamariyah binti Ma’rahim menkah di Sungai Gergaji tahun 1949.

Pada sekitar tahun 1938 beliau beserta istri pertamanya memutuskan untuk kembali ke tanah air, tepatnya kembali ke Teluk Dalam Sapat. Di daerah inilah ia mulai mengabdikan diri di institusi pendidikan yang didirikan oleh Tuan Guru Sapat Syekh Abdurrahman Siddiq.

Setelah Tuan Guru Sapat meninggal tahun 1939, Tuan Guru Reteh pindah ke Enok dan mendirikan madrasah bernama “Dar al-Ta’lim” tahun 1941. 

Kemudian karena panggilan masyarakat ia kembali lagi ke Teluk Dalam hingga tahun 1946, setelah itu ia pindah lagi ke Kota Baru Reteh. Di Kota Baru Reteh ini ia mendirikan Madrasah Nurul Wathan tahun 1947.

Sayangnya dua tahun kemudian Madrasah ini terbakar habis, atas partisipasi masyarakat didirikanlah kembali Madrasah Nurul Wathan di Sungai Gergaji tahun 1954. Madrasah ini berhasil bertahan hingga hari ini dan meluluskan alumni-alumni yang tersebar diberbagai penjuru Nusantara.

Tuan Guru Reteh termasuk ulama yang produktif, setidaknya ada enam buah karya tulisnya yang terdata, yaitu: Amtsilah al-Mukhtashar (ilmu Sharaf), Qawa’id al-Nahwiyah (ilmu nahwu), Ahwal al-Waratsah  fi Taqsim al-Tirkah (ilmu mawarits), Nail al-Amani li Ma’rifat al-Auqat al-Syar’iyah (ilmu falak), Kitab Fiqh, dan Kitab Tauhid. Dua karya terakhir masih dalam bentuk manuskrip.

Bila diamati, maka Tuan Guru Reteh lebih menekankan pentingnya pengajaran dan penguasaan gramatikal Arab kepada murid-muridnya. Tentu ini menjadi bekal untuk menyibak kekayaan  khazanah keislaman, terutama untuk memahami kitab-kitab kuning.

Selain produktif mengarang kitab-kitab, beliau juga menciptakan beberapa buah mars atau lagu, 3 lagu berbahasa Arab, dan 12 lagu berbahasa Indonesia, di antara judul-judul lagu tersebut antara lain:

Murid Nurul Wathan, Kami Pemuda Islam, Wahai Kawan, Dua Puluh Tujuh Rajab, dan Maulid Nabi. Lagu-lagu ini dulu sering dinyanyikan oleh sejumlah murid-murid Madrasah di Indragiri Hilir, terutama di Keritang, Reteh, Tanah Merah, dan Enok.

Pada tahun 1966 beliau pindah lagi ke Pasar Kembang Keritang. Di tempat ini ia kesehatannya menurun dan sering sakit, namun ia tetap bersemangat menambah pendirian institusi dengan nama serupa Nurul Wathan.

Sayangnya ia tidak dapat melihat perkembangan dan kemajuan madrasah ini, tepat pada tanggal 15 April 1970 M/ 6 Sya’ban 1391 H, Tuan Guru Reteh sang pelopor berdirinya institusi pendidikan Nurul Wathan di Indragiri bagian Selatan menghembuskan nafas terakhir dalam usia 58 tahun.

Jenazahnya di makamkan di Pasar Kembang Keritang, sekarang kubah makamnya telah dipugar dan menjadi salah satu tujuan wisata religi.

Penulis: Arivaie Rahman
Referensi:
Kholil Syu’aib dan Zulkifli M. Nuh, Jaringan Intelektual Ulama Riau: Melacak Silsilah Keilmuan Syaikh Abdurrahman Ya’qub, dalam Jurnal Ilmiah Islam Futura, Vol. 17, No. 2, 2019.
Zulkifli M. Nuh, Alimuddin Hassan, dan Kholil Syu’aib, Tuan Guru Reteh Syekh Abdurrahman Ya’qub: Kiprah, Peran, dan Pemikirannya dalam Bidang Pendidikan Islam, dalam Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, Vol. 4, No. 1, 2018.




