Pilihan
AIT Lapor Balik Pelapor Dugaan Penipuan Setelah Terima SP2Lid Polres
Jalin Ukhuwah Islamiah, DPD Partai Golkar Karimun Gelar Halal Bihalal.
Ridwan Resmi Jabat Kasi Pidum Kajari Karimun, Gantikan Jumieko Andra.
Para Kades Hadiri Pelantikan dan pengukuhan LAMR Kecamatan kemuning
Indragiri Hilir,- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Kemuning melaksanakan pengukuhan pengurus baru sekaligus penabalan gelar adat kepada Camat Kemuning serta prosesi tepuk tepung tawar bagi jajaran Polsek dan Koramil. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Desa Air Baloi, Kecamatan Kemuning.
Dalam pengukuhan tersebut, Datuk R. Sucipto resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kecamatan Kemuning, sementara Datuk Amerudin dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Kerapatan Adat (DKA) LAMR Kecamatan Kemuning. Pada kesempatan yang sama, Camat Kemuning, R. Nurliatin, SH, MH, ditabalkan gelar adat sebagai Datuk Penghulu Besar, pada Tanggal 10 Januari 2026.
Acara tersebut dihadiri Ketua DPH LAMR Kabupaten Indragiri Hilir, Datuk Seri Asmadi, SH, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Inhil, Datuk Seri Muammar Khadafi, serta sejumlah pengurus LAMR Kabupaten Inhil. Turut hadir seluruh kepala desa se-Kecamatan Kemuning dan tokoh masyarakat.
Prosesi adat berlangsung sukses dan penuh kekhidmatan, yang tercermin dari antusiasme masyarakat Kecamatan Kemuning dalam mengikuti setiap rangkaian acara pengukuhan dan penabalan adat.
Dalam sambutannya, Ketua DPH LAMR Inhil Datuk Seri Asmadi, SH, menyampaikan petuah dan nasihat adat, menegaskan bahwa gelar Datuk bukan sekadar gelar kehormatan, melainkan amanah besar.
“Gelar Datuk yang disandang bukan hanya gelar kebesaran, tetapi amanah besar yang menuntut kesungguhan. Pada diri Datuk bertumpang harapan masyarakat, tempat bertanya dalam kebingungan, tempat pulang dalam perselisihan, serta memberikan fatwa dan solusi bagi persoalan antarpuak Melayu dan puak lainnya,” ujar Datuk Seri Asmadi.
Ia juga menegaskan peran strategis pengurus LAMR Kecamatan Kemuning yang baru dikukuhkan.
“Datuk adalah tiang penyokong pondasi adat, benteng penghalang kerusakan moral dan perilaku generasi muda, serta penaung agar adat istiadat tidak mati suri di tanah sendiri,” tegasnya.









.jpeg)



Tulis Komentar