Berita Lainnya

  • +

Disparporabud Inhil Taja Workshop Wawasan Kebangsaan dan Adat Melayu

Polsek Mandah Giat Berbagi Sembako kepada Masyarakat Kurang Mampu

Takkan Duanu Hilang di Laut, Suku Pesisir Kabupaten Inhil

Pengurus RAPi dan KKBRI Inhil Berbagi Takjil

Ketua GSH Inhil Sambangi Balita Gizi Buruk

Tim Pengabdian Mahasiswa Kukerta UNRI 2021 Buat Taman Toga di Pekarangan Balai Kelurahan Pematang Reba

Polres Inhil Berikan Life Jacket kepada Nelayan

PAO-KSB Keritang Ikut Goro Pembangunan Masjid

Ponpes Modern An-Nur Kuala Selat Diresmikan

Dr. Rano Kirman Center dan YPKR Adakan Pengobatan dan Sunatan Gratis, Catat Tanggalnya

Bentuk Rasa Syukur, Kapolres Inhil Berbagi Sembako ke Tukang Becak

Ketua IWO Jambi Dilantik Jadi Komisioner Komisi Informasi







Tulis Komentar



Terkini

  • +Indeks
DR. Firmansyah Resmi Nahkodai Ketua DPD PORDI Karimun Periode 2026 - 2030.
25 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Bekawan Koordinasikan Pendataan Lahan Jagung untuk Swasembada Pangan di Kecamatan Mandah
25 Juli 2026
Keahlian Personel Satgas TMMD Racik Adukan Beton Percepat Pembangunan Berkualitas untuk Masyarakat
25 Juli 2026
Kadishub Karimun Tohap Mengklarifikasi Dan Bantahan Atas Dugaan Pemerasan Dalam Dugaan Jabatan.
25 Juli 2026
TMMD 129 Bojonegoro Asah Kesadaran Hukum Warga Desa Kesongo
25 Juli 2026
Satgas TMMD 129 Bojonegoro Percepat Pemotongan Besi Jembatan Brang Etan, Hadiah Spesial bagi Warga Kesongo
25 Juli 2026
Sentuhan Nyata! TMMD 129 Bojonegoro: Sulap Perbatasan Kesongo-Lamongan Jadi Rest Area dan Sentra Ekonomi Baru
25 Juli 2026
Aksi Cepat Satgas TMMD 129 Bojonegoro: Ketika 'Mesin Penggerak' Tak Boleh Padam di Kesongo
25 Juli 2026
Kasdim Jombang Sambut Kedatangan Tim Wasev
25 Juli 2026
Matangkan Langkah Sebelum Aksi: Sinergi Kuat Satgas TMMD 129 Kodim Bojonegoro dan Pemdes Kesongo demi Pembangunan Tepat Waktu
25 Juli 2026

Trending

  • +Indeks
Kadishub Karimun Tohap Mengklarifikasi Dan Bantahan Atas Dugaan Pemerasan Dalam Dugaan Jabatan.
Dibaca : 205 Kali
UNISI Jalin Kerja Sama Strategis dengan SMA Pelita Bangsa, Disaksikan Camat Teluk Belengkong dan Tokoh Pendidikan
Dibaca : 261 Kali
Ketua DPD BAPAN Kepri Laporkan PT PLN ( Persero )Cabang Karimun Ke Kajari.
Dibaca : 337 Kali
Maskur Pertanyakan Transparansi Pencetakan dan Penjualan Tiket Bupati Cup Inhil
Dibaca : 220 Kali
UNISI Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan, Rektor Tandatangani MoU dan Dekan FKIP Tandatangani MoA Bersama SMA Pelita Bangsa
Dibaca : 302 Kali
Ikuti kami di:
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
IndragiriOne.com ©2019 | All Rights Reserved By Delapan Media